Ikhlas Memaafkan Orang lain

imageedit_13_5836585853

Judul asli artikel ini adalah “Maafkanlah Orang Lain Dengan Tulus Agar Anda Menjadi Sehat,” tetapi saya mengubahnya sedikit menjadi seperti yang anda lihat pada judul di atas, agar lebih ringkas dan padat, namun tentunya tidak menghilangkan substansi kandungan makna yang ada di dalamnya. Artikel ini saya blog ulang (reblog) dari bekas blog saya sendiri (https://webarsyam.wordpress.com) yang sudah diblok akunnya. Mengapa saya masih memerlukan artikel ini ? Jawabannya bukan karena apa-apa, tetapi memang saya senang membacanya berulang-ulang dan untuk mengingatkan saya agar terus berusaha belajar memaafkan orang lain dengan ikhlas, khususnya pada orang-orang yang mungkin pernah menyakiti hati kita atau keluarga kita. Banyak hikmah dan manfaat apabila kita mampu melakukan hal ini, terutama untuk kesehatan kita baik secara fisik maupun psikis. Untuk itu baca dan renungkanlah pembahasan selengkapnya pada artikel berikut ini, semoga bermanfaat.

Butir-Butir Mutiara

Pada artikel ini dijelaskan tentang memaafkan orang lain yang telah menyakiti kita. Yaitu, bagaimana agar rasa marah atau rasa ingin balas menyakiti orang yang telah menyakiti kita diubah, dimodifikasi atau dikelola sehingga menjadi sebuah rasa empati, rasa memahami keadaannya pada saat itu. Karena dalam hubungan kita dengan orang lain bisa terjadi kesalahan yang disengaja dan juga tidak disengaja. Dan tidak jarang hanya karena persoalan sepele bisa menjadi besar dan meluas eskalasinya, dan kalau sudah demikian keadaannya memang sangat sulit untuk diselesaikan, apalagi hanya dengan kata maaf.

Itulah sebabnya, maka sebelum mengambil suatu tindakan, kita harus menurunkan tensi emosi agar bisa berfikir jernih dan tenang.  Memang memaafkan orang lain tak semudah kita mengucapkanya. Kadang.. tangan telah berjabat, bibir telah mengatakan “Aku sudah memaafkanmu,” tetapi bagaimana dengan hati kecil Anda, apakah Anda telah memaafkan orang lain dengan tulus?

Apakah Anda sudah merelakannya dan tidak akan mengungkit hal itu di kemudian hari? Sekalipun…

Lihat pos aslinya 764 kata lagi

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s