Bahagia Itu Milik Orang Beriman

6335767853_8074207337_z
Yahoo image.com

Sungguh kebahagiaan itu benar-benar menjadi dambaan setiap orang, siapapun dia  dan apapun agama dan keyakinan yang dianutnya. Maka berimanlah anda secara penuh pada agama yang anda peluk saat ini, jangan setengah-setengah, insya Allah anda pasti bahagia. Bahagia yang dimaksudkan pada judul tersebut adalah kebahagiaan yang hakiki dan langgeng yang letaknya di dalam hati setiap orang yang beriman. Jadi bahagia itu betul-betul hanya miliki orang-orang beriman. bukan milik orang-orang yang tidak beriman. Mengapa bisa begitu keadaannya? Karena kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang beriman itu adalah bersumber dari keimanannya kepada Tuhan (Allah Shubhanahu wata’ala) untuk muslim/mukmin.

Terkait hal ini saya mengutip beberapa alenia dari tulisan Ibnu Anwar berikut ini.

“Kebahagiaan adalah sebuah keadaan di mana hati manusia merasakan kedamaian dan ketenteraman. Keadaan tersebut tidak bergantung pada wujud kebendaan atau raga manusia, melainkan bergantung pada suasana dan keadaan ruhani mereka masing-masing. Semenjak kebahagiaan selalu terletak di dalam hati, maka keterbatasan raga seperti apapun yang dimiliki oleh manusia pada dasarnya tak akan pernah menjadi penghalang bagi kebahagiaan mereka.” (Era Muslim-Media Islam Rujukan)

Ketenangan dan kebahagiaan adalah karunia Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman. Tentang hal ini Allah berfirman:

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. Al Fath [48]: 4)

Demikian Allah shubhanahu wata’ala menjelaskan dalam firman-Nya bahwa orang-orang beriman akan mendapatkan tambahan dalam hati mereka ketenangan (sakinah) dari Allah shubhanahu wata’ala sehingga keimanan mereka akan selalu bertambah dari waktu ke waktu, tentu saja sesuai dengan keteguhan hati (istiqomah) mereka dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman :

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Taubah [9]: 26)

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al Fath [48]: 18)

Mengapa orang-orang beriman selalu bahagia? Beberapa kutipan berikut ini adalah jawabannya, juga karena :

  1. Visi dan misi hidupnya di dunia yang sebentar ini sangat jelas arah tujuannya yaitu ingin sekali ridho Alloh, tidak geer karena pujian, tidak sakit hati karena hinaan, tidak minder karena keadaan, tidak mudah menyerah menghadapi ujian hidup (QS. Al-Bayyinah : 5) “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
  2. “Al iimaan al amnu”, iman kepada Alloh itu membuat hidupnya tenang, damai, aman dan bahagia sekali (QS. al-An’am : 82) Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
  3. Tidak ada yang ditakutinya selain Alloh (QS. Al-Baqoroh : 150) “Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.”
  4. Ia serius taat, tidak maksiat (QS. Yunus : 62). “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
  5. Selalu baik sangka, tidak berprasangka buruk, tidak ada dengki dan tidak suka mencari aib orang lain, justru ia sibuk dan asyik muhasabah diri (QS. Al-Hujarat : 12) “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
  6. Keinginannya yang kuat untuk bahagia di akhirat itulah yang membuatnya sibuk dengan ibadah, amal sholeh, kemuliaan akhlak dan semangat dalam perbaikan dan kebaikan (QS. Al-Ankabut : 69) Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
  7. Tawakkalnya yang kuat kepada Alloh sehingga ia pun dalam perlindungan Alloh (QS. Ath-Tholaq : 3). “……Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Muhammad W.Budiman, Cahaya Wahyu-Menerangi Seluruh Alam Raya)
th (85)
Yahoo image

Dari urairan di atas dapat saya simpulkan bahwa bahagia itu hanya milik orang-orang beriman. Mengapa, karena orang-orang beriman sajalah yang senantiasa inggat pada Allah Shubhanahu wata’ala. “ALAA BIDZIKRILLAHI TATHMAINNUL QULUB” Yang artinya : “Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati akan tenang” (QS. Ar Ra’du :28). Tidak akan pernah ada kebahagiaan dalam diri dan hati orang-orang yang tidak beriman, selain hanya kesenangan dan kepuasan yang sifatnya sesaat karena hanya bersumber dari harta dan dunia. Karena mereka tidak punya visi yang ingin di raih di akhirat kelak@ Wallahu a’lam.

Demikian yang bisa saya simpulkan dari tulisan ini, barangkali ada pandangan yang berbeda dari para pembaca, saya tunggu share-nya.

SPARK OF CONTENT :

Tranquility and happiness is a gift of God which is given only to those who believe. Concerning this Allah says: “It is He Who sent down tranquility into the hearts of the believers so that their faith to grow in addition to their faith (which already exist). And Allah belong the armies of heaven and earth and Allah is ever Knower, Wise. “(QS. Al-Fath [48]: 4) Why are people of faith are always happy? because: 1. The vision and mission of his life in a world that is very clear briefly toward his goal of wanting all the blessings of Allah, 2. “Al iimaan al amnu” faith in Allah that makes life calm, peaceful, secure and happy once, 3. No feared besides Allah, 4. he seriously disobedient, immoral, 5. Always good thought, no prejudice, no envy and dislike looking disgrace of others, instead he was busy and engrossed muhasabah themselves, 6. strong desire to happy in the afterlife that’s what makes it busy with worship, pious charity, moral glory and the spirit of improvement and kindness, 7. Strong faith to Allah that he was under the protection of Allah Almighty God.

Related articles :

  1. Bertaubatlah sebelum ajal menjemput
  2. Etika memberi nama anak dalam Islam
  3. Ingat dan pelihara selalu tujuan baik
  4. Bersikap tenang dan kendalikan emosi
  5. Menghargai hak dan kepentingan orang lain
Iklan

24 thoughts on “Bahagia Itu Milik Orang Beriman

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s