Pelajaran Dari Wafatnya Abu Thalib (1/3)

caravan-339564__340 (1).jpg
Pixabay.com

Bismillaaahir Rahmaanir Raahiim

Saat Abu Thalib mendekati akhir usia, berkumpullah tokoh-tokoh besar di sekitarnya. Penghulu manusia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tokoh kekafiran juga pemuka Quraisy, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah. Kehadiran para tokoh yang kontradiktif inilah, membuat peristiwa wafatnya Abu Thalib memuat banyak pelajaran.

Ketika ajal Abu Thalib telah dekat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menuju rumah sang paman. Beliau berharap pamannya yang turut memperjuangkan dakwah ini, melisankan syahadat di akhir hayat. Meninggalkan dunia dengan menyandang status seorang muslim. Sehingga menjadi sebab bergantinya keadaan, dari berhadapan dengan ancaman neraka berganti dengan nikmat surga.

Akan tetapi bukan hanya Rasulullah saja yang mengetahui Abu Thalib sedang menghadapi sakaratul maut, Abu Jahal pun tahu kabar itu. Jadilah peristiwa wafatnya Abu Thalib sebuah pertemuan antara kebenaran dan tokohnya dengan kebatilan juga dan dedengkotnya.

Baca teks selengkapnya di sini>>

Advertisements

Hai Sobat, mari kita saling menyapa dan berbagi...

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s