Belajar Ikhlas Dalam Beramal Dan Beribadah

imageedit_119_9047593072
pixabay.com

Kata ikhlas adalah mudah untuk diucapkan namun tidak mudah atau cukup sulit untuk dilaksanakan. Seperti sering kita mendengar orang mengatakan, “Saya ikhlas menerima apapun keputusan pimpinan atas kesalahan saya”. Pertanyaannya, apakah benar dia ikhlas atau tidak? tentu jawabannya hanya dia yang tahu dan tentunya Tuhan saja yang maha mengetahuinya. Mengapa demikian, karena ikhlas merupakan perbuatan atau fungsi dari hati. Dengan demikian berarti untuk bisa kita melakukan amal kebaikan dengan ikhlas, kita perlu mengetahui cara atau kiat-kiatnya melalui proses belajar. Untuk itu, mari sama-sama kita ikuti pembahasan tentang hal tersebut pada artikel berikut ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Butir-Butir Mutiara

Berbuat sesuatu diawali dengan niat, apakah itu niat baik atau niat tidak baik. Jika kita ingin mendapatkan ganjaran pahala dari apa yang akan kita kerjakan, maka tentu niatnya harus baik dulu, lalu kemudian niat baik itu dilaksanakan dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wata’ala (lillahi ta’aala), bukan karena mengharapkan pujian dari manusia.

Setiap amal perbuatan baik yang kita lakukan akan memperoleh imbalan sesuai dengan tingkat kesulitannya. Semakin berat amalan itu untuk dilakukan maka pahalanyapun semakin besar. Karena pada sejatinya, saat kita berupaya secara maksimal untuk melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wata’ala, saat itu pulalah kita sedang melakukan pertempuran yang maha dahsyat dengan menghadapi hawa nafsu.

Hawa nafsu adalah musuh yang amat berbahaya, selain karena dia tidak tampak saat menyerang. Dan hawa nafsu memiliki ribuan cara untuk mengelabuhi kita agar terperosok dalam hasutannya, bahkan terkadang dia mengelabuhi kita dengan asupan pahala yang justru kemudian untuk menyesatkan kita.

Dalam menyikapi tentang bahaya hawa nafsu…

View original post 733 more words

Advertisements

Mutiara Hikmah

board-953154__340Bersyukurlah atas apa yang telah anda peroleh dalam hidup ini. Jangan terlalu merisaukan yang belum ada. Karena tidak akan pernah ada yang bisa menghentikan keinginan anda. @arsyam’58

Hargailah orang lain, meskipun itu mungkin tidak penting bagi anda. Tetapi percayalah bahwa bagi mereka itu adalah amat berati. @arsyam’58

Lupakanlah sesuatu yang telah anda berikan kepada orang lain dan janganlah melupakan sekecil apapun pemberian mereka. @arsyam’58

Anda tidak akan bisa memperbaiki hidup anda jika tetap berada dalam kondisi yang menyandera diri anda. @arsyam’58

Terimalah apa adanya diri anda karena Tuhan telah berkehendak, yang pada saatnya anda akan mengetahui apa alasannya. @arsyam’58

Tuhan tidak melihat pada sukses atau gagalnya apa yang anda usahakan, tetapi Dia hanya melihat pada niat dan kontinuitas serta kesungguhan anda. @arsyam’58

Jangan pernah mengorbankan kebahagian anda yang langgeng dan abadi, hanya karena bujukan kesenangan semu kehidupan dunia yang akan segera berlalu. @arsyam’58

Berdzikir dan berdoalah kepada-Nya sebagai tanda rasa syukur atas segala pemberian Tuhan, bukan hanya pada saat anda membutuhkan-Nya. @arsyam’58

Jika anda tidak bisa atau sulit untuk menghargai orang lain, maka bayangkanlah apa yang akan terjadi pada anda tanpa mereka. @arsyam’58

Kegagalan tidak selalu karena faktor kesalahan, tetapi mungkin itulah yang terbaik yang bisa anda lakukan. Kesalahan yang sesungguhnya adalah apabila anda berhenti berusaha. @arsyam’58

Janganlah anda kafir atau berhenti beriman karena tidak bisa melihat Tuhan, karena nyatanya anda masih terus bisa bernafas meskipun anda tidak bisa melihat udara. @arsyam’58

Hidup ini terlalu singkat untuk menunda atau menyembunyikan perasaan-perasaan anda, karena itu janganlah takut dan nyatakanlah apa yang anda rasakan itu sekarang juga. @arsyam’58

Kebahagiaan itu bukanlah karena anda memperoleh apa yang anda inginkan sepanjang waktu, tetapi karena anda menerima dan mensyukuri pemberian Tuhan. @arsyam’58

Adalah sulit untuk menunggu sesuatu yang anda tahu itu tidak terlalu penting bagi anda, tetapi akan lebih sulit lagi untuk tidak menunggu sesuatu yang sangat berarti bagi anda. @arsyam’58

Syukurilah Semua Pemberian Allah Pada Kita

th (6)
pixabay.com

Dalam buku “Tazkiyatun Nafs” yang memaparkan intisari Ihya Ulumuddin Al-Ghazali, Said Hawwa menuliskan bahwa syukur adalah mengerahkan secara total segenap potensi yang ada untuk hal yang paling dicintai oleh Allah Swt.

Di kala kita berada dalam suasana penuh kesenangan, kegembiraan dan segala macam kemudahan sering kali kita lalai dari bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberikan segala kenikmatan itu. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an yang artinya, “…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur” (QS.Saba[34]:13).

Setan juga menggunakan segala macam cara untuk membuat manusia lalai dari bersyukur kepada Allh Swt. Sebagaimana dijelaskan Allh dalam Al Qur’an yang artinya, “Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’ay).” (QS.Al A’raf[7]:17)

Untuk itu semua, sudah seharusnya kita menggunakan seluruh nikmat yang telah Allah Swt berikan itu di jalan yang diridhoi-Nya dan tidak menggunakannya untuk perbuatan maksiat kepada Allah. Inilah perwujudan rasa syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Kita hendaknya menyadari, bahwa segala yang kita miliki mulai dari ujung rambut hingga ke ujung kaki, semuanya adalah pemberian gratis dari Allah, dan dengan itu pula kita dapat mengelola dan memanfaatkan akal dan pikiran kita untuk mendapatkan atau memenuhi kebutuhan kita. Kita boleh memiliki apa saja yang kita inginkan sepanjang kita mampu untuk mendapatkannya. Tapi jangan pula dilupakan bahwa untuk mendapatkanya hendaklah dengan cara-cara yang diridhoi oleh Allah, jangan sampai menghalalkan segala cara.

Jika kita orang yang beriman dan mengharapkan pertemuan dengan Allah di akhirat kelak dalam suasana yang menyenangkan dalam surga, maka mulai detik ini syukurilah semua pemberian Allah dan gunakanlah semua itu untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.

 

Dan jangan pernah bermain-main atau meremehkan pemberian Allah. Dialah yang menyediakan untuk kita oksigen secara gratis sehingga kita bisa tetap bernafas dan jantung kita dapat terus berdetak memompa darah agar bisa dialirkan ke seluruh jaringan tubuh kita. Sadarkah kita akan semua itu? lalu nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kau dustakan? Subhaanallah…

Penglihatan, pendengaran, tangan dan kaki kita adalah bagian dan nikmat Allah Swt yang diberikan-Nya kepada kita. Sudahkah kita mensyukurinya? Dan, bisakah kita menerima dengan ikhlas seandainya Allah Swt mencabut kembali pemberian-Nya itu? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.Saya dan juga anda hanya berkewajiban untuk saling mengingatkan sebagai sesama muslim. Karena itu, marilah mulai detik ini juga, kita tunduk rukuk dan bersujud kepada Allah. Bayangkanlah semua kelalaian kita selama ini, dari mengingat dan menyukuri pemberian-Nya Yang Maha Luas itu untuk kita dan segeralah beristigfar dan mohonlah pengampunan atas dosa dan kesalahan kita selama ini. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bertaubat.

Bentuk lain dari rasa syukur kita kepada Allah Swt adalah dengan menjaga lisan yang juga merupakan nikmat pemberian Allah Swt. Menjaganya dari hal-hal yang dapat mengundang murka Allah Swt, seperti membicarakan kejelekan orang, menfitnah, berdusta, mengolok atau mencaci maki. Kita juga hendaknya menggunakan lisan untuk berkata yang baik-baik, seperti mengajak orang pada kebaikan, mengucapkan kalimat thoyibah seperti dzikir kepada Allah juga saling menasihti untuk kebenaran, kebaikan dan kesabaran. Ingatlah selalu, bahwa “Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang bertaubat dengan taubatan yang sebenar-benarnya.”

Mengenal Dan Memiliki Visi Ke Surga

 

imageedit_13_5735186126
Spreadthepearl.wordpress.com

Indahnya Surga! Ketika umat muslim telah mengenal surga dan memiliki visi ke surga, maka hal itu akan memberikan motivasi untuk melakukan hal-hal yang mendukung untuk tercapainya maksud tersebut, diantaranya :

Pertama, Menjadikan Allah sebagai tujuan. Tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan selalu mencari ridha-Nya disetiap amal yang dilakukan.

KeduaMenjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladan dalam semua sisi kehidupan, mengikuti dan menjalankan semua sunnahnya serta menjauhi semua bentuk bid’ah dalam ibadah.

Ketiga. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan petunjuk hidup. Berinteraksi dengan cara membacanya, memahami dan mengamalkannya.

Keempat. Melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Kelima. Selalu memberikan manfaat dan keselamatan kepada orang lain.

Keenam. Menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Memahami bahwa dunia adalah tempat untuk beramal. Berusaha bersungguh-sungguh untuk kerja dunia sebagaimana kesungguhan dalam beramal untuk akhirat.

Ketujuh. Selalu berusaha mencapai prestasi yang terbaik dalam semua hal. Baik dalam menuntut ilmu, bekerja, ataupun yang lainnya.

Kedelapan. Mengatur dan memanfaatkan waktu dengan benar dan teliti. Tidak memmanfaatkan waktu untuk hal-hal yang sia-sia apalagi untuk maksiat.

Kesembilan. Selalu bermuhasabah (mengoreksi diri) dengan cara mengingat apa yang dilakukan selama ini. Yang kurang baik diperbaiki dan yang sudah baik ditingkatkan lagi.

Kesepuluh. Selalu berdoa kepada Allah agar selalu mendapat petunjuk-Nya dan dianugerahkan kesudahan yang baik atau khusnul khotimah.

Visi Ke Surga

Sudah selayaknya seseorang itu memiliki visi kehidupan yang jelas. Karena visi yang jelas dapat menuntun dia untuk berusaha mendapatkan sesuatu yang menjadi tujuannya. Di samping itu juga akan menjadikan seseorang lebih fokus terhadap hasil akhir tanpa mudah goyah ketika mendapat gangguan atau hambatan.

Visi adalah tujuan jangka panjang yang bersifat umum yang akan dicapai melalui perjuangan yang panjang. Ia berbeda dengan misi, karena misi lebih bersifat khusus dan perwujudannya hanya untuk mendukung visi.

Seseorang yang memiliki visi selalu melihat semua kegiatan sepanjang hidupnya sama atau sudah sesuai pada jalan yang akan membawa dirinya kepada visi atau belum. Sekiranya belum, maka ia akan segera memutar arah(hijrah) menempuh jalan yang mampu membawanya pada visi yang sudah ditargetkan.

Karena hidup ini diibaratkan sebuah perjalanan, sedangkan di dunia adalah tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal untuk dibawa ke kehidupan yang mendatang.

Ketika hidup tanpa visi maka akan memungkinkan seseorang lalai terhadap tujuan hidup itu sendiri atau pun lupa terhadap tujuan utama manusia diciptakan yakni untuk mengabdi kepada Allah swt.

dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada Ku” (QS Adz Dzariyat (51) : 56).

Sebagai seorang muslim kita meyakini bahwa kehidupan ini mempunyai tuga fase. Pertama, adalah fase ketika manusia berada dalam rahim. Pada fase ini manusia bergantung kepada individu lain yakni ibu. Meskipun demikian sudah sempurna sebagai satu kehidupan.

Kedua, kehidupan dunia yang diawali dengan kelahiran manusia sampai pada kematiannya. Pada fase ini manusia mampu berdiri sendiri dan mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya. Ketiga, fase kehidupan setelah kematian. Pada fase ini manusia memeroleh hasil dari usahanya di fase kedua.

Pada fase pertama waktunya sangat terbatas kurang lebih hanya sembilan bulan atau pada beberapa kasus ada yang lebih cepat  dari itu. Kemudian fase kedua juga memiliki waktu yang tebatas. Tidak bisa ditentukan secara pasti, namun secara rata-rata adalah antara enam puluh sapai tujuh puluh tahun umur manusia. Tentu saja ada yang lebih dari itu namun sangat sedikit.

Dan yang kurang dari umur rata-rata juga sangat banyak. Kalau diibaratkan seperti buah kelapa. Lalu jatuhnya buah kelapa itu sebagai kematian, maka yang memiliki kemungkinan jatuh itu semestinya  kelapa yang sudah tua dan berwarna coklat. Tetapi kelapa yang muda atau yang masih bunga juga sangat berkemungkinan gugur.

Sedangkan fase kehidupan setelah kematian tidak terbatas waktunya. Dan inilah sebenarnya tempat kehidupan yang hakiki. Cuma terkadang manusia mudah melalaikan fasei ini. Padahal fase ini disediakan hanya untuk dua tempat saja, surga dan neraka. Tidak ada pilihan lain. Dan untuk menetapkan tempat yang mana manusia akan menuju, semuanya bergantung pada visi yang telah dibuat ketika di dunia dan sejauh mana usaha yang dilakukan untuk mencapainya.

Mengenal Surga

Hal yang penting untuk menumbuhkan rasa tertarik dan mencintai sesuatu adalah dengan mengenalnya. Demikian juga dengan surga. Jika ingin berusaha memasukinya sudah sepantasnya kita untuk mengenalnya. Sebagai umat yang memiliki petunjuk berupa wahyu Al Qur’an, kita dapat mengenal surga melalui apa yang disampaikan dalam wahyu.

Di dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menceritakan tentang surga, baik tentang keberadaan, keindahan dan kenikmatannya. Namun semuanya berupa gambaran, karena surga adalah hal ghaib. Yang tidak mungkin dilihat oleh mata, tidak mampu didengar oleh telinga dan tidak terbayangkan oleh hati dan pikiran.

Surga identik dengan keindahan dan kenikmatan. Sebagaimana fitrah manusia juga sangat mencintai keindahan dan kenikmatan, maka surga disediakan sebagai balasan bagi umat yang taat.

Keindahan dan kenikmatan surga sungguh luar biasa, hal ini bisa dipahami karena ia tidak dapat disetarakan dengan keindahan dan kenikmatan dunia yang sifatnya fana dan menipu, sementara keindahan dan kenikmatan surga bersifat kekal. Maka bagi orang yang sudah mengenal surga, baginya dunia tidak memiliki nilai apa-apa. Sebagai contoh adalah asiah istri Fir’aun, ia tidak gentar disiksa oleh Fir’aun karena ia yakin pada Allah dan mengenal surganya, maka ketika itu ia berdoa supaya dibangunkan rumah untuk nya di surga.

Segala keindahan dan kenikmatan yang terlihat di dunia akan ada di surga bahkan jauh lebih baik. Misalnya tempat tinggal, di surga telah disediakan rumah-rumah dan istana yang megah. Makan dan minuman, di surga tersedia buah-buahan dan segala minuman yang paling lezat, seperti madu dan susu bahkan minuman yang di dunia haram di surga bisa dinikmati, seperti khamara. Wanita, di surga akan ada  bidadari-bidadari cantik yang akan mendampingi manusia. Perhiasan, di surga semua peralatan makan dan minum terbuat dari emas dan perak. Pakaian, di surga akan dipakaikan pakaian yang indah dari sutera.

Puncak Kenikmatan Surga

Puncak kenikmatan surga adalah melihat wajah Allah secara langsung dan jelas (QS 75,22-23). Inilah yang paling diimpikan oleh semua umat. Dan masih banyak lagi keindahan yang lain seperti sungai-sungai yang mengalir dan pohon-pohon yang rindang. Dan surga adalah sebaik-baik  tempat di akhirat…..Itulah sebabnya, doa yang dianjurkan bagi kita adalah : “Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.”@

Demikian gambaran singkat tentang indahnya surga, semoga dapat mengispirasi dan memotivasi kita untuk terus beramal saleh dan beribadah hanya kepada Allah sebagai syarat untuk masuk surga, amien.