Mau Bahagia? Buatlah Orang Lain Bahagia

imageedit_22_4533264037
Spreadthepearl.com

Hanya Bila Anda Sungguh Percaya. Ada semacam hukum kausalitas, sebab akibat atau apalah istilahnya. Dan itu, memang demikianlah adanya hidup ini. Jika kita ingin senang maka buatlah orang lain senang. Berbagilah kesenangan itu sekecil apapun dengan orang lain. Demikian pula sebaliknya, jika ingin hidup kita sengsara maka buatlah orang lain sengsara. Lalu, Siapa sih yang dimaksud dengan orang lain itu? Orang lain itu adalah semua orang selain diri kita sendiri. Mulai dari orang-orang di lingkungan keluarga kita sendiri, hingga seluas-luasnya (semampu kita) untuk menjangkaunya.

Kembali pada kalimat sebelumnya, bahwa jika kita ingin hidup sengsara maka buatlah orang lain sengsara. Ah sadis benar, masa sih ada orang yang mau sengsara, tak mungkinlah itu, pasti semua pengen senang dan bahagia, nah itu yang benar. Dan Lakukanlah itu, hanya jika anda sungguh-sungguh percaya akan kebenaran pernyataan judul artikel di atas.

Memang, hukum atau rumus seperti yang kita diskusikan di atas juga bisa terbantahkan oleh sebagian realita kehidupan sosial kita. Kenyataannya, ada loh orang atau sebagian orang yang baru merasakan senang atau sukacita apabila melihat teman atau tetangganya susah. Percaya nggak anda, bahwa ada kenyataan semacam itu? Subhanallah, tapi kenyataan seperti itu memang ada, namun tidak perlu kita perpanjang membahasnya di sini.

Contoh Kecil Saja

Lalu yang penting kita bicarakan di sini adalah, bagaimana kita bisa menyenangkan orang lain, itu dulu.

Mengapa? karena hal ini amat sangat erat kaitannya dengan diri kita sendiri. Sesungguhnya, pada saat kita menyenangkan hati orang lain,  maka orang yang pertama kali merasakan kesenangan itu adalah diri kita sendiri, benarkan? Tapi dengan cara apa kita bisa menyenangkan orang lain? Anda tentu mengerti, bahwa untuk menyenangkan hati orang lain, tidak perlu dengan memberinya sesuatu yang mahal, atau yang sifatnya material, tapi mungkin cukup dengan hanya senyum yang tulus dan sapaan yang ramah tatkala bertemu. Atau juga ketika anak-anaknya rewel minta sesuatu, kebetulan ada uang receh di saku kita lalu dengan itu anaknya diam. Contoh kecil saja, Betapa senangnya anda, atau kita, ketika blogwalking kemana-mana, memberikan like dan juga komentar di blog teman, lalu temannya membalas memberikan komentar dan juga likenya, tidak hanya itu diapun membalas mengunjungi blog kita dan memberikan komentar dan likenya di blog kita, masya Allah, Indahnya hidup yang diwarnai silaturrahmi semacam ini. Sungguh, mungkin ini skenario Allah Shubhanahu wata’ala, yang menggerakkan hati dan juga tangan saya untuk menuliskan sekelumit catatan akhir tahun ini. Semoga menjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi saya ke depan.

Karakter Manusia Beda-Beda

Tapi ingat, jangan terlalu banyak berharap pada sesama manusia, karena jika anda terlalu berharap banyak pada sesama manusia, anda akan kecewa. Mengapa, karena manusia karakternya beda-beda. Ada yang humanis, religius, egois, sosial, individualis dsb. Ada yang kejam, bengis, dan banyak lagi yang lainnya. Tapi jika digolongkan secara garis besar, maka karakter manusia itu hanya ada dua, yaitu manusia yang berkarakter baik dan manusia yang berkarakter buruk. Tapi di sini, kita juga perlu hati-hati dalam melihat dan menilai kondisi seseorang dengan siapa kita berinteraksi. Sebab belum tentu niat baik kita ingin menyenangkan orang lain akan direspon dengan baik pula. Karena akan sangat tergantung pada kondisi sosial psikologis seseorang pada saat itu. Ah…kejauhan pembahasannya. Saya hanya ingin membicarakan karakter manusia yang baik, karena dialah yang bisa diharapkan bisa memberikan atau membuat orang lain merasa bahagia, dan tak akan pernah bisa diemban oleh orang-orang dengan karakter buruk kecuali dia telah mendapatkan hidayah dari Tuhan. Tapi tentu, dengan banyak berharap kepada Allah, bukan berarti kita tidak lagi membutuhkan sesama, nah yang ini justru bertentangan dengan kehendak Tuhan. Jadi yang benar adalah keseimbangan atau keselarasan antara hubungan kita dengan sesama dan hubungan kita dengan Allah. “Hablum minannaas wa hablum minallaah”.

Berharaplah Kepada Allah Swt

Berharap kepada manusia atau orang lain adalah hal yang lumrah bagi kita, karena kita saling membutuhkan dan saling ketergantungan dengan orang lain dalam hidup kita bermasyarakat. Tapi jangan terlalu berharap banyak. Berharaplah banyak-banyak kepada Sang Maha Pengasih dan Penyayang, maka anda dan kita semua pasti tidak akan pernah kecewa. Karena Dia-lah yang menjamin dan mengenggam di tangan-Nya nasib dan peruntungan semua hamba-Nya. Karena itu, jika anda ingin bahagia maka buatlah orang lain bahagia. Buatlah mereka senang ketika bersama anda, jangan pernah anda membuat mereka kecewa apalagi sengsara, dan berharaplah sebanyak-banyaknya kepada Allah karena sesungguhnya Allah tidak akan pernah menyalahi janji-“Innallaha laa tukhliful mii’aad.

Demikianlah sekelumit cetusan pemikiran saya minggu ini, semoga bermanfaat.

SPARK OF CONTENT :

Share the slightest pleasure with others to see you happy, and vice versa if you want to be miserable then make others difficult. Why is that? because we as a people can not be separated from the others and therefore, their happiness is our happiness too

26 thoughts on “Mau Bahagia? Buatlah Orang Lain Bahagia

  1. Setuju saya sama Pak AR Syamsudin, bahagiakanlah orang lain maka bahagia juga akan kita dapat.
    Maaf ya pak, buku baru siang tadi saya kirim pakai pos. Saya cariin kira2 buku yang sesuai dengan kebutuhan Pak AR Syamsudin. Di Ambon pilihan toko buku terbatas,🙂

    Disukai oleh 3 orang

  2. Kayaknya sulit pak. Kadang-kadang kita mau menyenangkan orang, eh malah orang tersebut malah tersakiti. Hati orang kan siapa yang tahu. Yg penting udah niat baik. Kalau pun hasilnya di luar apa yang kita harapkan ya namanya manusia tempatnya salah.😀

    Disukai oleh 3 orang

    1. Kadang memang begitu ya mas, tapi biasanya tidak juga. Jika ada orang yang, misalnya di sapa dgn baik dan ramah, malah ia tersakiti, orang itu mungkin ada penyakit dlm hatinya. Apakah cukup dgn niat baik, tidak juga. Harus ada perilaku nyata agar orang bisa melihatnya.misalnya ucapan salam saat bertemu atau berpisah. Terima kasih mas sudah mau berdiskusi yang bermanfaat ini.

      Disukai oleh 1 orang

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb mas AR Syamsuddin…

    Saling berbagi bahagia merupakan tuntutan ajaran Islam kerana itulah cara kita berterima kasih dan mensyukuri nikmatnya. Memberi senyuman sahaja sudah bisa membuat orang bahagia. Senang membaca posting ini kerana mencerahkan minda untuk selalu menghargai teman yang sudah berkunjung ke blog kita.

    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    Disukai oleh 4 orang

    1. Wa’alaikumsalam wr.wb…
      Betul sekali mba Fatimah, saling berbagi bahagia meski hanya dgn senyuman saja sudah bisa membuat orang lain bahagia. Di sini satu lagi bukti kebenaran firman Tuhan spt yang terungkap di atas.. Terima kasih mbak Fatimah atas kunjungannya dan juga komentarnya yang menarik.
      Salam hormat dari Dompu

      Disukai oleh 1 orang

  4. Dan tidaklah kebaikan dibalas melainkan dengan kebaikan pula.. Jika kita memberikan kebahagiaan berupa kebaikan kepada orang lain, janjiNya membalas kita dengan kebaikan (yang pada akhirnya membuat kita bahagia) pula. Meski manusia yang kita baiki tidak membalasnya.

    Disukai oleh 3 orang

    1. Betul sekali mas Wisnu, dan saya sangat yakin bhw bila kita berbuat baik pd orang lain maka kitalah yg pertama merasakan kebahagiaan itu sbg bonus dari Allah. Smg bisa terus mengisi hidup kita dgn berbagi kebaikan dengan sesama, aamiin. Terima kasih sdh beruknjung dan komentarnya mas.
      Salam dari Dompu

      Disukai oleh 3 orang

  5. Ya betul sekali apa yang disampaikan mas Wisnu, yaitu munculnya hormon endofrin pada saat kita bahagia, tidak pada saat sedih atau marah. Dan semua itu hanya akan terjadi bila Tuhan ridho pada apa yang kita kerjakan. Terima kasih sdh berbagi ilmu bermanfaat.

    Disukai oleh 2 orang

    1. Betul sekali apa yang mas katakan, terima kasih ya sudah berkenan mampir di blog saya. Saya selalu senang bersapa dengan siapapun yang datang. Terima kasih mudah-mudahan blog ini bermanfaat ya mas, aamien.
      Salam persahabatan selalu

      Disukai oleh 1 orang

    1. Alhamdulillah, terima kasih mas untuk kunjungan dan komentarnya tentang artikel di atas sebagai konformasi dan konfirmasi kebenaran akan adanya bahagia yang kita rasakan sebagai efek dari membahagiakan orang lain (Teori tarik-menarik).
      Salam takzim dari Dompu

      Disukai oleh 1 orang

  6. Benar memang…namun…hati hati…kadang orang lain tersebut mengerti bahwa niat kita baik …membutuhkan waktu dan proses di hatinya…
    Seperti melepaskan anjing terjepit…maksud baik , kita di gigit, tapi tetaplah berbuat baik dgn ‘bijak’ upah kita di sorga…amin

    Disukai oleh 1 orang

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s