Lihatlah Ke Bawah

 

imageedit_4_2398291923.jpg
pixabay.com

Dengan sedikit menyimak judul di atas, anda sudah bisa menebak apa sebenarnya makna yang terkandung dalam ungkapan itu. Dalam sebuah hadisnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengingatkan para sahabatnya dan tentunya kepada kita semua, agar melihat ke bawah yaitu melihat dengan mata hati akan orang-orang yang kurang beruntung dibanding kita. Beliau juga mengingatkan bahwa ketika anda melihat orang-orang di level atas yang memiliki beberapa kelebihan harta dan segala fasilitas yang tidak atau belum kita miliki, maka segeralah anda merenungkan bahwa ternyata kita masih lebih beruntung dibandingkan orang-orang di level bawah kita dalam hal harta dan dunia.

Dengan demikian, mudah-mudahan kita tersadarkan dan segera bersyukur atas begitu banyak nikmat Allah shubhanahu wata’ala yang telah kita terima selama hidup. Dan insya Allah kita akan tetap merasa bahagia secara batiniah meski tidak berlimpah harta.

imageedit_16_9696359042
pixabay.com

Dalam hidup ini kita pasti menginginkan punya harta dan segala fasilitas yang memudahkan kita untuk mendapatkan kenyamanan hidup atau boleh disebut dengan kebahagiaan hidup di dunia (sifatnya materi). Dan hal ini adalah sesuatu yang wajar, dan agama juga tidak melarang kita  untuk itu, asalkan tidak sampai berlebihan dan menghalalkan segala cara dalam mendapatkanya. Betapa banyak orang yang terkesima dengan kilauan harta orang lain. Tidak pernah merasa cukup dengan harta yang ia miliki. Jika sudah mendapatkan suatu materi dunia, dia ingin terus mendapatkan yang lebih. Jika baru mendapatkan motor, dia ingin mendapatkan mobil, dan seterusnya sampai pesawat pun dia inginkan. Itulah watak manusia yang tidak pernah puas.

imageedit_20_7264877121
pixabay.com

Jika orang sudah tidak pernah merasa puas dengan apa yang dia punya, maka dia akan terus berangan-angan dan bahagiakah yang dia rasakan?  Hanya dia yang tahu jawabannya, tetapi umumnya orang mengatakan bahwa orang seperti itu, tidak bahagia karena tidak pernah merasa puas. Karena itu, sekali lagi saya harus mengatakan di sini, bahwa bahagia itu sederhana sekali, yaitu cukup menerima apa yang kita miliki, lalu mensyukurinya karena itu pemberian Allah shubhanahu wata’ala.

imageedit_16_5838787607
pixabay.com

Melihat ke atas, tidak juga dilarang asalkan dalam hal-hal yang bisa memotivasi kita untuk mendapatkanya, seperti melihat orang-orang yang tingkat pendidikannya tinggi. Melihat ke bawah, sebenarnya adalah sebuah jalan menuju kebahagiaan batin, yang pada gilirannya akan menjadikan badan kita sehat. Melihat ke bawah dalam hal harta dan dunia insya Allah akan membuat kita bisa lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi hidup ini…Wallahu a’lam.

Demikian catatan singkat sebagai refleksi hari-hari ku, semoga bermanfaat.

SPARK OF CONTENT :

Look down, to those who are less fortunate than us. Thus, hopefully we awakened and immediately give thanks to Allah Almighty God for so many blessings that we have received during our life. And God willing, we will continue to feel happy inwardly though not abundant treasures. Looking up, nor prohibited as long as the things that can motivate us to obtain them, such as seeing people who are high-level education and we are motivated. Looking down, is actually a path to inner happiness, which in turn will make our body healthy. Looking down the world in terms of wealth and God willing, will allow us to be wise and prudent in dealing with this life.

8 thoughts on “Lihatlah Ke Bawah

  1. Dulu, akupun dilarang untuk terlalu sering melihat keatas. Karena takut kurang bersyukur

    Namun skrg aku paham bahwa melihat ke bawah untuk mensyukuri keadaan sekarang & melihat ke atas untuk motivasi diri.

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih mas Whyu atas kunungannya, dan syukur alhamdulillah bila postingan sederhana ini bisa memberi pencerahan dan bermanfaat bagi mas Wahyu dan juga insya Allah bermanfaat bagi pembaca-pembaca lainnya. amien.
      Terima kasih dan salam hangat dari saya di Dompu

      Like

    1. Betul sekali Wooclip, tebakannya jitu. Terima kasih atas kunjungannya yah, sering-sering silaturrahmi ya biar panjang umur sehat dan bahagia. Amien.
      Salam kenal dari saya di Dompu

      Like

  2. Betul pak syam, dalam menjalani hidup bahkan harus bisa memandang denga multi dimensi yaitu kebawah, keatas, samping kiri dan samping kanan, sisi depan serta sisi belakang.
    Kebawah untuk selalu bersyukur, Keatas untuk memotivasi, samping kiri dan kanan untuk tidak menyinggung orang lain atas perbuatan kita, ke belakang untuk belajar dari masa lalu dan ke depan untuk sebuah perencanaan.

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih mas Edi atas komentarnya yang jujur dan sangat komplit ini. Jujur,saya malah tak terpikir sampe sekomplit itu memandangnya. Syukur alhamdulillah kalau begitu saya mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan yah dari mas Edi. Hanya saya tambahkan sedikit, bahwa ke depan untuk perencanaan dan harapan serta doa.
      Terima kasih, salam dari saya di Dompu

      Like

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas AR Syamsuddin….

    Sungguh menyentuh hati membaca tulisan di atas. Kita patut merasa malu dengan Rasulullah SAW dan para sahabatnya kerana mereka memilih hidup sederhana walau mereka kaya dengan harta. Kita patut bersyukur dengan apa yang ada dan jangan tamak dengan dunia kerana ketamakan dunia membuat kita melakukan apa sahaja untuk memenuhi nafsu yang bermaharajalela.

    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    Liked by 1 person

    1. Wa’alaikumsalam wr.wb. mba Fatimah…
      Terima kasih mba Fatimah sudah berkenan mampir di blog The Re-Created, juga telah memberikan komentarnya yang mencerahkan hati. Iya betul sekali mba Fatimah, kita sesungguhnya belum bisa meneladani uswah hasanah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam kesederhanaan hidup. Kita sebenarnya sudah mencapai kenyamanan hidup dalam harta dunia, namun kadang belum merasa puas, masih saja ingin lebih dan lebih hingga tak jarang pula menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Oleh karenanya, sangat perlu kita melihat ke bawah ya mba, pada nasib orang-orang yang kurang beruntung agar kita bisa menerima dan mensyukuri apa adanya pemberian Allah Shubhanahu wa ta’ala.
      Salam takzim kembali dari Dompu

      Like

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s