Mestinya Kita Malu Pada Se-ekor Lebah

imageedit_3_3161357522
Pixabay.com

Belajar Dari Seekor Lebah

Seekor hewan kecil mungil yang bermanfaat besar bagi mahluk yang lainnya terutama manusia. Itulah dia seekor lebah, yang pola dan gaya hidupnya penuh dengan kebaikan dan kemanfaatan. Cara kerjanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya begitu mengagumkan, bukan hanya karena ia selalu memakan sari bunga yang bersih dan manis, tapi juga ia tak pernah membawa masalah atau kerusakan pada dahan dan ranting pohon atau bunga tempat ia mengambil sarinya. Ia hanya mengambil sari dari setiap bunga secukupnya, tidak akan pernah berlebihan, sehingga pohon dan bunganya tetap hidup dan tidak akan terganggu hidupnya karena dihisap sarinya oleh seekor lebah. Dan, “mestinya kita malu pada seekor lebah.”

imageedit_3_2541716385
Pixabay.com

Masya Allah, mengapa kita harus malu? Ya karena manusia (kita ini), sudah diberi akal dan pikiran dan juga hati untuk membaca dan menganalisa serta merenungkan ayat-ayat Allah Shubhanahu wa ta’ala, baik ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah-Nya yang bisa kita jadikan pelajaran (ibrah) sebagaimana halnya pada seekor lebah. Memang sih, seekor lebah yang pola dan gaya hidupnya yang penuh dengan kebaikan dan kemanfaatan itu sudah diseting sedemikian rupa dari sananya oleh Allah Shubhanahu wata’ala, tapi pertanyaannya, apakah kita tidak merasa malu pada Tuhan yang telah memberikan begitu banyak nikmat-Nya pada kita? Tentu saja kita pasti merasa malu jika kita memang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Karena hanya orang-orang beriman yang memiliki rasa malu.

bee-515023__180
Pixabay.com

Agar kehidupan ini menjadi indah, menyenangkan dan sejahtera tentu membutuhkan manusia-manusia seperti itu, yang sifat dan karakter dirinya seperti lebah.  Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera. Hal ini memberi inspirasi dan pelajaran kepada kita, bagaimana seharusnya kita mencari dan mendapatkan rezeki yang halal dan baik untuk kita dan anak serta istri kita di rumah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)-(Dakwatuna.com)

 

imageedit_5_3003589577
pixabay.com

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)-(Dakwatuna.com)

Ada beberapa sifat dan karakter dari seekor lebah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dan sebagai pola hidup, di antaranya :

1.  Kehadirannya bermanfaat dan tidak merusak.

imageedit_1_3902582205
pixabay.com

Tubuhnya yang kecil mungil membuat ia mampu terbang dan hinggap di mana saja tanpa merusak tempat di mana ia berhenti. Sekecil apapun dahan dan ranting pada pohon atau bunga yang ia hinggapi tak akan ada yang patah. Hal ini memberikan inspirasi kepada kita untuk selalu bisa beradaptasi dengan baik di manapun kita berada, dan tidak membawa masalah atau kerusakan di lingkungan itu dan sedapat mungkin bisa membawa manfaat dan kebaikan bagi lingkungan di manapun kita berada.

2.  Tidak mengganggu jika tidak diganggu.

imageedit_9_9641938507
pixabay.com

Yang ini adalah sifat kesatria, di mana ia akan bersikap bersahabat dan tidak membahayakan siapapun sepanjang tidak diganggu. Tetapi sekali ia diganggu, maka mereka serempak akan menyerang dan mengejar musuh atau pengganggunya ke manapun pergi meskipun musuhnya bersembunyi (menyelam)di sungai, mereka tetap akan menunggu hingga muncul kembali dan segera menyerang dan menyengat. Hal ini merupakan pelajaran bagi kita dalam mempertahankan harga diri dan kehormatan diri maupun keluarga, bangsa dan negara kita apabila ada orang atau pihak yang mencoba menggangu dan menginjak-injak kehormatan diri dan bangsa, maka taruhannya adalah nyawa sekalipun.

3.  Tidak menghasilkan kecuali yang terbaik.

imageedit_13_9838238824
Pixabay.com

Seekor lebah dalam mencari bahan makanan tidak akan pernah mendatangi tempat atau sumber yang kotor. Ia akan selalu memilih sumber-sumber makanan yang bersih, segar dan tentunya yang manis, sehingga ia tidak akan menghasilkan sesuatu kecuali dengan kualitas terbaik. Dengan sifat dan karakter lebah seperti ini, maka kita dapat mengambil pelajaran, tentang bagaimana seharusnya kita memilih yang terbaik di antara sekian banyak rezeki dan karunia yang disediakan oleh Allah shubhanahu wata’ala untuk kita persembahkan buat keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Dengan demikian kita bisa berharap akan menghasilkan juga kemanfaatan dan kebaikan bagi keluarga dan mansyarakat di lingkungan kita.

Demikian catatan singkat ini, semoga bermafaat dan kita bisa mengambil pelajaran dari sifat dan falsafah hidup seekor lebah. Wallah a’lam.

SPARK OF CONTENT :

Prophet Muhammad sallallaahu ‘alaihi wasallam said, “The Parable of the believers are like bees. He is eating clean, pull something clean, perched on a clean and does not damage or break (its host). “(Ahmad, Al-Hakim, and al-Bazzar). There are several nature and character of a bee that we can take it as a lesson and as a pattern of life, including: 1. It’s beneficial presence and not damage  2. Unobtrusive if it is not  disturbed  3. It does not produce but the best. How it works in meeting their needs so remarkable, not just because he always takes the nectar of flowers were clean and sweet, but he never brought any problems or damage to the branches and twigs of trees or flowers where he took the juice. He just took the essence of each flower to taste, will never be excessive, so the trees and flowers are still alive and will not be disrupted her life because the juice is sucked by a bee. And, “we should be ashamed of a bee.”

Related articles :

  1. Ya Allah, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami
  2. Mengenal dan memiliki visi ke surga
  3. Demi masa
  4. Manfaat puasa bagi kesehatan
  5. Syukurilah semua pemberian Allah pada kita
  6. Maafkanlah orang lain dengan ikhlas, anda akan sehat
  7. Cinta dan benci karena Allah
  8. Belajar ikhlas dalam beramal dan beribadah
  9. Bait-bait rindu
  10. Ijinkan aku bercerita

8 thoughts on “Mestinya Kita Malu Pada Se-ekor Lebah

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas AR Syamsuddin…

    Allahu Akbar ! Lebah makhluk hebat yang namanya disebut di dalam al-Quran. Memang benar jika membaca coretan mas di atas, ternyata lebah mempunyai sifat taqwa yang tinggi. Hidup mengikut sunnatullah, terbimbing dari jalan kesesatan dan tidak merosakkan. Walau hanya ada naluri tanpa akal, namun tahu memilih yang terbaik untuk sumbangannya kepada manusia.

    Hanya manusia sahaja yang tidak mahu mengambil ibrah dari kisah lebah. Memang kita patut malu pada lebah yang taat menurut perintah Allah SWT. Bersusah payah untuk manusia yang sudah tentu redha apabila sarangnya dirosak untuk mendapatkan madunya.

    Salam hormat takzim dari Sarikei, Sarawak.

    Liked by 1 person

    1. Wa’alaikum salam wr.wb. mba Fatimah…
      Iya.., masyaAllah, betapa hebatnya dan sempurnanya Sang Maha Pencipta alam ini, Allah SWT. Betul sekali mba Fatimah, pada seekor lebah ternyata sudah ada sifat dan karakter sebagai seorang beriman dan bertaqwa yang yang tinggi. Meski hanya berupa insting bawaan yang telah disematkan padanya oleh Allah SWT. dan berjalan sesuai dengan sunnatullah, begitu mengagumkan dan di situ ada ibrah pelajaran yang terbaik bagi manusia. Namun sayang, tidak semua bisa mengambilnya, karena hanya orang yang beriman saja yang bisa dan mau mengambil pelajaran dari nya… Semoga kita bisa belajar dari seekor lebah.
      Salam takzim kembali dari Dompu

      Like

    1. Iya betul Pak Ust.Ahmad, sungguh banyak ibrah yang bisa kita ambil dari lebah, dan ini hanya sekelumit yang bisa saya tuangkan dalam coretan ini, semoga bermanfaat.
      Salam takzim dari Dompu

      Like

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s