Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

dalil-tentang-berbakti-kepada-orang-tua-140x100
Yahoo.image

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Salah satu jalan untuk menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla adalah berbuat baik pada kedua orang tua (birrul walidain). Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.

Berbakti atau berbuat baik kepada kedua orang tua adalah perbuatan yang sudah sepantasnya untuk dilakukan oleh setiap umat muslim, karena hal ini merupakan salah satu dari tiga hal yang sangat dicintai dan diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Yaitu pertama, mendirikan shalat fardhu lima waktu pada awal waktu, kedua, Birrul walidain, dan ketiga, Jihad fi sabilillah. Jelasnya seperti dalam hadits berikut ini.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata.

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّالْوَالِدَيْنِ، قَالَ: قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

“Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah.” (H.R.Bukhari dan Muslim)

Seperti tersurat dalam surat al-Israa’ ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24)

Perintah birrul walidain juga tercantum dalam surat an-Nisaa’ ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

“Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil , dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (An-Nisaa’ : 36)

Berbakti kepada kedua orang tua tidak dibatasi saat mereka masih hidup, setelah mereka meninggal pun kita masih memiliki kesempatan untuk berbakti kepadanya, seperti dijelaskan dalam hadits berikut ini.

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi r.a., ia berkata: Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah saw., tiba-tiba datang seorang laki-laki dari suku Bani Salamah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang dapat aku lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?” Beliau bersabda, “Ya, yaitu mendo’akan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan janji keduanya setelah mereka tiada, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya.” (HR.Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya)

Berikut ada 3 cara berbakti kepada orang tua yang masih hidup dan sudah meninggal, berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal yaitu:

Mendo’akannya

Mendo’akan agar mereka diampuni dosa-dosaNya, dirahmati, diberi kemuliaan di sisi-Nya, dan dilapangkan di alam kuburnya. Do’a ini bisa kita panjatkan kapan dan di mana saja kita mau.ini bisa kita doakan kapan saja,terlebih selesai shalat fardhu,

Mendo’akan orang tua yang telah wafat tidak dibatasi dengan ziarah kubur, karena tujuan utama ziarah kubur adalah untuk mengingatkan akhirat (mati). Nabi saw bersabda: fazuuruha fainnaha tudzakkirul aakhirah (ziarahi kubur, karena dapat mengingatkan kepada akhirat) (HR. Tirmidzi) Tapi sayang, banyak yang beranggapan tujuan ziarah kubur untuk mendo’akan orang yang sudah meninggal.

Pernyataan di atas tidak bermaksud menafikan do’a kepada almarhum saat ziarah, kita tegaskan bahwa berdo’a untuk orang tua yang telah wafat bukan saat ziarah, tapi kapan dan di mana pun kita dianjurkan untuk selalu mendo’akannya. Berdo’a bisa menggunakan bahasa arab (dikutip dari Qur’an atau hadits) ataupun dengan bahasa apa saja yang bisa kita fahami.
Kemudian hal yang perlu diingat, apabila orang tua yang telah wafat itu berbeda agama (non-muslim), kita dilarang mendo’akannya sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut,

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka bahwasannya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam.” (At-Taubah 9: 113).

Tapi kalau orang tua yang berbeda agama itu masih hidup, kita diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk mendo’akannya agar diberi hidayah oleh Allah swt. (masuk Islam). Rasulullah saw. pernah mendo’akan agar pamannya, Abu Thalib masuk Islam, ini bukti bahwa kita boleh mendo’akan non muslim agar masuk Islam.

Menunaikan janjinya

Kemudian apabila kita pernah mendengar orang tua mempunyai janji atau niat untuk melakukan suatu kebajikan, namun belum terlaksana karena maut menjemputnya, kita sebagai anaknya dianjurkan untuk merealisasikan niat baiknya itu. Misalnya, mereka pernah berniat mendirikan panti asuhan, sebelum niat baik ini terwujud, Allah swt. memanggilnya, sebagai wujud bakti anak terhadap orang tua adalah merealisasikan niat baiknya tersebut.

Silaturrahim

Kemudian Sebagai makhluk sosial,kedua orang tua kita tentu mempunyai Sodara, sahabat, wujud ber bakti kepada mereka yaitu menyambungkan silaturahmi dengan orang-orang yang biasa bersilaturahmi dengannya. Misalnya, saat hidup orang tua suka bersilaturahmi kepada pak Ridwan, bila orang tua kita telah meninggal, kitalah yang menggantikannya berkunjung ke rumah pak Ridwan.

Demikian uraian singkat tentang birrul walidain, wallahu a’lam bishshawab, semoga bermanfaat.

Advertisements

*RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK, BAHKAN SETIAP ANAK DI DUNIA*

Rahasia besar seorang ayah. Mengapa disebut rahasia, karena kenyataan ini memang benar-benar nyata ada, akan tetapi seringkali mungkin tidak diketahui atau tidak disadari oleh setiap orang, tetapi pasti dan terutama oleh anak-anak kita karena sifatnya hanya tersirat. Karena perhatian, kepedulian, cinta dan kasih sayang seorang ayah pada anak-anaknya biasanya tidak nampak, namun disalurkan melalui ibunya dan jarang sekali ditunjukkan langsung oleh ayah kepada anak. Mengapa ini dikatakan besar, karena kehadiran seorang ayah mempunyai pengaruh besar pada kepribadian anak-anak di dalam satu keluarga, tentunya sama sekali tanpa meremehkan peranan dan pengaruh seorang ibu. Postingan di bawah ini saya reblog dari blog teman karena menurut saya tulisan ini bagus dan mempunyai nilai edukatif, dan saya turut menyebarkannya semoga bermanfaat dan selamat mengikuti kisah berikut ini.

Ummu Yasir|Syahrul|Hasna|Khansa|Tazkiya

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
Bismillahirrahmanirrahim

INI ADALAH SEPENGGAL KISAH. TENTANG AYAH. KUNCI SURGA YANG KERAP KITA…LUPA

RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK, BAHKAN SETIAP ANAK DI DUNIA

Mungkin ibuku lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibuku lah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat aku sakit demam, ayah membentakku Sudah diberitahu, Jangan minum es!

Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis di depan ibu.
Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan…

View original post 471 more words

Benefits Of Prayer Movement

th
Yahoo image

Bismillahir Rahmanir Rahim !

Thank God for all the outpouring of His grace to this point where I can write again an article in English. Now I would like to offer you a rarely but very useful infomation about the benefits of the prayer movement for you physically as well as mentally. Surely among comrades still do not understand why should such prayer movement, which started from takbiratul ikhram, bowing, i’tidal, prostration, sit and greetings. The movement is not a movement that is arbitrary, but behind it all there is meaning and benefits are so great. Here are the contents .

The five daily prayers is one of the obligations for Muslims. Shalat turned out to not only be a major practice in the hereafter, but it turns out the movements of prayer is the most proportional movement to the anatomy of the human body. Even from the medical side, the prayer is the storehouse of drugs of various diseases.

During this prayer is performed five times daily by Muslims, have made an investment in health for those who perform the prayers. Prayer movement with regards to the meaning is amazingly good for physical health, mental and even spiritual and emotional balance. But unfortunately only a few of Muslims who understand it.

Here are some of the benefits of prayer movement for human health:

1. Prayer intentions

On meaningful prayer intentions to leave the decision to the heart to pray the totality of our humanity which is always physical and spiritual worship to Allah.

2. Takbiratul ihram.

Posture: upright, raised both arms parallel to the ear, and then folded in front of the abdomen or lower chest. By voicing takbir or Allahu Akbar, then it means that we leave and resigned on all matters that we have done and ask for protection and love of Allah

Benefits: This movement is blood flow, lymph and arm muscle strength. The position of the heart below the brain allows blood to flow smoothly to all part of the  body. When held up both hands, stretching the shoulder muscles so that the flow of oxygen-rich blood to be smooth. Then the hands folded in front of the abdomen or lower chest. This avoids the attitude of various joint problems, especially in the upper body. In takbiratul ihram, we stand upright position of the body, raising both hands parallel to the ear, and then folded the front area of the abdomen or lower chest. This position is beneficial for blood circulation, and to train the arm muscle strength. The position of the heart that is under the brain would allow blood to flow smoothly leads into the whole body. At the time raised both hands, shoulder muscles are stretched so that the flow of blood containing rich-oxygen will move smoothly. Then on both hands brought together closer to the front or chest area .This movement is to avoid of all kinds of joint problems, especially in the upper body.

3. Bow.

Posture: The perfect bow marked a straight spine so when placed in a glass of water on the back will not be spilled. Head position with the spine straight. In this position, the man representing the worship of angels who always worship God in this position by consistently and animals always stand in their four feet below them. Bowing interpret majesty of the Creator with the whole universe that always hang ourselves as human beings is creature the weak and did not have anything to mention “Subhana robbial ‘adzim” .. for always trying to instill Godly values in our hearts and when we looked up of bowing then we will obtain the grace of God by repeating Allah the great.

Benefits: This posture is to maintain the perfection of the position and function of the spine (vertebrae corpus) as a buffer body and nerve centers. Heart position parallel to the brain, the maximal blood flow in the middle of the body. At the position of bowing where that perfect bow marked the spine is straight so that when placed on the back of a glass of water then the water will not spill. Then the position of the head should be straight as straight as the spine. Bowing movement is beneficial for keeping the shape perfect position and function of the spine (vertebrae corpus) as a way to support the body and central nervous system. The position will align with the heart of the brain, so that blood can flow optimally in the middle of the body. Then the hands are resting on the knee will serve to relax the muscles of the shoulder to bottom, except that the bow is bladder training to prevent prostate disorders. Hand resting on the knee function of relaxation for the muscles shoulder to bottom. In addition, the bow is bladder training to prevent disruption of the prostate.

4. I’tidal

Posture: Wake up from the bow, the body back upright after, raised both hands as high as the ears.

Benefits: Itidal is a variation of posture after bowing and before prostration. The motion stood hunched standing bow down is exercise good digestion. Digestive organs in the abdomen experienced massage and relaxation alternately. In effect, the digestion becomes more smoothly. In i’tidal position or get up from bowing, which the body re-enforced, then raised both hands as high as the ear helpful to train our digestive tract where the organs contained in the abdomen will experience a massage and relaxation alternately and affect digestion.

5. Prostration

Posture: Prostration by putting both hands, knees, toes, and forehead on the floor.

Benefits: On the motion of prostration in which we will prostrate by putting both forehead, forehands, knees and ujung kaki on the floor. Prostration movement is beneficial to drain the lymph and pumping leads to the armpits and neck. Then for the position of the heart that are above the brain causing the brain to be fed oxygen-rich blood. Blood flow to the brain will affect a person’s thinking. Therefore, do prostrations with tuma’ninah, do not be in a hurry so that blood can fulfill all the spaces in the brain. In prostration also would avoid disruption of hemorrhoids. Especially for women, the bow and prostrate have extraordinary benefits for fertility and health of the female organs
lymph flow pumped into the neck and armpits. The position of the heart over the brain causes oxygen-rich blood to the brain flowing or circulating maximum. This flow effect on a person’s thinking. Therefore, do prostrations with tuma’ninah not to run – so that the blood rushed insufficient capacity in the brain. This posture is also avoiding disruption of hemorrhoids. Especially for women, both bowing and prostrating to have tremendous benefits for fertility and health of the female organs.

6. Sit

Posture: There are two kinds of sitting, namely iftirosy (tahiyyat early) and tawarruk (tahiyyat end). The difference lies in the position of the feet.

Benefits: When iftirosy, we rely on the groin that are connected with nerve Ischiadius. This position to avoid pain in the groin that often causes the sufferer unable to walk. Sitting tawarruk very good for men because the heel to suppress your bladder (urethra), male sex glands (prostate) and channel vas deferens. If done. correctly, posture IRFI prevent impotence. Variations in the position of the feet on iftirosy and tawarruk helped cause the entire limb muscles stretched and then relaxed again. Harmonic motion and pressure is keeping. Flexibility and strength organs of our movement in a sitting position consists of two kinds, namely begining tahiyat and ending tahiyat. The difference in the position of her feet. This movement which time iftrosy or tahiyya beginning where we rely diarea groin linking with nerve nerve Ischiadius. Tahiyyat initial position will also avoid pain in the groin that often causes the sufferer unable to walk. Then in a sitting position or tahiyyat end tawarruk have excellent benefits for men because the heel will suppress your bladder (urethra), male sex glands (prostataa) and channel vas deferens. If it can be done properly then this position may prevent impotence. The soles position of the feet on iffirosy and tawarruk will cause the entire limb muscles will also be stretched and relaxed again. Harmonious motion and pressure is what will keep the strength and elasticity of the organs of our body movement.

7. Regards

Movement: Rotate the head to the right and left to the fullest.

Benefits: Muscles relaxation around the neck and head improve blood flow in the head. This movement to prevent headaches and keep the facial skin firmness. Continuous worship manner is not only nourish the faith, but women beautify themselves outside and inside. In regards movement where we rotate the head pointing to the right and left maximally useful to relax the muscles in the neck and head area will optimize blood flow in the head. This movement can also prevent the occurrence of headaches and will be maintaining firmness on the skin.

If you perform it correctly and slowly and also sincere and patient, you will get the benefits of the prayer movement,  may God bless you.

This is the prayer times you can use to do the prayer five times daily.

PERCIKAN :

Shalat dapat mencegah kepikunan, karena gerakannya meningkatkan brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Yakni sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung lebih banyak informasi. Bila shalat dilakukan dengan terburu-buru maka akan memperberat kerja jantung dan paru-paru. Karena itu, lakukanlah sahalat dengan tenang. Peregangan otot perut saat sujud dan rukuk memperlancar sistem pencernaan karena organ pencernaan dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.

Sumber : Majalah Ummi No.2/XXI/April 2010/1431

Aku Menyambutmu Yaa Ramadhan

th (80)
Yahoo image

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Alhamdulillah masih bisa berjumpa lagi Ramadhan di tahun 2016. Ketika menulis artikel ini tepat pukul 03.00 wita jadi sambil menunggu menu santap sahur yang disediakan oleh istri, saya menulis artikel pendek ini untuk menyambut Ramadhan 2016, Marhaban Ya Ramadhan!

Saya sendiri dalam kondisi agak kurang fit karena terserang flu dan batuk-batuk juga sedikit demam. Badan terasa sakit pada semua sendi-sendi mulai dari pundak, punggung, pinggang, pinggul hingga lutut. Oleh karena itu pula, hari ini Senin tanggal 6 Juni 2016 saya terpaksa minta ijin untuk istirahat dari kantor, mudah-mudahan kondisi kesehatan saya bisa segera kembali pulih. Minggu-minggu ini ke depan memang cukup banyak kesibukan dengan pekerjaan di kantor, mulai merealisasikan semua rencana dan program yang ada, melakukan evaluasi pelaksanaannya dan juga membuat laporan pertanggungjawaban.

380124_354x50Itulah salah satu bentuk kesibukan duniawi kita yang tanpa terasa telah menghabiskan sekian banyak waktu dan tenaga kita. Kembali kita pada pembicaraan tentang Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan yang kehadirannya sangat dinanti-nantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Marhaban Ya Ramadhan. Ramadhan sudah  tiba menemui kita. Selamat datang wahai Ramadhan, bulan yang penuh berkah, maghfirah dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya Allah menurunkan kitab mulia, petunjuk dan cahaya. Di dalamnya pula Allah memberikan kemenangan besar bagi hamba-Nya pada saat perang Badar.

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa jika dibanding dengan bulan-bulan yang lain. Sungguh merupakan nikmat yang sangat besar jika seorang muslim dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Karena itu, memakmurkannya dengan berbagai amal shaleh demi mencapai ridha Allah, adalah sikap yang tepat sesuai tuntunan syariat.

Namun sebaliknya, sungguh sangatlah merugi orang-orang yang tidak bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut dan menyamakan bulan Ramadhan dengan bulan-bulan yang lain. Marilah kita berlomba-lomba untuk mendapatkan semua keutamaan tersebut agar kita mendapatkan ridha Allah subhanahu wata’ala.

Kini Ramadhan telah tiba kembali untuk menemui kita. Oleh karenanya, hal-hal yang sudah harus dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan, agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna dan kita bisa meraih kemuliaan Ramadhan adalah :

Pertama, Persiapan Rohani: Adalah suatu hal yang sangat penting untuk mengosongkan hati dan jiwa kita dari hal-hal yang mengotorinya, seperti rasa iri, dengki, hasad, atau rasa dendam yang mungkin masih tersimpan dalam hati kita terhadap sesorang. Jika rasa dendam itu memang masih ada sebaiknya kita meminta maaf dengan ikhlas padanya, mudah-mudahan dan insyaAllah jika dia orang yang beriman, maka pastilah dia akan menerima permintaan maaf kita dengan ikhlas pula. “Dan beruntunglah orang uang mensucikan jiwanya” (Asy-Syams :9)

Kedua, Pemahaman tentang Raamadhan : Segalah sesuatu pasti memerlukan pemahaman yang konperehensif tentang hal tersebut agar kita dapat mengaplikasikannya dengan lebih baik dan maksimal.

Begitu pula dengan ibadah di bulan Ramadhan, akan lebih maksimal dan meresap apabila kita mengerti dan memahami ilmu dan manfaat yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang dapat membekali kita untuk menjalani ibadah di bulan ini, terutama pemahaman tentang amalan-amalan di bulan Rammadha seperti hikmah puasa Rammadha, Tadarusan atau membaca Al ur’an, Shalat Taraweh, Lailatul Qodar, serta I’tikaf di Masjid.

Ketiga, Persiapan Fisik. Fisik yang kuat dan prima adalah prasyarat utama dalam melaksanakan setiap pekerjaan berat. Puasa identik dengan ibadah yang memerlukan fisik yang prima.

Orang yang fisiknya kuat akan lancar dalam menjalankan puasa.

Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan fisik kita dalam menjalankan ibadah Ramadhan kita, agar bisa menjalankannya  dengan lancar hingga selesai. “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR.Muslim, Baihaki, Ibnu Majah).

Keempat, Persiapan Harta : Persiapan harta yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan keperluan secukupnya untuk ibadah di bulan Ramadhan, bukan persiapan harta yang banyak dan berlebihan dalam bentuk membeli makanan yang banyak,

tetapi hanya untuk menambah kuantitas dan kualitas amal ibadah ramadhan kita misalnya infak/shadaqah, zakat mal dan zakat fitrah serta menyediakan makanan berbuka puasa untuk orang lain.

Kelima, Perbaharui Taubat : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون

“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”

Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.

Keutamaan Berpuasa 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda,” Puasa adalah perisai (dari api neraka). Maka orang yang berpuasa janganlah berhubungan badan dengan istrinya atau berbuat jahil, dan apabila seseorang memaki atau mengajak berkelahi, katakan kepadanya,’aku sedang berpuasa’. Nabi Muhammad Saw. menambahkan,”demi Dia yang menggenggam jiwaku, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi misk. (dan inilah perkataan Allah terhadap orang yang sedang berpuasa), ‘ia tidak makan dan minum dan meninggalkan nafsunya karena Aku. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya’.”

Diriwayatkan dari (Abu Hurairah r.a.) : Rasulullah SAW pernah bersabda, “ ketika Ramadhan tiba, semua gerbang surga dibuka, semua pintu neraka ditutup, semua setan dibelenggu”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,” siapa pun yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan jahat (pada bulan Ramadhan) Allah tidak membutuhkan puasanya”
“semua ibadah anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, (yang dilakukan) untuk Ku, dan Aku akan memberikan pahala untuknya”.
Ada dua kegembiraan untuk orang yang berpuasa ; pertama pada saat berbuka (ifthar) puasa, dan kedua pada saat bertemu dengan Tuhannya, pada saat itulah ia akan menemukan kegembiraan karena puasanya.

Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).

Taubat perlu kita lakukan setiap saat, karena sebenarnya sadar atau tidak sadar kita melakukan perbuatan dosa itu setiap saat, baik di kala seorang diri maupun ketika bersama banyak orang, baik dosa kecil maupun dosa besar.Wallahu A’lam Bish Shawab.

380124_354x50

Demikian catatan singkat menyambut Ramadhan kali ini mudah-mudahan bermanfaat, aamien ..Marhaban Ya Ramadhan Syahrul Mubarak!

SPARK OF CONTENT :

So many virtues and opportunities for change in the presence of Allah in Ramadan, so Ramadan often figured with the Great special guest parable. Parables and privilege it not only shows its holiness compared to other months. However, it contains a more tangible understanding of the important aspects of their opportunities for human education inwardly and outwardly to improve the quality of life of spiritual and physical a long his life. Therefore, the Month of Ramadan can be referred to as Syahrut Tarbiyah or Education Month. Emphasis on Education says this is important because in this we are taught directly by Allah SWT. The study includes the actual activity of a general nature such as meals on time so that our health is maintained. Or we taught in order to set the time in our lives. When to eat, when to work, when to rest and when to worship. So, education is directly related to the realignment of our lives in all areas.