Catatan Selayang Pandang 2017

061324300_1480648520-20161202-Aksi-Damai-2-Desember-Jakarta-Monas-FP2 (1)
Sumber gambar : Di sini

Bismillaahir Raahmaanir Rahiim

Sebenarnya, tulisan ini sudah agak  telat diposting alias sudah tak hangat lagi yah, mengingat kejadiannya di penghujung tahun 2016, sementara tahun 2017 sudah lewat kurang lebih tiga bulan. Namun demikian, saya merasa tidak enak di hati jika saya tidak membuat catatan untuk dikenang. Apalagi di tahun 2017 banyak peristiwa yang terjadi di negeri ini yang nyaris saja membuat kita terpecah belah sebagai satu bangsa. Apalagi kalau bukan peristiwa paling menggemparkan yang dipicu oleh kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Cahaya Purnama alias Ahok.

Kita semua tahu bahwa kasus yang satu ini begitu menarik dan menyita perhatian publik. Kasus penodaan agama ini telah menimbulkan kemarahan umat Islam di seluruh tanah air bahkan yang ada di luar negeri, yang merasa kitab sucinya dinodai dan agamanya dilecehkan. Karena itu, maka terjadilah peristiwa yang sangat menegangkan kita semua dengan digelarnya berbagai aksi protes. Aksi damai ini dilakukan karena penanganan proses hukum bagi si pelaku penista agama sangat lamban dirasakan oleh umat Islam, sehingga berbagai aksi unjuk rasa damai dilakukan oleh umat Islam bersama Ormas Islam di Jakarta.

Aksi 4 November 2016 disebut juga Aksi Bela Al-Qur’an atau Aksi Damai 4 November (Aksi Damai 411) terjadi pada 4 November 2016 ketika demonstran berjumlah antara 50.000–200.000 turun ke jalan-jalan di Jakarta untuk memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (atau yang dikenal sebagai “Ahok”) yang dianggap menghina agama Islam. (wikipedia.com)

Ada dua aksi damai yang digelar umat Islam pada waktu itu, yaitu ada Aksi Damai 411 alias 4 November 2016 dan Aksi Damai 212 alias 2 Desember 2016. Meski kedua aksi damai ini masih di tahun 2016, tapi gaungnya masih terasa hingga sekarang di tahun 2017. Mengacu pada berita Liputan6.com ada perbedaan antara Aksi Damai 411 dengan Aksi Damai 212. Aksi damai 212 telah berlangsung damai di silang monas Jakarta Pusat. Jutaan orang tumpah ruah memadati kawasan monumen nasional yang menjadi icon ibu kota itu. Namun aksi kali ini berakhir dengan tertib dan damai.

Jika dibandingkan dengan aksi sebelumnya pada 4 November 2016, banyak perbedaannya, misalnya pada aksi Bela Islam jilid II berakhir ricuh, tapi pasti yang membuat ricuh bukan peserta demo akan tetapi provokator yang mencoba mengacaukan aksi damai menjadi sebuah konflik, sementara pada aksi damai jum’at itu berakhir dengan tertib. Ini sesuai julukannya sebagai aksi super damai yang menakjubkan karena melibatkan jutaan orang, (jumlah pastinya saya tidak tahu).

Yang lebih menggembirakan lagi pada aksi damai 212 ini presiden Jokowi turun menemui para pendemo, sementara pada aksi 411 presiden Jokowi tidak menemui para pengunjuk rasa karena alasan menghadiri acara peninjauan proyek. Saat peserta melakukan demonstrasi di depan Istana Merdeka, Joko Widodo tidak ada di dalam Istana. Ia pergi meninjau proyek hanggar pesawat dan kereta Bandara Soekarno Hatta. Ah… entahlah, saya tidak tahu apa yang ada di benaknya presiden Jokowi sehingga tidak mau menemui para pendemo yang sungguh sangat ingin menyampaikan aspirasinya pada beliau.

Sebelum aksi damai 212 berlangsung, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) sempat merencanakan aksi akan digelar di sepanjang jalan Sudirman dan Thamrin termasuk menggelar sholat Juma’at.

Polda Metro Jaya bersama GNPF-MUI akhirnya sepakat aksi damai digelar di Monas. Larangan tersebut berkaitan dengan kepentingan umum dan merugikan orang banyak. Jika aksi damai 411 ada sedikit ricuh di saat-saat akhir, aksi damai 212 berlangsung super damai. Dan kedua aksi damai ini terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, yang kali ini hanya diisi dengan orasi dan doa bersama atau istighosah. Setelah sholat Jum’at massa langsung membubarkan diri dengan tertib hingga pada pukul 17.00 WIB. Lalu lintas di kawasan itu berjalan normal.

Jakarta (SI Online) –  Islam kembali melakukan aksi unjuk rasa yang dikenal dengan Aksi 313 di kawasan Patung Kuda, JL MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017). Massa kembali menuntut kepada aparat penegak hukum (kepolisian) agar segera menahan tersangka penista agama yakni Ahok yang masih menjadi Gubernur DKI Jakarta non aktif. (Suara-Islam.com)

Untuk itu tuntutan umat Islam hanya satu yakni segera copot dan penjarakan Ahok selaku penista agama. Ia meminta agar pemerintah melalui Mendagri Tjahjo Kumolo segera mencopot Ahok. Demikian juga pihak kepolisian sebagai kepanjangan tangan presiden untuk segera menangkap dan memenajarakan Ahok. (Suara-Islam.com).

Aksi_313_b.jpg
Gambar : Di sini

Meski saya tidak terjun langsung di lapangan dan hanya menonton di TV namun atmosfir dari dua aksi damai itu, betul betul membuat hati saya berharap-harap cemas, jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memprovokasi massa yang begitu banyak. Tapi alhamdulillah Allah Swt tidak ngantuk dan tidak tidur, Dia senantiasa bersama saudara-saudara kita yang hatinya ikhlas hanya menuntut keadilan atas sebuah pelanggaran hukum, bukan yang lain.

Pada tanggal 5 Mei 2017 puluhan ribu umat Islam yang akan mengikuti Aksi 505 di depan Mahkamah Agung, akhirnya bertahan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sedianya, usai mengikuti shalat Jumat mereka hendak long march ke depan Gedung Mahkamah Agung RI untuk menuntut keadilan dalam kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Ahok.

Pantauan di lapangan, usai menunaikan shalat Jumat, puluhan ribu jamaah yang sebagian besar adalah peserta aksi damai ini, kemudian melaksanakan salat gaib untuk saudara sesama muslim mereka yang telah meninggal dunia. Setelah itu, mereka terlihat berbondong-bondong ke luar dari masjid.

Tapi tidak lama kemudian, salah seorang orator dalam aksi ini melalui pengeras suara di Masjid Istiqlal memberikan sejumlah pemberitahuan terkait aksi hari ini. Salah satunya mengimbau, agar peserta aksi menjaga kedamaian dan ketertiban selama menjalankan aksi. Selain itu, diinformasikan susunan acara dalam Aksi 505 ini.

Dalam aksi tersebut, tidak ada arahan long march ke Mahkamah Agung. Mereka hanya akan diam dan berkumpul di Masjid Istiqlal.

“Acara hari ini, setelah pembukaan penjelasan dari Ketua GNPF MUI (Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia), Ustaz Bachtiar Natsir, selanjutnya dilanjutkan dengan pengajian dan tausiyah dari Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nazarudin Umar dan Aa’ Gym,” ujar orator melalui pengeras suara.

Massa yang berada di Istiqlal, kemudian bertakbir dan bersalawat. Karena, tidak adanya long march, orator mengarahkan massa, agar tetap berkumpul di dalam dan di pelataran Masjid Istiqlal.

“Kita lakukan pengajian dan tausiyah, sambil kita tunggu utusan kita akan berangkat ke MA,” ujarnya.

Dan aksi 505 ini setelah tersampaikannya aspirasi mereka melalui perwakilannya yang diterima oleh pihak MA akhirnya membubarkan diri secara tertib dan damai tanpa adanya aksi provokasi yang bisa menimbulkan konflik yang sangat dikhawatrikan oleh banyak pihak.

Sementara itu sejumlah tokoh GNPF-MUI menuju ke Gedung MA untuk menyampaikan sikap. Mereka adalah KH Didin Hafiduddin, KH A Shobri Lubis, HM Luthfie Hakim, KH Ahmad Luthfi Fathullah, Nasrullah Nasution, Kapitra Ampera, Nasrullah Nasution, Ahmad Dolli Kurnia dan beberapa orang lagi.

Demikian catatan selayang pandang peristiwa yang terjadi di penghujung tahun 2016 itu yang hingga memasuki tahun 2017 ini, gaungnya masih kita rasakan sampai saat ini. Semoga peristiwa dan kejadian seperti ini (penodaan agama) tidak terulang lagi di masa-masa yang datang. Dan berharap ini dapat kita jadikan pelajaran berharga agar semua pihak bisa saling menghormati agama dan keyakinan masing-masing demi kerukunan bersama di antara kita semua anak bangsa, amien..

Referensi :

1. news.liputan6.com

2. wikipedia.com

3. Suara-Islam.com

Iklan

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s