Bait-Bait Rindu

Oleh : Ar Syamsuddin

3708039769_52e531968b_m
Pixabay.com

Hai Amy, sudah sekian lama kita tak bersama, apa kabar kau di sana? Amy, apa kau ingat hari apa ini ? Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke 15 (semestinya). Atau hari ulang tahun kepergianmu yang ke -2. Pada hari ini aku menemuimu kembali lewat goresan pena. Pena yang senatiasa mengukir setiap bait rinduku padamu. Amy, apa kau merasakan hembusan angin yang membawa seribu pesan rinduku untukmu?.

Apa kau melihat ribuan bintang yang melukiskan betapa besar kerinduanku padamu. Amy, masih terbayang tatapan lembut matamu. Dalam bingkai yang mengangtarku ke masa lalu. Melintas bayang ke saat itu. Saat kau terbaring lemah namun kau sabar menghadapi lara. Meski dengan nafas yang tersisa. Duka yang kau simpan, lebur dalam senyuman.

Kau yang tegar melawan pilu. Meski maut menantimu. Melewati detik demi detik yang menghantam harapan. Katika jerit tangis menjadi irama yang akan mengiringi kepergianmu. Hari ini, mata kembali tak dapat membendung linangannya. Selaras detik demi detik berjalan. Sejalan dengan menit demi menit yang terus berlalu. Seiring dengan jam demi jam yang terus bergulir. Seirama dengan waktu yang terus menampakkan kekejamannya.

Tanpa terasa, sudah hampir tiga tahun berlalu semenjak kepergianmu. Hari-hariku terasa begitu sepi dan hampa. Dan, hatiku masih sangat merindukanmu. Kata-katamu di hari-hari menjelang kepergianmu masih terngiang. Terayun lemah tanganmu menggapai dan merangkul tubuhku. Kau hendak berkata, “Maafkan Amy Papa”. Dan itu sudah terucap sayang. Aku membalas ucapanmu, ” Papa memaafkanmu Amy. Tapi kau belum ada dosa sayang”.

Saat itu, jiwaku menjerit. Hatiku hancur terkeping-keping. Aku sadar, saat-saat yang menakutkan itu akan segera tiba. Dan, Innalillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Aku membimbing roh mu dengan kalimat Laa ilaha illallah…Amy selamat jalan sayang. Selamat jalan anakku. Berbahagialah engkau di sisi Tuhanmu. Nafas rindu dan doa papa menyertaimu. Meski kau tidak lagi berada di sini, tapi di hatiku kau tak akan pernah sirna…Baca juga puisi ini !

Dompu, 17 Mei 2010

 

2 thoughts on “Bait-Bait Rindu

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s