Semuanya Sudah Sangat Terlambat

imageedit_104_9604955624
pixabay.com

Pada judul di atas, saya hendak mengungkapkan betapa ikhtiar dan usaha yang kami lakukan dalam mengobati penyakit yang diderita anak kami sudah sangat terlambat, mengapa terlambat? Ikuti kisah selengkapnya berikut ini.

Sebenarnya tidak ingin mengingatnya kembali. Karena hanya akan membuat hati ini sedih, lalu lebih baik melupakannya. Mungkin ada saja orang yang berpikiran seperti itu. Tapi rasanya..tidak tega hati ini, bila kenangan manis bersama orang-orang yang kita cintai, bahkan amat kita cintai dibiarkan sirna begitu saja dari memori kita. Karena apa? Ya karena tidak adil rasanya. Dan, kalau itu yang kita lakukan, sepertinya kita sudah tak mencintai dia lagi dan tidak mau lagi mengingatnya. Karena itu, meski harus menahan rasa rindu dan sedih, saya coba merangkai kembali kisah sedih 6 tahun silam dalam artikel ini.

Saya coba merangkai dan menghadirkan kembali kisah-kisah bersamanya. Sedih memang, tapi saya menikmatinya, menikmati rasa sedih dan rindu itu karena mencintainya, karena menyayanginya. Dia anak bungsu tercinta kami (Muhammad ‘Alauddin Ramiz). Dia sudah tiada.

Kurang lebih 13 tahun kami telah bersama dalam sebuah keluarga yang menurutku amat bahagia, sebelum ia pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Saya sendiri termasuk orang yang betah di rumah, senang berkumpul dengan mereka, makan bersama, bepergian bersama, pokoknya selalu bersama. Tentu, sebagai seorang ayah yang hanya punya anak laki-laki satu-satunya, saya menjadi begitu protektif terhadapnya.

Saya juga tidak jarang menegur agak keras, bahkan marah bila kakak-kakanya membuat dia menangis. Saya sering mencemaskan ketiga anak ku, lebih-lebih si bungsu. Menghawatirkan keamanannya dan keselamatannya. Bahkan tidak jarang dalam tidur, saya bermimpi dan melihat dia mendapat musibah, seperti jatuh di sumur dan banyak mimpi-mimpi buruk lain sejenisnya. Tapi untuk menghibur diri, saya menganggap itu hanya mimpi dan bunga tidur saja. Dia, anak baik dan penurut, dan tidak pernah bermasalah dengan teman sebaya, namun terkadang justru ada di antara teman-temannya yang menjahili dia. Namun kebanyakan menyenangi dia, bahkan di hari-hari libur sekolah mereka datang menemuinya di rumah untuk bermain.

Ketika di SD, dia aktif ikut serta dalam berbagai kegiatan sekolahnya. Berbagai kegiatan lomba yang diselenggarakan pada setiap peringatan hari-hari besar nasional di kabupaten, seperti lomba gerak jalan, lomba upacara bendera, dan sejenisnya, baik lokal kabupaten maupun tingkat provinsi,, selalu dilibatkan oleh sekolahnya. Bahkan sekolah memilihnya sebagai komandan, baik komandan upacara maupun komandan regu gerak jalan. Dari berbagai lomba yang dikutinya, dia bersama timnya, selalu mendapat piagam pernghargaan. Tentunya, semua ini merupakan hal yang menyenangkan bagi kami, kedua orang tuanya.

Ada satu ketika di tahun 2007, dimana pihak sekolah sudah sekian lama mempersiapkan mereka, dalam arti melatih mereka dalam sebuah tim lomba upacara bendera tingkat provinsi, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan 17 Agustusan, dan dia lagi-lagi terpilih sebagai komandan dalam lomba upacara bendera itu.

Tetapi sialnya, lomba yang sudah lama dipersiapkan itu, tiba-tiba batal diselenggarakan, karena ada sesuatu hal yang menurut pihak sekolahnya, kalau tidak salah pada saat itu, menyangkut masalah dana transportasi, konsumsi dan akomodasi mereka di sana. Karena dia dipercaya sebagai komandan, maka pada saat pertemuan dengan pihak sekolah untuk memberitahukan pembatalan itu, diapun diundang dalam pertemuan itu termasuk saya sebagai orang tua murid turut diundang. Disitu, sepertinya dia tidak terima dan kelihatan sangat kecewa sekali. Mungkin karena dia bersama timnya sudah sangat yakin untuk berlaga di tingkat provinsi dan siap untuk mempersembahkan kembali piagam penghargaan untuk mengangkat nama daerahnya dan juga nama sekolahnya. Pertemuan selesai dan kamipun pulang. Dia nampak masih sangat kecewa, apalagi di luar, teman-teman timnya sudah menunggu untuk menanyakan berita hasil pertemuan itu.

Dia hanya menjelaskan kepada teman-temanya, “batal”. Melihat situasi itu, saya putuskan untuk mengajak dia pulang ke rumah. Dia sempat mengelak pulang, mungkin karena pikirannya masih kacau. Tapi akhirnya dia mau, dan saya langsung membonceng dia pulang. Di tengah jalan, saya memberi semangat dia, bahwa masih ada kesempatan lain, kalian belum gagal, hanya kesempatan ini tertunda, karena ada sesuatu halangan. Itulah, kisah terakhir dia berlaga di berbagai kegiatan lomba sekolahnya di SD.

Dari segi kesehatan, memang sakit yang sering diderita adalah demam. Bahkan demamnya cenderung berulang dalam kurung waktu satu hingga dua bulanan, tapi saya mengira itu sakit panas biasa seperti malaria atau tipes, sesuai penjelasan dokter yang memeriksanya pada beberapa tahun sebelumnya. Tidak ada sakit yang lain, hanya demam itu, dan setelah berobat ke dokter, biasa sakit panasnya, segera sembuh dan biasa kembali lincah bermain dengan teman-temannya.

Memang pernah ada kecurigaan dan kekhawatiran dalam hati saya, jangan-jangan ada penyakit dalam yang berat. Tapi kecurigaan dan kekhawatiran saya itu, lambat laun hilang, karena melihat keadaan dia yang kian hari semakin lincah bermain dan tidak menunjukkan tanda-tanda ada penyakit lain selain demam tipes seperti yang dijelaskan dokter. Ketika di SD, memang saya hanya membawa dia ke dokter umum, karena pada kala itu di daerah kami belum ada dokter spesialis penyakit dalam. Barulah pada akhir -akhir dia di sekolah dasar, yakni pada saat dia kelas 5 dan kelas 6, ada dokter spesialis penyakit dalam. Saya coba bawa dia ke dokter itu dan pada saat itu, dokter mengatakan bahwa yang diderita oleh anak saya adalah penyakit hepatitis.

Karena pada saat itu, wawasan saya tentang hepatitis ini masih bleng alias awam, maka saya pun menanyakan pada dokter, sebenarnya hepatitis itu penyakit apa dokter? dokter bilang bahwa hepatitis itu kalau istilah yang umum dikenal masyarakat kita, adalah penyakit kuning. Dalam hati saya berkata, kalau yang ini, saya sering mendengarnya, namun demikian saya masih juga awam tentang apa dan bagaimana sifat penyakit ini. Karena itu sayapun bertanya lagi pada dokter, jadi penyakit anak saya ini bisa disembuhkan atau tidak , dokter? Kata dokter pada waktu itu, “bisa , bisa disembuhkan dengan obat saya”, begitu jawab dokter pada saat itu. Tidak ada penjelasan atau nasihat dokter yang menganjurkan agar saya segera memeriksakan penyakit anak saya ke dokter/rumah sakit lain yang lebih tinggi misalnya di provinsi. Karena itu, sayapun yakin kalau penyakit anak saya akan bisa sembuh di tangan dokter spesialis itu.

Di pertengahan tahun 2007, dia tamat sekolah dasar, dan saya melanjutkan sekolahnya di SMP negeri 1 Dompu, yang merupakan SMP favorit di daerah kami. Di sanapun (di SMP negeri 1 Dompu) dia masih dipakai oleh sekolahnya dalam berbagi kegiatan lomba terutama untuk memperkuat tim lomba gerak jalan dan upacara bendera. Hari demi hari waktu terus berlau, dia pun sudah hampir naik ke kelas yang lebih tinggi yaitu kelas 2. Pada kala itulah, saya melihat kondisi kesehatannya terus menurun. Pakaian seragam sekolahnya yang selama ini pas dengan badannya, sekarang sudah mulai longgar, karena badannya mulai kurus karena asupan makanan sudah tak bisa banyak lagi akibat terganjal oleh kanker.

Ternyata, stadium penyakitnya pada saat itu sudah berada pada stadium lanjut, dan segera saya putuskan untuk membawa ke Mataram tepatnya di Rumah Sakit Bio-Medika Mataram. Di sana, diketahui setelah melalui pemeriksaan darah dan USG, ternyata penyakitnya sudah berubah nama, yaitu menjadi Hepatoma atau biasa dikenal dengan kanker hati, yang tingkat keparahannya sudah mencapai 80 %. Namun, sebelum semua itu menjadi jelas, yaitu pada saat saya bersama dia menunggu giliran dipanggil oleh dokter, dia sempat memberi tahu saya, kalau di perut bagian ulu hatinya mengeras dan membengkak. Saya kaget dan penasaran, lalu saya coba meraba di bagian tubuh yang dikatakannya, dan ternyata memang ada benjolan besar sekira buah mangga. Lalu dengan nafas sesak karena terkejut, saya tanya dia, kenapa tidak bilang papa sejak dulu nak? Dia menjawab, tidak tau papa. Di saat itu pula, dokter memanggil, dan kami berduapun masuk. Setelah saya memberi tahu dokter tentang maksud kami, lalu dokter menyuruh dia tidur telentang di ranjang.

Di saat itulah pertama kali saya melihat dan mengetahui bahwa sebenarnya penyakit anak saya sudah sangat parah. Setelah melihat dan memeriksa, dokter hendak memberitahu saya apa dan bagaimana status penyakit anak saya, namun untuk tidak didengar oleh anak saya, dokter meminta saya untuk berbicara berdua saja dengan saya, dan anak disuruh menunggu di luar bersama mama nya. Setelah mengantar anak ke mama nya, saya kembali lagi ke dokter. Dokter bilang, bahwa penyakit anak saya sudah sangat parah dan sudah terlambat untuk bisa disembuhkan. Mendengar perkataan dokter itu, saya merasa seperti disambar petir, dunia seakan kiamat, karena merasa kaget, tidak percaya bercampur sedih…”cepat atau lambat dalam kurun waktu tiga bulan, anak saya akan meninggal dunia”, itu vonis dokter pada saat itu. Jadi, Bapak bersabar yah, sambil berdoa mudah-mudahan ada keajaiban. Itu saran dokter pada saya saat itu. Mendengar itu, saya pun teringat pada sebuah ungkapan :

“Anak adalah anugerah terindah. Kehilangannya membuat duka tak terperi. Namun anak kita bukan milik kita, anak hanyalah titipan dari Allah Swt Yang Maha Pencipta. Allah Swt dapat mengambilnya kapan saja Dia mau. Anak bisa menjadi ujian buat kita dan bila kita bersabar menerima ketentuan Allah Swt maka Allah Swt menyukai hamba-hamba-nya yang sabar.”

Sebenarnya, kisah ini masih cukup panjang untuk diuraikan di sini, namun untuk segmen ini saya cukupkan sampai di sini saja, dan kelanjutan kisah ini bisa anda baca di sini dengan judul “Selalu Ada Kebahagiaan Di Penghujung Kesedihan”.

SPARK OF CONTENT :

Maybe there are people who think that death no longer need to remember, but for me it’s not fair, because if so then it means we have hated him or forget him. , when the sweet memories with those we love, even so we love left just vanished from our memory. Because of what? Yes because it would be grossly unfair. And, if that’s what we do, we seem to have not love him anymore and no longer want to remember. Therefore, although I had to withstand a sense of longing and sadness, I tried reassembling the sad story six years ago in this an article. I try to assemble and bring back stories with him. Sad indeed, but I enjoyed it, enjoyed the feeling of sadness and longing that because of love, because love him. He was our beloved youngest son (Muhammad Alauddin Ramiz). He was gone. Approximately 13 years we have been together in a very happy family, at least on my thought, before he left us for ever. I myself among those who feel at home happy hanging out with them, eating together, traveling together, just be together. Naturally, as a father who just had a son the only one, I become so protective of him. I write this article and also a poem to remember him.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

download (36)
Yahoo image

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Berbagai penelitian telah mengungkapkan adanya mukjizat puasa ditinjau dari perspektif medis modern. Dalam penelitian ilmiah tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin hemotologi dan fungsi neuro psikiatri.

Penelitian untuk analisis atau penelitian terhadap berbagai abstrak terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait

Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehtan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi ke dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Bulan Ramadha adalah bulan yang paling dinanti oleh umaat muslim.Ia adalah bulan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Saat itu dianggap sebagai bulan yang penuh berkah, rahmah dan ampunan. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang, ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah Swt berupa kebahagiaan, pahala berlipat dan bahkan terdapat mukjizat dalam kesehatan

Bulan ramadhan adalah bulan yang spesial bagi umat Islam, kedatangannya merupakan suatu kegembiraan. Pantas saja, karena pada bulan ini Allah Subhanahu Wata’alamelimpahkan segala rahmat dan ampunan-Nya.

Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan Al-Baihaqi, dari Abu Mas’ud Rasulullah bersabda: “Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang tersedia di bulan Ramadhan, niscaya dia berharap bulan Ramadhan itu sepanjang tahun.”

Hadits tersebut jelas menggambarkan akan betapa banyaknya keutamaan yang terdapat pada bulan ramadhan. Namun ternyata, tidak saja keutamaan yang berdimensi ukhrowi, ramadhan dengan ibadah puasanya juga memberikan keutamaan ilmiah bagi kesehatan tubuh manusia yang menjalaninya.

Berbagai penelitian dan analisa medis telah menyebutkan bahwa puasa -sebagai salah satu ibadah utama pada bulan ramadhan- memiliki dampak positif yang sangat besar bagi kesehatan organ tubuh.

380124_354x50

Berikut adalah 10 manfaat puasa bagi kesehatan:

1. Membuang Racun Dalam Tubuh

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup pada zaman seperti sekarang ini cenderung lebih mengedepankan segala sesuatu yang bersifat instan, termasuk dalam hal makanan. Dan faktanya, makanan yang bersifat saji ini banyak mengandung zat kimia yang bisa menjadi racun serta berbahaya bagi tubuh.

Ternyata aktivitas puasa mampu menghilangkan racun yang sebagian besar tersimpan dalam lemak tubuh. Pada saat puasa lemak akan dibakar, dan terjadilah proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada saat berpuasa, terjadi peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) dan apoprotein alfa 1, serta penurunan LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang sering disebut koleterol jahat. Yang mana proses tersebut baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Tingginya kadar LDL akan berbahaya bagi jantung, dikarenakan hal tersebut berpotensi penumpukan di dinding pembuluh nadi koroner, yang akan menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran darah (arteriosclerosis). Akibatnya jantung akan kesulitan memompa darah. Namun aktivitas puasa mampu menurunkan LDL pada tubuh.

3. Baik untuk Kesehatan Mental

Dr. Ehret seorang ilmuwan bidang kejiwaan mengatakan: “Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik, dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.” Hal tersebut -sebagaimana pernyataan Dr. Ehret- terjadi, dikarenakan otak manusia memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang sakit atau mati akan “dimakan” oleh sel-sel neurogial ini, yang mana hal tersebut akan berdampak baik pada mental seseorang.

4. Memperlancar Sistem Pencernaan

Selama berpuasa, maka organ-organ pencernaan akan beristirahat. Namun fungsi fisiologis pencernaan tetap berjalan normal, terutama produksi sekresi pencernaan. Sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membersihkan tubuh dari sisa-sisa atau endapan makanan. Pengolahan makanan dalam sistem pencernaan juga relatif tetap stabil, pelepasan energi juga mengikuti pola yang bertahap.

Puasa juga akan membuat sistem pencernaan memperoleh waktu untuk merevitalisasi dan meningkatkan fungsinya. Namun untuk diperhatikan, aktivitas puasa tidak menghentikan produksi asam lambung. Sehingga bagi penderita maag terutama yang sudah akut, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan ahlinya sebelum memilih berpuasa.

5. Mengurangi Gula Darah dan Lemak

Selama berpuasa tubuh melakukan peningkatan glukosa agar bisa memperoleh energi. Glukagon juga diproduksi untuk membantu pemecahan glukosa. Hal ini berdampak pada pengurangan produksi insulin, yang dengan demikian maka akan mengurangi gula darah dalam tubuh. Dan ketika produksi glukosa habis, lemak yang tersimpan juga akan dibakar untuk menghasilkan energi. Ternyata puasa pun mampu membakar lemak tanpa harus melakukan diet berlebihan.

6. Menurunkan Hipertensi

Puasa juga menjadi salah satu metode untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Suasana spiritual yang tenang dan jauh dari amarah membuat adrenalin menurun dan menjadikan hormon lebih stabil. Hal ini mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Berdeda dengan Starvasi atau kelaparan yang dalam keadaan tertentu dapat mengganggu kesehatan tubuh, puasa justru sebaliknya. Ketika berpuasa maka terjadi peningkatan Limfosit dalam tubuh, yang mampu memberikan pengaruh sangat baik terhadap sistem kekebalan tubuh. Sehingga imunitas tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah terserang virus dan penyakit.

8. Meningkatkan Hormon Seksual

Dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa terdapat hubungan antara puasa dengan hormone dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati terjadinya penurunan kadar hormon kejantanan (testoteron_, perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) pada awal minggu pertama puasa. Namun dalam jangka panjang setelahnya, hormon testoteron dan performa seksual justru meningkat pesat melebihi sebelumnya.

9. Memperbaiki Fungsi Ginjal

Pengurangan konsumsi air selama puasa, ternyata sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal, juga meningkatkan kekuatan osmosis urin mencapai 12.000 ml osmosis/kg air. Hal ini sangat baik bagi kinerja dan fungsi ginjal. Selain itu, pengurangan konsumsi air juga dapat meminimalkan volume air dalam darah, sehingga mampu memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang akhirnya akan memacu fungi dan kerja sel darah merah.

10. Meningkatkan Kinerja Otak

Aktivitas puasa juga mampu meningkatkan neurotropik yang dapat membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel-sel otak, sehingga dapat meningkatkan fungsi otak. Juga kaitannya otak dengan pikiran, puasa yang mampu membuat pikiran menjadi lebih tenang dan melambat, ternyata justru mampu membuat pikiran menjadi lebih tajam.

Dalam penelitiannya, Mark Mattson, Ph.D ilmuwan bidang neurologi yang juga seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging menunjukkan bahwa secara signifikan puasa bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson.

Tidak hanya sebagai implementasi keimanan, dalam hal menjalankan perintah Allah. Ibadah puasa nyatanya juga mempunyai banyak keistimewaan termasuk manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Dengan niat yang lurus puasa tidak saja mengharap pahala, tetapi juga kesehatan yang harganya mahal itu. Semoga dengan ini, mampu membuat kita untuk lebih bersemangat dalam menjalani ibadah puasa. Wallahu ‘alam bishawab.

380124_354x50

Sumber : http://www.hidayatullah.com/

SPARKS :

Ramadan is a special month for Muslims, it’s arrival was a joy. No wonder, because in this month, God gives all the glory to Him bestow His mercy and forgiveness. As in the hadith narrated by Ath-Thabrani, Ibn Khuzaimah and Al-Bayhaqi, from Abu Mas’ud Prophet said: “If the man knows the amount of reward available in the month of Ramadan, surely he wished Ramadan was the time of year.” This hadith clearly will illustrate how many virtues contained in the month of ramadhan. However it turns out, not only virtue dimension ukhrowi, Ramadan with fasting worship also provide scientific primacy to human health is living it.

Dzikir Pagi Dan Petang Dan Keutamaannya

imageedit_93_8195141125
pixabay.com

Berdzikir berarti mengingat.  Berdzikir kepada Allah atau dzikrullah adalah mengingat kepada Allah shubhanahu wata’ala, zat yang maha pencipta alam semesta ini termasuk di dalamnya kita manusia. Pada dasarnya semua makhluk senantiasa berdzikir kepada Allah shubhanahu wata’ala dengan caranya masing-masing. Tetapi manusialah seharusnya yang paling berkewajiban untuk selalu mengingat atau berdzikir kepada Allah shubhanahu wata’ala. Mengapa, karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk-makhluk yang lain. Berikut ini saya sajikan sebuah artikel yang membahas tentang keutamaan dzikir pagi dan petang, semoga bermanafaat bagi kita dalam mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Straight Path

Sangat banyak ayat ataupun hadits yang menerangkan keutamaan berdzikir kepada Allah. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya (lihat edisi 29/III tentang dzikir-dzikir setelah shalat wajib). Jangan sampai harta, anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari berdzikir kepada Allah.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munaafiquun:9)

Di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk dibaca dan diamalkan adalah dzikir pagi dan sore. Dzikir pagi dilakukan setelah shalat shubuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Adapun dzikir sore dilakukan setelah shalat ‘ashar sampai terbenam matahari atau sampai menjelang waktu ‘isya.

Banyak sekali keutamaan dzikir pagi dan sore…

Lihat pos aslinya 1.660 kata lagi

Sabar Adalah Karunia Terindah

imageedit_10_2887677930

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa, “Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang dapat mengendalikan dirinya ketika sedang marah.” Hal ini bisa terjadi karena pada diri orang tersebut ada karunia yang amat berharga dari Allah shubhanahu wata’ala, yaitu sabar. Jadi di sini yang memegang peranan penting adalah sabar. Karena hanya dengan kesabaranlah kita dapat mengendalikan diri kita dalam situasi yang menekan (stressful situation). Kesabaran menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang datang silih berganti.

Meski terkadang pahit dan getir dalam menjalaninya, namun satu hal yang menyemangati kita untuk terus bersabar adalah buah manis dari kesabaran itu sendiri. Amat disayangkan jika kita tidak dapat meraihnya, karena Allah Swt telah berjanji akan memberikan ganjaran yang sangat besar bagi orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujian-Nya.

Sabar adalah akhlak yang sangat mulia. Ia menjadi hiasan para Nabi untuk menghadapi berbagai tantangan dakwah yang menghadang. Berhias diri dengan sabar hanyalah akan membuahkan kebaikan.

Inilah firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, agar kamu beruntung. (QS.Ali-‘Imran [3]:200).

“Bersabarlah!”

Demikian perintah Allah terhadap Rasul-Nya Muhammad  di dalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan sabar kaitannya dengan keimanan kepada Allah dan kaitannya dengan perwujudan iman tersebut dalam kehidupan dan terlebih sebagai pemikul amanat dakwah. Tentu jika anda menyambut seruan tersebut niscaya anda akan berhasil sebagaimana berhasilnya Rasulullah, keberhasilan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman:

“Maka bersabarlah kamu sebagaimana bersabarnya orang-orang yang memiliki keteguhan dari para rasul.” (Al Ahqaf: 35)

Sabarnya Ulul ‘Azmi

Siapakah yang dimaksud oleh Allah dengan ulul ‘azmi yang kita diperintahkan untuk mencontohnya?

  1. Nabi Nuh ‘Alahi salam sebagai rasul yang pertama kali diutus ke muka bumi ini adalah salah satu dari ulul ‘azmi. Beliau diutus kepada kaum yang pertama kali menumbuhkan akar kesyirikan di muka bumi. Tahukah anda bagaimana besar tantangan yang dihadapi? Coba anda renungkan ketika seseorang ingin mencabut sebuah pohon yang sangat besar yang akarnya telah menjalar ke segala penjuru, sungguh betapa berat pengorbanannya. Allah sendiri telah memberitahukan kepada kita dengan firman-Nya:

Dan demikianlah kami menjadikan bagi setiap para nabi seorang musuh dari syetan baik dari kalangan jin dan manusia.”(Al An’am: 112)

Yang dipilih pertama kali dari sederetan kaumnya yang menghadang dakwah beliau adalah keluarga yang paling dekat anak dan isterinya. Dengan perjuangan yang panjang dan berat, beliau dengan kesabaran bisa meraih kemenangan di dunia dan di akhirat. Allah mengatakan tentang beliau:

Sesungguhnya dia adalah hamba-Ku yang bersyukur.” ( Al Isra’: 3)

  1. Nabi Ibrahim  sebagai bapak orang-orang yang bertauhid juga sebagai salah satu ulul ‘azmi. Mendobrak keangkaramurkaan yang dilakukan oleh bapaknya sendiri dan kaumnya yang dipimpin oleh seorang raja yang dzalim.Bagaimanakah perasaan anda jika anda diusir dari belaian kasih sayang dan perlindungan bapak anda? Bapaknya yang dipilih oleh Allah untuk menghadang dakwah beliau yang berada di bawah cengkeraman raja yang mengaku diri sebagai tuhan. Dia harus menelan pil pahit angkara murka kaumnya yang dengan tega melempar Nabi Ibrahim ke dalam kobaran api yang sangat dahsyat. Namun apakah yang mereka bisa perbuat terhadap jasad beliau? Sia-sialah perbuatan mereka.

Di sisi lain beliau harus juga menerima ujian yang lebih pahit yaitu amanat dari Allah untuk menyembelih putra yang disayangi dan diharapkan sebagai calon penerusnya.

Bisakah anda membayangkan hal yang demikian itu? Kesabaranlah yang menyelamatkan dari semua ujian dan cobaan yang menimpa beliau.

  1. Nabi Musa dan ‘Isa adalah dua rasul yang diutus kepada Bani Israil dan sekaligus sebagai ulul ‘azmi. Tantangan yang dihadapi beliau berdua, tentu tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya dari kalangan para rasul Allah. Siapa yang tidak mengenal Fir’aun si raja kufur yang menobatkan dirinya sebagai Rabb semesta alam, raja tak berperikemanusiaan yang membunuh anak-anak yang menurutnya akan bisa menggoyahkan tahta kekuasaannya. Kesabaranlah yang menjadi kuncinya sehingga beliau berdua dibebaskan dari segala bentuk tantangan dan ujian yang sangat dahsyat.
  2. Nabi Muhammad sebagai nabi penutup dan imam para rasul juga termasuk salah satu dari ulul ‘azmi. Yang diutus kepada semua umat yang berada di atas dekadensi moral, kejahiliyahan dan keberingasan. Tentu tantangan yang beliau hadapi tidak kalah hebat dengan para rasul pendahulu beliau. Para rasul pendahulu beliau hanya diutus kepada kaum tertentu sedangkan beliau diutus kepada seluruh umat. Ini menggambarkan betapa besar tantangan yang beliau harus hadapi. Allah memilih keluarga beliau yang paling dekat menjadi penjegal perjalanan dakwah beliau. Mereka tidak berbeda dengan kaum sebelumnya dalam memusuhi para rasul Allah. Kesabaranlah yang menjadi kunci semua perjuangan beliau.

Anda pasti menginginkan keberhasilan dalam setiap usaha yang anda lakukan. Maka dari itu jadikanlah seluruh para Nabi dan Rasul Allah sebagai suri tauladan anda dalam kesabaran sehingga anda akan mendapatkan keberhasilan seperti apa yang mereka telah dapatkan.

Abdurrahman As Sa’di mengatakan di dalam tafsir beliau: “Dan adapun orang yang telah diberikan taufiq oleh Allah untuk bersabar ketika ditimpa ujian lalu dia menahan dirinya untuk tidak benci terhadap ketentuan tersebut baik dengan ucapan dan perbuatan dan berharap pahala dari Allah dan dia mengetahui bahwa apa yang dia dapatkan dari pahala karena kesabaran tersebut atas musibah yang menimpanya, bahkan baginya ujian itu menjadi nikmat karena telah menjadi jalan terwujudnya sesuatu yang lebih baik, maka sungguh dia telah melaksanakan perintah Allah dan berhasil meraih ganjaran yang besar dari sisi-Nya.”

Kemalangan yang menimpa kita, misalnya kerupa kehilangan orang-orang yang amat kita cintai, kehilangan harta benda yang telah lama dan dengan susah payah kita kumpulkan, ketika tubuh kita yang sebelumnya sehat dan kuat harus terbaring lemah tanpa daya. Apa yang harus dilakukan? Pasrah tanpa usaha, berputus asa, merasa kecewa dan jengkel kepada Allah, kemudian menjauhkan diri dari-Nya? Tidak, tapi tetaplah kita bersabar dan terus berusaha untuk keluar dari kesulitan itu.

Tetap bersabar dan menerima semua ketentuan Allah Swt dan semakin taqarrub kepada Allah, sambil terus berusaha dan berdoa hingga Allah Swt mengabulkan doa dan memberikan pertolongan-Nya. Dengan merapat kepada Yang Maha Perkasa, maka kita akan menjadi semakin kuat.

Allah Swt menjanjikan dalam firman-Nya, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS.Al-Insyirah [94]:5-6) Bila bersabar, kita akan menjadi orang yang kuat, meski bukan kuat secara fisik, tetapi kesabaran menjadikan kuat dalam menghadapi segala ketentuan Allah Swt. Dengan bekal kesabaran, kita akan kuat bertahan dalam menjalani hidup yang tidak selamanya mulus.

Jangan sampai kesulitan membuat kita berpaling dari Allah Swt, justru sebaliknya membuat kita semakin merapatkan diri kepada Allah Swt. Sesungguhnya kesabaran itu dibutuhkan pada saat awal kejadian yang menimpa kita agar perlindungan Allah Swt selalu menyertai kita dan roda kehidupan tetap dapat berjalan pada jalur yang benar dan di diridhoi oleh Allah Swt. Tetaplah percaya, bahwa Allah Swt sangat mencintai dan mengasihi hamba-Nya dan mustahil Ia memberikan ujian dan cobaan yang melebihi kadar kesanggupan hamba-Nya. Jadi, sepahit apapun ujian dan cobaan yang dialami, dengan bekal kesabaran, kita akan kuat dan mampu menghadapinya, karena Allah Swt selalu bersama orang-orang yang sabar. Innallaha ma’ashshaabiriin. Wallahu a’lam.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

PERCIKAN :

Limitations of the circumstances that exist in ourselves, material or physical is not a barrier to doing good deeds. If we accept this provision patiently then Allah will continue to provide guidance and mercy. With guidance from Allah the narrow path became widespread, it is difficult becomes easy and the darkness was lit up. Satan is upset not to play when looking at the man began to find the light of truth. Instantly they launched various actions to turn us from the straight path. Only those who know Allah, have a strong faith with patience thick to be saved from the trap of the devil. Faith and patience to make a weak man become mighty. Cruel torment, all scorn, and offer worldly possessions do not mean anything because the pleasures of heaven is waiting for these holy souls.