Anak-Anak Dalam Keluarga Tanpa Ayah

imageedit_13_8103248644.jpg
Pixabay

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Ketika kita memikirkan tentang keluarga, maka mungkin yang ada dalam pikiran kita adalah sebuah keluarga utuh ada ayah dan ibu serta dua anak atau lebih, hidup dalam suasana menyenangkan berkecukupan secara fisik, psikis dan sosial. Ini adalah contoh sebuah keluarga yang relatih ideal, bukan keluarga ideal. Dan, mungkin tak sempat terpikir bahwa di sana ada banyak keluarga dengan anak-anak tanpa kehadiran figur seorang ayah. Pemikiran atau anggapan seperti itu adalah biasa/wajar karena kita bukanlah kelompok pemerhati atau peneliti sosial atau keluarga. Bagi pemerhati dan peneliti masalah sosial, keluarga tanpa ayah adalah sebuah masalah atau ancaman yang sangat serius bagi anak-anak yang tumbuh dan berkembang di dalamnya, baik anak laki-laki maupun perempuan. Pada anak-anak (laki-laki) dalam sebuah keluarga tanpa ayah, di sana ada masalah sosial dan psikologis yang sangat serius yang dihadapi oleh anak-anak selain masalah sekonomi.

Seorang anak laki-laki membutuhkan figur ayah untuk belajar berbagai hal yang tidak dia dapatkan dari ibunya, begitu pun dengan anak perempuan, ada sesuatu yang dia butuhkan dari kehadiran figur ayah, misalnya bagaimana ia belajar membangun relasi interpersonal pria dan wanita yang sesuai etika dan tatakrama yang ada dalam masyarakat. Namun beberapa hasil penelitian menjelaskan, bahwa ketiadaan figur ayah sangat berpengaruh buruk pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Mengapa, karena bagi anak laki-laki ketiadaan figur ayah adalah sama halnya dengan kehilangan objek contoh atau tempat dia untuk belajar bagaimana menampilkan peranan sebagai seorang laki-laki. Sementara bagi anak perempuan, kehilangan figur ayah meskipun berpengaruh buruk akan tetapi tingkatan bed efffectnya agak rendah, karena objek belajar peranan sebagai perempuan masih ada, yaitu si ibu.

Di sisi lain, ketiadaan ayah atau figur ayah akan berkonsekuensi pada kedudukan ibu dalam keluarga itu menjadi orang tua tunggal. Pertanyaannya, apakah seorang ibu mampu mengemban kedua peran itu dalam keluarga, dalam merawat, membesarkan dan mendidik serta mengawasi anak-anaknya? Karena kesiapan si ibu dalam menjalani perannya sebagai orangtua tunggal juga akan mempengaruhi bagaimana dia bersikap terhadap anaknya. Para ibu yang tidak siap dengan keadaan dan merasa terpaksa menjalaninya akan cenderung menyalahkan kehadiran si anak, dan inilah bahayanya.

Belum lagi jika si ibu memiliki sifat pencemas dan mudah panik, hal ini tentu saja berpengaruh pada si anak, terlebih anak- anak masih memiliki keterbatasan kemampuan dalam berkomunikasi dan mengekspresikan perasaannya. Di sinilah diperlukan komunikasi terbuka dan kepekaan dari si ibu untuk menggali perasaan si anak dan mencari tahu apa kebutuhan anaknya. Menjadi orangtua tunggal berarti harus siap menjadi tulang punggung keluarga, tak jarang karena ingin memenuhi kebutuhan finansial, seorang ibu bekerja terlalu keras sehingga tidak punya waktu lagi untuk anak-anaknya, dan inilah pula bahayanya.

Apa masalah sosial psikologis yang akan menimpa anak-anak dalam keluarga tanpa ayah ini? Sebagai gambaran tentang masalah ini, saya kemukakan beberapa hasil penelitian di Amerika, yang mengungkapkan bahwa anak-anak yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga tanpa ayah berkecenderungan tinggi dalam hal-hal sebagai berikut:

Sexual activity. In a study of 700 adolescents, researchers found that “compared to families with two natural parents living in the home, adolescents from single-parent families have been found to engage in greater and earlier sexual activity.”
Source: Carol W. Metzler, et al. “The Social Context for Risky Sexual Behavior Among Adolescents,” Journal of Behavioral Medicine 17 (1994).

Dalam sebuah penelitian tentang 700 remaja, para peneliti menemukan bahwa keluarga tanpa ayah berkecenderungan melahirkan remaja dengan aktivitas seksual yang lebih besar dan lebih dini, ketimbang anak-anak dari keluarga utuh ada ayah dan ibu (sumber data di atas).

A myriad of maladies. Fatherless children are at a dramatically greater risk of drug and alcohol abuse, mental illness, suicide, poor educational performance, teen pregnancy, and criminality.
Source: U.S. Department of Health and Human Services, National Center for Health Statistics, Survey on Child Health, Washington, DC, 1993.

Kemudian dalam penelitian lain menemukan, bahwa anak-anak tanpa ayah secara daramatik lebih beresiko lebih tinggi pada penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, sakit mental, bunuh diri, prestasi akademik rendah, kehamilan usia dini, dan kriminalitas (sumber data di atas).

Drinking problems. Teenagers living in single-parent households are more likely to abuse alcohol and at an earlier age compared to children reared in two-parent households
Source: Terry E. Duncan, Susan C. Duncan and Hyman Hops, “The Effects of Family Cohesiveness and Peer Encouragement on the Development of Adolescent Alcohol Use: A Cohort-Sequential Approach to the Analysis of Longitudinal Data,”Journal of Studies on Alcohol 55 (1994).

Anak-anak remaja dari keluarga tanpa ayah berkecenderungan lebih besar untuk penyalahgunaan obat-obatan di usia dini ketimbang anak-anak dari keluarga utuh (sumbar data di atas).

Suicidal Tendencies. In a study of 146 adolescent friends of 26 adolescent suicide victims, teens living in single-parent families are not only more likely to commit suicide but also more likely to suffer from psychological disorders, when compared to teens living in intact families.
Source: David A. Brent, et al. “Post-traumatic Stress Disorder in Peers of Adolescent Suicide Victims: Predisposing Factors and Phenomenology.” Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry 34, 1995.

Keluarga tanpa ayah tidak hanya mengakibatkan anak-anak mengalami masalah bunuh diri, tetapi juga menyebabkan kekacauan mental dibandingkan anak-anak dari keluarga utuh (sumber data di atas).

Confused identities. Boys who grow up in father-absent homes are more likely that those in father-present homes to have trouble establishing appropriate sex roles and gender identity.
Source: P.L. Adams, J.R. Milner, and N.A. Schrepf, Fatherless Children, New York, Wiley Press, 1984.

Anak laki-laki dari keluarga tanpa ayah lebih berkecenderungan mengalami masalah dalam penyesuaian peranan seksual dan identitas gender mereka ketimbang anak-anak dari keluarga utuh (sumber data di atas).

Oleh karena itu, saya mengutip pendapat yang mengatakan atau menyarankan, bahwa ‘Para ayah sebaiknya memiliki waktu dan kesempatan untuk bercengkerama dengan buah hati, minimal 15 – 30 menit per harinya. Keterlibatan dengan anak ini bisa termasuk mengajaknya bercerita, bermain, mengungkapkan rasa cinta dan sayang, serta mengajaknya berdiskusi ringan. Percayalah, ini akan sangat bermakna bagi perkembangan jiwa anak. Ayah yang positif akan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak. Seperti yang dikatakan Irma Gustiana A, M.Psi., psikolog Anak dan Keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan UI. Peran ayah dalam kehidupan anak sangat berarti, terutama dalam membangun kecerdasan emosi, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan motivasi anak di kemudian hari. Buat para ibu, ayo bantu ayah dan berikan kesempatan agar ia dan anak menjalin hubungan yang hangat. Pasalnya, anggapan bahwa masalah pengasuhan hanya ranah ibu, sementara bekerja dan mencari nafkah adalah ranah ayah, mengakibatkan anak mengalami ketiadaan peran ayah. “Ini sangat disayangkan karena ketiadaan peran ayah (fatherless) dalam kehidupan anak, memungkinkan anak mengalami masalah perilaku sosial emosi yang semakin besar. Anak cenderung berperilaku tidak adaptif sehingga timbul istilah kenakalan anak.”  Irma mengalaskan pendapatnya pada hasil penelitian yang menyebutkan tentang dampak buruk dari ketiadaan peran ayah, seperti hasil studi tentang peran ayah dalam kehidupan anak yang dilakukan Kalter dan Rembar dari Children’s Psychiatric Hospital, University of Michigan. Dikemukakan, apabila tak ada peran ayah dalam kehidupan anak, dampaknya tak bisa dianggap sepele. Apa saja?

– 63 persen anak mengalami masalah psikologis seperti gelisah, sedih, suasana hati yang mudah berubah, fobia, dan depresi.

– 56 persen anak memilik kemampuannya berada di bawah rata-rata.

– 43 persen anak melakukan agresi terhadap orangtua.’ (Sumber : tabloidnova.com).

Dan saya berpendapat, bahwa sebenarnya masalah ketiadaan figur ayah bagi anak-anak, terutama bagi anak laki-laki dapat diatasi dengan menyediakan figur pengganti ayah. Siapa itu? Ini bisa kakeknya, pamannya, atau figur pria lain dalam sebuah keluarga yang bisa menampilkan diri sebagai pelindung, pengawas dan pendidik bagi mereka. Tapi masalahnya, tidak selalu tersedia dalam setiap keluarga figur-figur penganti seperti itu, karena berbagai faktor dan situasi. Oleh karena itu, barangkali perlu dicarikan alternatif pelayanan sosial yang diberikan oleh negara disesuaikan dengan tingkat usia dan kebutuhan mereka, sehingga anak-anak dari keluarga tanpa ayah ini, khususnya yang ibunya tidak mampu mengakomodir semua kebutuhan anak karena berbagai alasan, bisa terselamatkan dari ancaman bahaya kemanusiaan seperti diuraikan di atas.

Nabi kita Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam, adalah seorang fatherless boy, bahkan beliau telah yatim piatu tak lama setelah kelahiran, karena ayahnya Abdullah telah meninggal dunia sebelum beliau lahir dan ibunya pun menyusul tak lama setelah melahirkan Muhammad. Tapi alhmadulillah, beliau masih punya kakek yang bisa menggantikan figur ayahnya, yaitu Abdul Muthallib. Setelah kakeknya meninggal, Muhammad diambil dan pelihara serta dilindungi oleh pamannya Abu Thalib meskipun pamannya bukan muslim, tetapi ia sangat menyayangi keponakannya. Subhanallah. walhamdulilah, wa laa ilaha illallah, wallahuakbar.

Demikian, semoga bermanfaat, amien Ya Rabbal ‘alamin.

Iklan

Gerahamku Yang Ditambal Kumat lagi

dentist-428649__180
Pixabay.com

Kemarin sore, tepatnya jam 15.30 wita gigi gerahamku yang sebelah kanan atas kumat lagi. Dulu, kurang lebih 8 bulan yang lalu saya ke dokter untuk memeriksakan, dan pada waktu itu berniat untuk mencabutnya, karena sudah sangat menyiksa sekali yah. Pada saat itu, dokter  bilang gigi saya masih cukup kuat untuk mengunyah karena memang belum sampe goyang. Hanya masalahnya ada lobang kecil namun cukup dalam katanya.Karena itu, dokter bilang ditambal saja agar gigi saya masih bisa dipake mengunyah. Memang benar, seandainya gigi gerahamku yang satu itu dicabut saya sudah nggak bisa ngunyah makanan dengan sempurna lagi. Saat itu, saya agak bingung juga memutuskan ditambal atau dicabut.

Akhirnya, saya coba bilang sama dokter, bagaimana ya dok, kalau ditambal apa nanti nggak kumat lagi karena infeksi misalnya. Dokter bilang waktu itu, oh nggak pak, kan tambalannya yang bagus pake semen gigi yang berkualitas. Tapi hati saya kok nggak yakin yah dengan saran dokter.

Soalnya dulu, sewktu di SMA, waktu itu tahun 1976 saya pernah  ditambal gigi geraham saya yang sebelah kanan bawah, dan hanya bertahan beberapa tahun saja terus jebol. Baiklah kita lanjutkan cerita ini kembali, akhirnya setelah berpikir-pikir tentang apa yang dikatakan dokter tadi, yaitu agar gigi saya ditambal saja, saya setuju. Karena pada waktu itu bukan hanya sakit yang saya rasakan, tetapi juga muka saya bagian sebelah kanan sudah mulai gemuk eh bengkak. Lagi pula kalau gerahamku dicabut pastilah tidak ada lagi untuk mengunyah.

Tapi kata dokter waktu itu, tambalnya nggak bisa sekarang ya pak, karena masih sakit dan juga bengkaknya perlu disembuhkan dulu. Singkat cerita setelah doktder memberikan resep sayapun segera pulang ke rumah sembari ke apotik untuk membeli obat. Kurang lebih 3 hari kemudian rasa sakitnya sudah sembuh, namun bengkaknya masih nampak pada wajah saya sebelah kanan, sehingga membuat pemandangan yang asimetris juga pada wajahku pada saat itu.

Dengan penuh harap semoga kali ini gigiku benar-benar bisa ditambal oleh dokter dan saya bisa kembali beraktivitas dengan nyaman. Tapi apa yang terjadi, ternyata saya harus kembali minum obat untuk menyembuhkan bengkaknya. Ini berarti kali yang kedua saya pulang ke rumah tanpa hasil seperti yang saya harapkan tadi, yaitu gigi saya ditambal. Di sisi lain dompet kumalku terus memuntahkan isinya keluar, hehe…, dan itu memang sudah seharusnya begitu, gumamku dalam hati, dan tidak perlu harus menyakahkan siapa-siapa. Dan saya percaya, memang itulah prosedur kerja seorang dokter. Hanya mungkin saya pikir, kita perlu sedikit bersabar untuk bolak-balik ke dokter meski dengan kondisi yang cukup prihatin. Soal biaya tentu seberapapun kita harus ikhlas dan merelakannya, karena yang penting adalah kesehatan kita bisa pulih kembali.

Akhirnya, setelah minum obat selama kurang lebih 3 hari bengkaknya pun sembuh, dan saya segera kembali lagi ke dokter agar gigi saya bisa segera ditambal. Dalam hati, saya berdoa semoga tidak terjadi suatu kesalahan atau malpraktek pada proses penambalan gigi saya. Dan alhamdulillah, memang benar proses penambalan berjalan lancar. Selesai penambalan dokter hanya menyarankan agar saya tidak dulu mengunyah makanan keras karena kondisi tambalan belum sepenuhnya kuat.

Setelah berlalu 7 bulan saya merasakan adanya keanehan pada gigi saya yang ditambal. Yaitu seperti ada rasa ngilu ketika kena makanan yang keras. Ternyata memang benar, tambalannya udah jebol. Hanya yang dirasakan pada waktu itu adalah rasa ngilu dan tidak ada rasa sakit yang serius. Tapi bagaimanapun keadaan seperti itu cukup mengganggu bagi saya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke dokter tadi, dengan niat agar gigi saya dicabut saja, dan segera ke dokter untuk minta dicabut. Dokterpun menyetujuinya dan proses pencabutan segera dilakukan. Tapi apa yang terjadi, sekali lagi terjadi kesalahan pada proses pencabutan itu, dimana gigi saya yang seharusnya dicabut tidak dicabut, yang dicabut adalah gigi saya yang masih kuat dan sehat dan tidak berlobang. Tapi karena pada waktu itu saya tidak mengetahui gigi mana yang dicabut, karena tidak bisa melihat dan hanya merasakan ada gigi yang tercabut, maka tentu saya tidak mengajukan protes atau mempersoalkannya.

Anehnya lagi, gigi saya yang seharusnya dicabut itu dalam beberapa bulan lamannya bisa pulih kembali fungsinya untuk mengunyah makanan yang agak keras sekalipun. Cukup lama juga dia bertahan, hingga akhirnya iapun harus kembali bermasalah dan minta agar segera dicabut. Untuk pencabutan yang ini saya berniat untuk pergi ke dokter yang lain saja, bukan berarti saya berprasangka buruk pada dokter yang pertama, sama sekali tidaklah…Itu hanyalah ikhtiar saya, semoga berjalan lancar dan gigi saya bisa berfungsi kembali dengan baik, aamiin.

Mohon doa dari sahabat semua.

SPARK OF CONTENT :

Talk about tooth pain sometimes is annoying, especially if we want to pull the tooth was wrong revoked by the doctor. At that time I did not realize that the
deprived of even healthy teeth next to them. I realized after a few days treatment and appears to have started to recover and then I touch turns teeth would be revoked was still there. Finally I went to the doctor again and I protest, why my teeth are still healthy revoked while the pain is not revoked? The doctor said that it was also his teeth hurt and hollow. I say, then what should be stripped of my teeth that have already started hurting again because it hollow? The doctor said, I’ll give you medicine and you should be diligent brush your teeth every time after eating and when going to bed. And alhamdulillah as I follow the doctor’s advice my teeth no longer hurt and healthy until now.

Translate this !

inggris Espanol French Italian

My Honda Supra X 125 Stolen Last Night

imageedit_8_8874795950
pixabay.com

Tidak ada yang bisa mendeteksi apa yang akan terjadi pada diri kita ke depan. Tapi apapun yang telah terjadi pada diri saya atau pada siapapun, itu adalah sebuah ketetapan yang telah Allah tetapkan dan yang pasti terjadi, tidak bisa dimundurkan dan juga tidak bisa dimajukan waktunya. Tadi malam, hari Selasa 19 Januari 2016 sekitar pukul 03.30 wita honda kesayangan saya Supra X 125 dicuri, sedih juga rasanya. Ikhtiar untuk mengamankan segalanya sudah dilakukan, namun Tuhan berkehendak dan telah menentukan lain. Setelah shalat isya tadi malam saya biasa nonton beberapa acara di televisi kurang lebih satu jam. Lalu dilanjutkan dengan membaca beberapa halaman dari buku-buku literatur yang ada kurang lebih satu jam juga.

Sebelum berlanjut ke laptop saya terlebih dahulu mengunci pintu pagar dan juga pintu rumah. yang pada saat itu waktu menunjukkan pukul 23.30 wita.

Sedikit melebar dari fokus, bahwa lingkungan tempat tinggal kami terhitung aman dan bahkan sangat aman bila dibandingkan dengan lingkungan-lingkungan lain di wilayah kelurahan kami. Saking amannya, bahkan barang-barang milik kami seperti sandal dan sepatu, yang biasa kalau sepulang dari bepergian selalu di simpan begitu saja di emperan rumah tanpa ada yang hilang. Demikian juga jemuran yang seringkali kami tidak angkat berada di tempat jemuran sampai larut malam bahkan sampai pagi. Kami terlena, ternyata diam-diam mereka mengetahui keadaan tersebut, tapi yang diincar bukanlah barang-barang itu melainkan “Si biru-putih” motor honda kesayangan saya.

Kembali ke fokus pembicaraan semula, yaitu setelah mengunci semua pintu-pintu, saya lalu menuju ke laptop kesayangan saya, Toshiba tua pula dan segera saya menuju menu login untuk masuk ke mene-menu berikutnya. Ada beberapa pengunjung yang datang meninjau dan memberi komentar mereka pada malam itu. Saya segera membalas komentar-komentar mereka dan tidak terlalu banyak yang harus saya jawab, yang agak banyak adalah penyuka atau yang memberikan like-nya. Karena tidak banyak yang harus saya balas, maka sayapun segera menuju tempat tidur. Pada saat itu waktu menunjukkan pukul 24.30 wita, sayapun segera merebahkan tubuh untuk tidur.

Pada pukul 02.00 istri saya bangun untuk buang hajat (pipis) dan keadaan sekitar rumah kami masih dalam keadaan normal sebagaimana biasa, tidak ada keganjilan atau hal-hal yang mencurigakan, dia juga sempat menengok lewat jendela muka, semua dalam  keadaan aman dan biasa saja.

Pada pukul 03.10 wita saya terbangun namun saya tidak sampai beranjak dari tempat tidur karena tidak kepengen apa-apa hanya terbangun saja lalu kembali tidur. Namun tepat pada pukul 04.00 wita, istri saya bangun lagi untuk keperluan yang sama, dan pada saat itulah istri saya melihat pintu pagar sudah terbuka selebar untuk keluar sepeda motor. Melihat itu, istri lalu berteriak cukup keras sehingga membangunkan saya dan juga anak saya yang ada di kamar sebelah. Dengan keadaan pandangan mata dan juga pendengaran yang masih samar dan sayup, lalu saya mencoba melongok ke luar dan ternyata memang pintu pagar sudah dibuka si pencuri dan motor Honda Supra X 125 kesayangan saya telah raib dibawa kabur oleh pencuri. Kejadiannya kira-kira 30 menit sebelum istri saya bangun.

Dari kejadian ini, saya seperti tersadarkan, bahwa sewaspada apapun kita dalam mengamankan semua yang kita punya, kalau sudah menjadi kehendak Yang Maha Memiliki, tetaplah akan terjadi juga. Situasi lingkungan yang aman selama ini telah melenakan saya, sehingga tak ada keinginan atau pemikiran untuk memindahkan motor ke dalam kamar misalnya. Dan, yang ini adalah yang pertama kali saya alami selama hidup, karena itu juga mungkin yang  membuat kita terlena dengan keadaan dan kebiasaan yang telah berlangung cukup lama dalam hidup saya. Saya hanya bisa mengatakan kepada anak dan istri, bahwa ini satu peringatan supaya lebih berhati-hati lagi. Dan, syukur alhamdulillah kita semua masih selamat karena ternyata Allah Shubhanahu wata’ala  masih menginginkan kita hidup dan tidak membiarkan si pencuri masuk dan mencelakai kita. Kita masih bisa menghirup udara pagi yang segar dengan kandungan oksigen yang maksimal untuk bekal berbagai aktivitas kita ke depan berikutnya. Dan yang paling penting dari setiap kejadian semacam ini, adalah  mengambil hikmahnya, yaitu bisa lebih hati-hati dan waspada lagi ke depannya. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang kembali di masa-masa akan datang, amien.

SPARK OF CONTENT :

Whatever we have done in an attempt to secure our belongings, the decisive factor is the will of God. In a sense if Allah the Almighty God wants something happen, then something must have happened. And that is what has happened to my bike. I’ve been trying to save Honda Supra X motorcycle 125 of my favorite in the garage next to my house. It is an usual habit I do every day until today, and because it was used as it was then I fall asleep and is not expected if the event of loss or theft could occur. But however the incident has happened and I do not have a bike again. Buy a new one? if yes, there are only two choices, buy by cash or credit. Incidentally still had a balance of savings is enough to buy the cash and finally I decided to cash only. Without another thought, I went straight to the Honda dealership and now I have to get a replacement for my lost beloved with the same brand and cilinder honda. Thank God, now I can move back in the office with the help of my new honda, hahaa …

Empty Nest Syndrome

imageedit_10_2305972535
Pixabay

Dulu sewaktu masa-masa kuliah, saya masih ingat ada pelajaran atau mata kuliah yang membahas tetang topik seperti yang saya jadikan judul tulisan ini. Iya, ini mata kuliah psikologi karena membahas perilaku manusia sebagai refleksi dari kondisi emosional dan sosialnya. Saya juga masih ingat betul ketika dosen mata kuliah tersebut menjelaskan, bahwa sindroma atau gejala perasaan kehilangan yang dialami oleh orang tua (parent) pada saat dimana anak-anak mulai meninggalkan rumah mereka (orang tua mereka) karena berbagai alasan. Pada saat itu, orang tua akan mengalami apa yang disebut dengan Empty Nest Syndrome.

Mereka merasa seakan berada di sebuah sarang kosong atau rumah tanpa seorangpun kecuali mereka berdua. Dalam wikipedia.com yang saya kutip dijelaskan bahwa, “Empty nest syndrome is a feeling of grief and loneliness parents may feel when their children leave home for the first time, such as to live on their own or to attend a college oruniversity. It is not a clinical condition.”

Perasaan seperti ini memang akan dialami oleh setiap orang tua terutama si ibu ketika anak-anak mulai meningalkan rumah karena berbagai alasan, misalnya mereka pergi merantau ke luar kota atau keluar negeri untuk kuliah, menikah dan membentuk rumah tangga sendiri, meninggal dunia atau karena berbagai sebab lainnya. Orang tua akan merasa sedih dan rindu serta kesepian yang cukup bahkan sangat menekan perasaan untuk pertama kali, namun simptom ini biasanya akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Adalah hal yang wajar dan normal ketika anak-anak dewasa muda ini pergi meninggalkan rumah untuk sesuatu alasan seperti yang dipaparkan di atas. Namun akan dirasakan sekali oleh orang tua mereka, terutama oleh si ibu yang biasanya hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurus dan merawat anak-anak mereka sejak kecil hingga dewasa.

Pertanyaannya, apakah semua orang tua atau pasangan usia lanjut ini akan mengalami sindroma sarang kosong ini? Jawabannya relatif, bergantung pada kesiapan mental dan juga pemahaman dan penghayatan mereka tentang nilai-nilai dan agama yang mereka anut. Juga tergantung apakah mereka tergolong orang tua yang sulit menerima perubahan yang terjadi dalam hidup mereka, atau sebaliknya. Karena ada orang tua yang tidak terlalu peduli dengan perasaan kehilangan semacam itu dan mereka bisa menyiasatinya dengan membuat agenda-agenda kesibukan sendiri untuk mengisi waktu luang di hari tua mereka, misalnya setelah pension dari pekerjaan, meskipun di rumah hanya tinggal mereka berdua.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa seorang ibu yang bertindak sebagai pengasuh

utama bagi anak-anaknya lebih mungkin akan mengalami sindroma sarang kosong ini dibanding seorang ayah. Namun penelitian lain juga menunjukkan bahwa beberapa ayah mengungkapkan perasaan bahwa mereka tidak siap dalam menghadapi transisi emosional yang terjadi sebagai akibat anak-anak mereka meninggalkan rumah. Sementara yang lain menyatakan perasaan bersalahnya atas kehilangan kesempatan untuk lebih terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, sebelum mereka meninggalkan rumah.

Menurut Rahmah (2006), penyesuaian awal yang harus dilakukan adalah penyesuaian terhadap keluarga yang dalam hal ini berarti pasangan hidup atau suami, dan secara otomatis menyebabkan harus dilakukannya perubahan peran.

Perubahan peran seorang ibu akan menjadi awal penyesuaian diri menghadapi sindrom sarang kosong. Seorang ibu yang masih memiliki pasangan, cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dibandingkan dengan ibu yang sudah tidak memiliki pasangan. Keberadaan pasangan sangat berpengaruh dalam mencapai keseimbangan diri seorang ibu setelah kepergian anak, karena orientasi peran dalam hidup kembali berpusatkan pada pasangan. Selain itu, keberadaan pasangan juga mampu mereduksi kesedihan dan rasa sepi pada diri seorang ibu. Untuk ibu yang sudah tidak didampingi pasangan, cenderung mengorientasikan diri pada kegiatan diluar rumah. Dengan melibatkan diri pada kesibukan dan keramaian di luar rumah, seorang ibu mendapatkan kompensasi atas rasa kehilangannya terhadap anak-anak.

Kemudian bersamaan dengan berjalannya waktu sebagai pemicu munculnya kebiasaan, seorang ibu akan keluar dari sindrom sarang kosong. (Rahmah, N. (2006) Penyesuaian Diri Ibu Menghadapi Sindrom Sarang Kosong. http://www.adln.lib.unair.ac.id. Diakses 26 Agustus 2008.)

Dari uraian di atas saya hanya bisa mengatakan bahwa gejala sarang kosong ini tidak perlu menjadi momok bagi siapapun, asalkan kita bisa menyiasati masa-masa itu dengan berbagai aktivitas positif dan bisa membangun kembali hubungan yang lebih baik lagi dengan pasangan kita, juga dengan orang lain di sekitar rumah kita.

Demikian beberapa coretan singkat di pagi hari ini, semoga bermanfaat. Atau ada pandangan dan pemikiran yang berbeda dari para pembaca? silakan dishare di kolom komentar di bawah ini.

SPARK OF CONTENT :.

In wikipedia.com I quoted an opinion that explains that, “Empty nest syndrome is a feeling of grief and loneliness parents may feel when Reviews their children leave home for the first time, such as to live on their own or to Attend a college or university. It is not a clinical condition. “This kind of feeling will indeed be experienced by every parent, especially the mother when the children started leaving home for various reasons, for example, they go wander out of town or out of state for college, marry and form households alone, dies or for various other reasons. From the above, I can only say that the symptoms of empty nest does not have to be a scourge for anyone, as long as we can get around that period with a variety of positive activities and can rebuild a better relationship again with our partner, also with others in around our homes and with our social environment more broadly.

Artikel lainnya :

  1. Keutamaan menjaga lisan
  2. Cara membuat halaman depan statis pada blog
  3. Bolehkan menonton permainan sulap?
  4. Menyegerakan berbuat kebaikan dan bahaya menundanya
  5. Semuanya sudah sangat terlambat
  6. Selalu ada bahagia di penghujung kesedihan
  7. Riya’ dan cara menghindarinya
  8. Dikir pagi dan petang dan keutamaannya
  9. Untuk apa kita diciptakan?
  10. Munajat tak pernah putus

Persahabatan

imageedit_36_3099932659
Pixabay

Persahabatan, pertemanan atau perkawanan, itu adalah sebuah kata bahasa Indonesia yang bila dijadikan kata kerja menjadi bersahabat, berteman dan berkawan. Saya tidak atau belum tahu betul apa sebenarnya makna juga hikmah dibalik kata persahabatan. Tapi yang pasti, yang saya ketahui bahwa membangun persahabatan adalah sesuatu yang positif sifatnya. Terlepas dari apa maksud dan tujuan orang dalam membangun persahabatan itu sendiri. Di dunia maya yang kini sedang kita geluti begitu marak istilah ini muncul di berbagai komentar kita untuk menunjukkan rasa persahabatan ini. Seperti ucapan salam, salam kenal, salam persahabatan, salam hormat, salam takzim, salam untuk keluarga dan lain-lain.

Ada yang bilang atau kalau saya tidak salah, dalam satu puisi yang pernah saya baca di salah satu postingan teman mengatakan, bahwa pertemanan di dunia maya sekarang ini semakin marak, sementara dengan tetangga kiri-kanan jarang bertegur-sapa. Subhanallah, saya kira sebait puisi di atas adalah peringatan atau teguran yang sangat bermanfaat. Mengapa demikian, karena memang kecenderungan pola hidup atau gaya hidup manusia di era sekarang ini sedang mengarah atau bahkan sudah berada pada pola hidup yang individualistis dan hedonistis. Terutama dalam pola hidup dan gaya hidup masyarakat di perkotaan, yang mana sedikit demi sedikit akan merambat juga pada gaya hidup masyarakat pedesaan. Terkait dengan gaya hidup individualistik ini berikut saya mengutip pendapat seorang tokoh.

“Sikap individualistik tidak sejalan dengan nilai Islam. Dalam hidup bermasyarakat, Islam mengajarkan untuk hidup berdampingan secara harmonis, saling menghargai, toleran, dan tolong menolong,” seru Prof. Anas.Gaya hidup individualistik yang berujung pada materialistik kini telah merebak di Indonesia. Menurut Prof. Anas, gaya hidup ini lebih mengutamakan nafsu duniawi sebagai tujuan hidup. Akibatnya, kebahagiaan yang didapat justru hanya melahirkan sebuah kebahagiaan semu.”

Jadi, mari kita membangun pola hidup atau gaya hidup yang egaliter saja jangan yang individualistik, karena seperti kata beliau di atas bahwa gaya hidup individualistis tidak akan menghasilkan kecuali hanya kebahagiaan yang semu.

Kemudian terkait dengan arti atau makna dari kata pertemanan atau persahabatan saya mengutip dari http://www.bacaislam.com.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Maukah aku tunjukkan pada kalian tentang sesuatu yang derajatnya lebih utama daripada sholat, puasa, sedekah?”

Para sahabat: ‘Mau, wahai Rasulullah!’
Beliau saw: “perbaiki pergaulan, karena rusaknya hubungan baik berarti mencukur, aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur AGAMA”
(HR At-Tirmidzi)
Seorang ulama  mengatakan :
  1. Seorang sahabat adalah orang yang tidak ingin dirimu menderita, akan terus memberimu semangat ketika engkau sedang terpuruk.
  2. Tidak ikut mencaci ketika orang lain mencacimu.

Lalu bagaimana kriteria sahabat yang baik?

Lukman alhakim menasihati anaknya:
  1. Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
  2. Perumpamaan teman yg baik seperti “pohon” jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungimu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan.
  3. Jika ia tak bermanfaat untuk mu ia juga tak akan membahayakan-mu.

Kembali pada fokus pembicaraan kita tentang persahabatan, bahwa kita dalam hidup bisa bersahabat atau berteman dengan siapa saja, kapan saja  dan di mana saja. Mau di dunia maya atau dunia nyata yang penting dalam membangun persahabatan adalah dengan niat yang baik, syukur-syukur punya niat berteman karena Allah shubhanahu wata’ala dan berharap untuk mendapatkan pahala di akhirat kelak, yakni sama-sama diperkenankan untuk memasuki surga-Nya. Karena sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits, bahwa ” Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat.” Jadi, peranan niat dalam segala amal ibadah kita sangatlah vital.

Karena itu, kita bersahabat di mana saja dengan siapapun asalkan dengan niat seperti yang dijelaskan di atas adalah sesuatu yang baik (positif). Dan bagi saya, justru ada nilai plus bagi yang juga membangun persahabatan di dunia maya dari sekedar hanya punya sahabat atau teman di dunia nyata. Asalkan, sekali lagi dengan niat yang baik dan mengharapkan ridho dan kasih sayang dari Allah shubhanahu wata’ala. Wallahu a’lam.

Demikian catatan singkat saya mengenai persahabatan, mudah-mudahan bermanfaat. aamien.

Message And Hope In 2016

book-1112467__180
:Pixabay.com

Entering the new year 2016 is identical or similar to opening a new chapter in our lives. A new sheet waiting to be filled with a variety of work and positive creativity. There were a number of new opportunities and challenges that we face. But there also exist a number of duties and responsibilities that we may not finish in the previous year.

Opportunities And Challenges

There are certainly many opportunities, hopes and dreams we were in previous years we can not make happen. Challenges and opportunities that would more or less the same as we’ve ever faced in the previous year.

If, in previous years we have not been able to do good, can not for example carry out all the duties and responsibilities of the wife and our children, because the kinds of obstacles and barriers, then it is time for us to move quickly take up the opportunities that exist for fulfilling all of that.

If in previous years we have not had the opportunity to visit our families or bersilaturrahmi (in Islamic terms)  and distant relatives, then it is time to set aside time to be met and formed friendships with them. Remember friends, the opportunity will never come twice. It is time for us to just share happiness with them no matter how small it is.

Messages And Hope

Do not be put off when an opportunity came up. Also, do not shy away when the guidance came knocking on the door of our hearts.

Immediately welcome his presence and many are thankful to Allah for all His gift to us.
We hope that everything can not we make happen in 2015, may God give us the ability to be able to make it happen this year, and hope that there is always a blessing and God guidance in every things we do. We hope there is always God’s guidance at every step and effort we are doing and hopefully given the ability and also the ease by Allah on every things we do. We also hope that spared of all disasters and calamities.

Thus, a bit late as the introductory notes entered the year 2016, may be useful. Aamiin.

Menanti Kelahiran Cucu Pertama

imageedit_2_5971544966Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Kehadirannya adalah sebuah anugerah sekaligus amanah bagi kedua orang tuanya, yang harus mereka jaga dengan baik dan merawat serta mendidiknya agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, kedua orang tua, masyarakat, bangsa dan agama. Artikel ini saya reblog dari blog saya yang lain, karena bagi kami sekeluarga kelahiran cucu pertama merupakan peristiwa yang sangat kami dambakan bersama, dan merupakan momen yang perlu selalu kami ingat karena punya kisah tersendiri. Apa yang terjadi dan bagaimana kisah yang kami alami dalam menantikan kelahiran cucu pertama kami, mari kita ikuti bersama kisah atau cerita singkatnya berikut ini, selamat membaca.

INSPIRASIKU

mata qTulisan ini sengaja saya posting untuk mengingatkan kami pada sebuah peristiwa yang begitu menegangkan. Peristiwa ini sebenarnya sudah berlalu lebih kurang empat tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Desember 2011, tetapi direkam ulang melalui postingan ini sebagai pengingat. Mengapa peristiwa ini begitu menegangkan kami semua? Jawabannya, adalah :

Lihat pos aslinya 217 kata lagi

Dua Ribu Enam Belas

background-1009243__180
pixabay.com

Pergantian tahun sudah berlangsung semalam pada pukul 01.00 wita. Ada banyak harapan yang semoga terwujud di tahun yang baru. Di sekitar rumah telah bersahut-sahutan bunyi petasan dan juga mercon, hampir-hampir rasa ngantuk tak mampu mengajakku untuk segera tidur. Ya, itulah eforia anak-anak dan kita semua dalam menyambut tahun baru. Di internet apalagi, berseliweran kata-kata uacapan selamat tahun baru 2016 dan juga harapan dan doa, semogalah Allah Shubhanahu wata’ala segera mendengarkan dan mengabulkan doa-doa itu.

Ucapan selamat tahun baru merupakan ungkapan yang menggambarkan lembaran sejarah hidup kita, yang secara rinci kelak akan disodorkan kepada kita untuk dibaca dan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Dengan demikian, semoga momentum yang mengandung nilai-nilai postif ini bisa kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi insan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya langkah hidup kita senantiasa dipenuhi keraguan, maka inilah saatnya di tahun baru 2016 untuk memupuk keyakinan dan keberanian dalam berbuat baik.

Harapan dan Doa

Berharap dan berdoa untuk memohon kebaikan di tahun yang baru dan waktu-waktu yang akan datang adalah hak setiap orang, bahkan hal ini adalah wajib bagi seorang muslim, karena Allah dan Rasul-Nya memerintahkan hal itu. Doa adalah senjata orang beriman. Doa adalah harapan hamba yang disampaikan kepada Khaliknya dengan kata-kata yang merayu dan memelas sekalipun. Jika doa berangkat dari hati hamba-hamba yang ikhlas di bumi, maka itulah yang bisa menembus langit.

Berharap kebaikan yang banyak adalah naluiri manusiawi kita, namun kadang sering melalaikan kita dari hal-hal yang utama. Ada yang utama dari banyak hal yang kita idam-idamkan. Misalnya, kita ingin sukses di banyak hal di luar sana, yaitu kesalehan sosial. Tetapi kadang sering lupa membenahi keluarga kita, anak-anak kita, pendidikannya, kesehatannya, terutama agamanya.

Ukirlah Prestasi Terbaik

Maka di tahun yang baru ini, iringilah doa dan harapan itu dengan kebaikan yang banyak. Ukirlah prestasi terbaik sesuai dengan kapasitas dan kemampuan di mana saja kita berkiprah.

Kita bangga pada berbagai keberhasilan yang kita capai secara pribadi dalam masyarakat. Tapi, jangan pernah melupakan kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai pemimpin dalam rumah tangga, yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah di akhirat kelak. Istri dan anak-anak kita, juga harta dan ilmu yang ada pada kita bisa mengantarkan kita ke surga dan sekaligus juga bisa menjerumuskan kita ke neraka.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam urusan ini. Kendalikanlah mereka dengan penuh kearifan, jangan biarkan mereka tanpa pemahaman agama yang baik. Jangan sampai mereka terjebak dalam berbagai kenikmatan dunia yang menipu. Melupakan tugas utamanya sebagai hamba yang harus menghambakan diri kepada Sang Khalik.

Saya akhiri tulisan ini dengan beberapa kutipan beriktu ini,

Hidup adalah kesempatan yang harus di ambil, jalan yang harus dilalui, dan teka-teki yang harus dipecahkan. Selamat memulai tantangan baru di tahun ini***Jangan pernah menyerah dan temukanlah ribuan alasan untuk tetap berjuang menyambut awal yang baru***Apalah arti tahun baru jika tanpa semangat dan tantangan baru serta pencapaian dan kesuksesan***Selamat tahun baru kawan semoga tahun ini menjadi ajang pembuktian atas segala usaha yang kita lakukan sepenuh hati***Jadikanlah hidupmu lebih bermakna dan bermanfaat di tahun ini*** Ingat kebohongan hanya akan menyelamatkanmu sebentar lalu menghancurkanmu selamanya. Semoga kita terhindar dari kebohongan yang menghancurkan itu.

Demikianlah coretan singkat menyambut tahun baru 2016, semoga bermanfaat. Selamat tahun baru 2016 semoga keselamatan dan kesuksesan selalu menyertai kita semua, amien.