Anak-Anak Dalam Keluarga Tanpa Ayah

imageedit_13_8103248644.jpg
Pixabay

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Ketika kita memikirkan tentang keluarga, maka mungkin yang ada dalam pikiran kita adalah sebuah keluarga utuh ada ayah dan ibu serta dua anak atau lebih, hidup dalam suasana menyenangkan berkecukupan secara fisik, psikis dan sosial. Ini adalah contoh sebuah keluarga yang relatih ideal, bukan keluarga ideal. Dan, mungkin tak sempat terpikir bahwa di sana ada banyak keluarga dengan anak-anak tanpa kehadiran figur seorang ayah. Pemikiran atau anggapan seperti itu adalah biasa/wajar karena kita bukanlah kelompok pemerhati atau peneliti sosial atau keluarga. Bagi pemerhati dan peneliti masalah sosial, keluarga tanpa ayah adalah sebuah masalah atau ancaman yang sangat serius bagi anak-anak yang tumbuh dan berkembang di dalamnya, baik anak laki-laki maupun perempuan. Pada anak-anak (laki-laki) dalam sebuah keluarga tanpa ayah, di sana ada masalah sosial dan psikologis yang sangat serius yang dihadapi oleh anak-anak selain masalah sekonomi.

Seorang anak laki-laki membutuhkan figur ayah untuk belajar berbagai hal yang tidak dia dapatkan dari ibunya, begitu pun dengan anak perempuan, ada sesuatu yang dia butuhkan dari kehadiran figur ayah, misalnya bagaimana ia belajar membangun relasi interpersonal pria dan wanita yang sesuai etika dan tatakrama yang ada dalam masyarakat. Namun beberapa hasil penelitian menjelaskan, bahwa ketiadaan figur ayah sangat berpengaruh buruk pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Mengapa, karena bagi anak laki-laki ketiadaan figur ayah adalah sama halnya dengan kehilangan objek contoh atau tempat dia untuk belajar bagaimana menampilkan peranan sebagai seorang laki-laki. Sementara bagi anak perempuan, kehilangan figur ayah meskipun berpengaruh buruk akan tetapi tingkatan bed efffectnya agak rendah, karena objek belajar peranan sebagai perempuan masih ada, yaitu si ibu.

Di sisi lain, ketiadaan ayah atau figur ayah akan berkonsekuensi pada kedudukan ibu dalam keluarga itu menjadi orang tua tunggal. Pertanyaannya, apakah seorang ibu mampu mengemban kedua peran itu dalam keluarga, dalam merawat, membesarkan dan mendidik serta mengawasi anak-anaknya? Karena kesiapan si ibu dalam menjalani perannya sebagai orangtua tunggal juga akan mempengaruhi bagaimana dia bersikap terhadap anaknya. Para ibu yang tidak siap dengan keadaan dan merasa terpaksa menjalaninya akan cenderung menyalahkan kehadiran si anak, dan inilah bahayanya.

Belum lagi jika si ibu memiliki sifat pencemas dan mudah panik, hal ini tentu saja berpengaruh pada si anak, terlebih anak- anak masih memiliki keterbatasan kemampuan dalam berkomunikasi dan mengekspresikan perasaannya. Di sinilah diperlukan komunikasi terbuka dan kepekaan dari si ibu untuk menggali perasaan si anak dan mencari tahu apa kebutuhan anaknya. Menjadi orangtua tunggal berarti harus siap menjadi tulang punggung keluarga, tak jarang karena ingin memenuhi kebutuhan finansial, seorang ibu bekerja terlalu keras sehingga tidak punya waktu lagi untuk anak-anaknya, dan inilah pula bahayanya.

Apa masalah sosial psikologis yang akan menimpa anak-anak dalam keluarga tanpa ayah ini? Sebagai gambaran tentang masalah ini, saya kemukakan beberapa hasil penelitian di Amerika, yang mengungkapkan bahwa anak-anak yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga tanpa ayah berkecenderungan tinggi dalam hal-hal sebagai berikut:

Sexual activity. In a study of 700 adolescents, researchers found that “compared to families with two natural parents living in the home, adolescents from single-parent families have been found to engage in greater and earlier sexual activity.”
Source: Carol W. Metzler, et al. “The Social Context for Risky Sexual Behavior Among Adolescents,” Journal of Behavioral Medicine 17 (1994).

Dalam sebuah penelitian tentang 700 remaja, para peneliti menemukan bahwa keluarga tanpa ayah berkecenderungan melahirkan remaja dengan aktivitas seksual yang lebih besar dan lebih dini, ketimbang anak-anak dari keluarga utuh ada ayah dan ibu (sumber data di atas).

A myriad of maladies. Fatherless children are at a dramatically greater risk of drug and alcohol abuse, mental illness, suicide, poor educational performance, teen pregnancy, and criminality.
Source: U.S. Department of Health and Human Services, National Center for Health Statistics, Survey on Child Health, Washington, DC, 1993.

Kemudian dalam penelitian lain menemukan, bahwa anak-anak tanpa ayah secara daramatik lebih beresiko lebih tinggi pada penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, sakit mental, bunuh diri, prestasi akademik rendah, kehamilan usia dini, dan kriminalitas (sumber data di atas).

Drinking problems. Teenagers living in single-parent households are more likely to abuse alcohol and at an earlier age compared to children reared in two-parent households
Source: Terry E. Duncan, Susan C. Duncan and Hyman Hops, “The Effects of Family Cohesiveness and Peer Encouragement on the Development of Adolescent Alcohol Use: A Cohort-Sequential Approach to the Analysis of Longitudinal Data,”Journal of Studies on Alcohol 55 (1994).

Anak-anak remaja dari keluarga tanpa ayah berkecenderungan lebih besar untuk penyalahgunaan obat-obatan di usia dini ketimbang anak-anak dari keluarga utuh (sumbar data di atas).

Suicidal Tendencies. In a study of 146 adolescent friends of 26 adolescent suicide victims, teens living in single-parent families are not only more likely to commit suicide but also more likely to suffer from psychological disorders, when compared to teens living in intact families.
Source: David A. Brent, et al. “Post-traumatic Stress Disorder in Peers of Adolescent Suicide Victims: Predisposing Factors and Phenomenology.” Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry 34, 1995.

Keluarga tanpa ayah tidak hanya mengakibatkan anak-anak mengalami masalah bunuh diri, tetapi juga menyebabkan kekacauan mental dibandingkan anak-anak dari keluarga utuh (sumber data di atas).

Confused identities. Boys who grow up in father-absent homes are more likely that those in father-present homes to have trouble establishing appropriate sex roles and gender identity.
Source: P.L. Adams, J.R. Milner, and N.A. Schrepf, Fatherless Children, New York, Wiley Press, 1984.

Anak laki-laki dari keluarga tanpa ayah lebih berkecenderungan mengalami masalah dalam penyesuaian peranan seksual dan identitas gender mereka ketimbang anak-anak dari keluarga utuh (sumber data di atas).

Oleh karena itu, saya mengutip pendapat yang mengatakan atau menyarankan, bahwa ‘Para ayah sebaiknya memiliki waktu dan kesempatan untuk bercengkerama dengan buah hati, minimal 15 – 30 menit per harinya. Keterlibatan dengan anak ini bisa termasuk mengajaknya bercerita, bermain, mengungkapkan rasa cinta dan sayang, serta mengajaknya berdiskusi ringan. Percayalah, ini akan sangat bermakna bagi perkembangan jiwa anak. Ayah yang positif akan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak. Seperti yang dikatakan Irma Gustiana A, M.Psi., psikolog Anak dan Keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan UI. Peran ayah dalam kehidupan anak sangat berarti, terutama dalam membangun kecerdasan emosi, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan motivasi anak di kemudian hari. Buat para ibu, ayo bantu ayah dan berikan kesempatan agar ia dan anak menjalin hubungan yang hangat. Pasalnya, anggapan bahwa masalah pengasuhan hanya ranah ibu, sementara bekerja dan mencari nafkah adalah ranah ayah, mengakibatkan anak mengalami ketiadaan peran ayah. “Ini sangat disayangkan karena ketiadaan peran ayah (fatherless) dalam kehidupan anak, memungkinkan anak mengalami masalah perilaku sosial emosi yang semakin besar. Anak cenderung berperilaku tidak adaptif sehingga timbul istilah kenakalan anak.”  Irma mengalaskan pendapatnya pada hasil penelitian yang menyebutkan tentang dampak buruk dari ketiadaan peran ayah, seperti hasil studi tentang peran ayah dalam kehidupan anak yang dilakukan Kalter dan Rembar dari Children’s Psychiatric Hospital, University of Michigan. Dikemukakan, apabila tak ada peran ayah dalam kehidupan anak, dampaknya tak bisa dianggap sepele. Apa saja?

– 63 persen anak mengalami masalah psikologis seperti gelisah, sedih, suasana hati yang mudah berubah, fobia, dan depresi.

– 56 persen anak memilik kemampuannya berada di bawah rata-rata.

– 43 persen anak melakukan agresi terhadap orangtua.’ (Sumber : tabloidnova.com).

Dan saya berpendapat, bahwa sebenarnya masalah ketiadaan figur ayah bagi anak-anak, terutama bagi anak laki-laki dapat diatasi dengan menyediakan figur pengganti ayah. Siapa itu? Ini bisa kakeknya, pamannya, atau figur pria lain dalam sebuah keluarga yang bisa menampilkan diri sebagai pelindung, pengawas dan pendidik bagi mereka. Tapi masalahnya, tidak selalu tersedia dalam setiap keluarga figur-figur penganti seperti itu, karena berbagai faktor dan situasi. Oleh karena itu, barangkali perlu dicarikan alternatif pelayanan sosial yang diberikan oleh negara disesuaikan dengan tingkat usia dan kebutuhan mereka, sehingga anak-anak dari keluarga tanpa ayah ini, khususnya yang ibunya tidak mampu mengakomodir semua kebutuhan anak karena berbagai alasan, bisa terselamatkan dari ancaman bahaya kemanusiaan seperti diuraikan di atas.

Nabi kita Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam, adalah seorang fatherless boy, bahkan beliau telah yatim piatu tak lama setelah kelahiran, karena ayahnya Abdullah telah meninggal dunia sebelum beliau lahir dan ibunya pun menyusul tak lama setelah melahirkan Muhammad. Tapi alhmadulillah, beliau masih punya kakek yang bisa menggantikan figur ayahnya, yaitu Abdul Muthallib. Setelah kakeknya meninggal, Muhammad diambil dan pelihara serta dilindungi oleh pamannya Abu Thalib meskipun pamannya bukan muslim, tetapi ia sangat menyayangi keponakannya. Subhanallah. walhamdulilah, wa laa ilaha illallah, wallahuakbar.

Demikian, semoga bermanfaat, amien Ya Rabbal ‘alamin.

Gerahamku Yang Ditambal Kumat lagi

dentist-428649__180
Pixabay.com

Kemarin sore, tepatnya jam 15.30 wita gigi gerahamku yang sebelah kanan atas kumat lagi. Dulu, kurang lebih 8 bulan yang lalu saya ke dokter untuk memeriksakan, dan pada waktu itu berniat untuk mencabutnya, karena sudah sangat menyiksa sekali yah. Pada saat itu, dokter  bilang gigi saya masih cukup kuat untuk mengunyah karena memang belum sampe goyang. Hanya masalahnya ada lobang kecil namun cukup dalam katanya.Karena itu, dokter bilang ditambal saja agar gigi saya masih bisa dipake mengunyah. Memang benar, seandainya gigi gerahamku yang satu itu dicabut saya sudah nggak bisa ngunyah makanan dengan sempurna lagi. Saat itu, saya agak bingung juga memutuskan ditambal atau dicabut.

Akhirnya, saya coba bilang sama dokter, bagaimana ya dok, kalau ditambal apa nanti nggak kumat lagi karena infeksi misalnya. Dokter bilang waktu itu, oh nggak pak, kan tambalannya yang bagus pake semen gigi yang berkualitas. Tapi hati saya kok nggak yakin yah dengan saran dokter.

Soalnya dulu, sewktu di SMA, waktu itu tahun 1976 saya pernah  ditambal gigi geraham saya yang sebelah kanan bawah, dan hanya bertahan beberapa tahun saja terus jebol. Baiklah kita lanjutkan cerita ini kembali, akhirnya setelah berpikir-pikir tentang apa yang dikatakan dokter tadi, yaitu agar gigi saya ditambal saja, saya setuju. Karena pada waktu itu bukan hanya sakit yang saya rasakan, tetapi juga muka saya bagian sebelah kanan sudah mulai gemuk eh bengkak. Lagi pula kalau gerahamku dicabut pastilah tidak ada lagi untuk mengunyah.

Tapi kata dokter waktu itu, tambalnya nggak bisa sekarang ya pak, karena masih sakit dan juga bengkaknya perlu disembuhkan dulu. Singkat cerita setelah doktder memberikan resep sayapun segera pulang ke rumah sembari ke apotik untuk membeli obat. Kurang lebih 3 hari kemudian rasa sakitnya sudah sembuh, namun bengkaknya masih nampak pada wajah saya sebelah kanan, sehingga membuat pemandangan yang asimetris juga pada wajahku pada saat itu.

Dengan penuh harap semoga kali ini gigiku benar-benar bisa ditambal oleh dokter dan saya bisa kembali beraktivitas dengan nyaman. Tapi apa yang terjadi, ternyata saya harus kembali minum obat untuk menyembuhkan bengkaknya. Ini berarti kali yang kedua saya pulang ke rumah tanpa hasil seperti yang saya harapkan tadi, yaitu gigi saya ditambal. Di sisi lain dompet kumalku terus memuntahkan isinya keluar, hehe…, dan itu memang sudah seharusnya begitu, gumamku dalam hati, dan tidak perlu harus menyakahkan siapa-siapa. Dan saya percaya, memang itulah prosedur kerja seorang dokter. Hanya mungkin saya pikir, kita perlu sedikit bersabar untuk bolak-balik ke dokter meski dengan kondisi yang cukup prihatin. Soal biaya tentu seberapapun kita harus ikhlas dan merelakannya, karena yang penting adalah kesehatan kita bisa pulih kembali.

Akhirnya, setelah minum obat selama kurang lebih 3 hari bengkaknya pun sembuh, dan saya segera kembali lagi ke dokter agar gigi saya bisa segera ditambal. Dalam hati, saya berdoa semoga tidak terjadi suatu kesalahan atau malpraktek pada proses penambalan gigi saya. Dan alhamdulillah, memang benar proses penambalan berjalan lancar. Selesai penambalan dokter hanya menyarankan agar saya tidak dulu mengunyah makanan keras karena kondisi tambalan belum sepenuhnya kuat.

Setelah berlalu 7 bulan saya merasakan adanya keanehan pada gigi saya yang ditambal. Yaitu seperti ada rasa ngilu ketika kena makanan yang keras. Ternyata memang benar, tambalannya udah jebol. Hanya yang dirasakan pada waktu itu adalah rasa ngilu dan tidak ada rasa sakit yang serius. Tapi bagaimanapun keadaan seperti itu cukup mengganggu bagi saya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke dokter tadi, dengan niat agar gigi saya dicabut saja, dan segera ke dokter untuk minta dicabut. Dokterpun menyetujuinya dan proses pencabutan segera dilakukan. Tapi apa yang terjadi, sekali lagi terjadi kesalahan pada proses pencabutan itu, dimana gigi saya yang seharusnya dicabut tidak dicabut, yang dicabut adalah gigi saya yang masih kuat dan sehat dan tidak berlobang. Tapi karena pada waktu itu saya tidak mengetahui gigi mana yang dicabut, karena tidak bisa melihat dan hanya merasakan ada gigi yang tercabut, maka tentu saya tidak mengajukan protes atau mempersoalkannya.

Anehnya lagi, gigi saya yang seharusnya dicabut itu dalam beberapa bulan lamannya bisa pulih kembali fungsinya untuk mengunyah makanan yang agak keras sekalipun. Cukup lama juga dia bertahan, hingga akhirnya iapun harus kembali bermasalah dan minta agar segera dicabut. Untuk pencabutan yang ini saya berniat untuk pergi ke dokter yang lain saja, bukan berarti saya berprasangka buruk pada dokter yang pertama, sama sekali tidaklah…Itu hanyalah ikhtiar saya, semoga berjalan lancar dan gigi saya bisa berfungsi kembali dengan baik, aamiin.

Mohon doa dari sahabat semua.

SPARK OF CONTENT :

Talk about tooth pain sometimes is annoying, especially if we want to pull the tooth was wrong revoked by the doctor. At that time I did not realize that the
deprived of even healthy teeth next to them. I realized after a few days treatment and appears to have started to recover and then I touch turns teeth would be revoked was still there. Finally I went to the doctor again and I protest, why my teeth are still healthy revoked while the pain is not revoked? The doctor said that it was also his teeth hurt and hollow. I say, then what should be stripped of my teeth that have already started hurting again because it hollow? The doctor said, I’ll give you medicine and you should be diligent brush your teeth every time after eating and when going to bed. And alhamdulillah as I follow the doctor’s advice my teeth no longer hurt and healthy until now.

Translate this !

inggris Espanol French Italian

My Honda Supra X 125 Stolen Last Night

imageedit_8_8874795950
pixabay.com

Tidak ada yang bisa mendeteksi apa yang akan terjadi pada diri kita ke depan. Tapi apapun yang telah terjadi pada diri saya atau pada siapapun, itu adalah sebuah ketetapan yang telah Allah tetapkan dan yang pasti terjadi, tidak bisa dimundurkan dan juga tidak bisa dimajukan waktunya. Tadi malam, hari Selasa 19 Januari 2016 sekitar pukul 03.30 wita honda kesayangan saya Supra X 125 dicuri, sedih juga rasanya. Ikhtiar untuk mengamankan segalanya sudah dilakukan, namun Tuhan berkehendak dan telah menentukan lain. Setelah shalat isya tadi malam saya biasa nonton beberapa acara di televisi kurang lebih satu jam. Lalu dilanjutkan dengan membaca beberapa halaman dari buku-buku literatur yang ada kurang lebih satu jam juga.

Sebelum berlanjut ke laptop saya terlebih dahulu mengunci pintu pagar dan juga pintu rumah. yang pada saat itu waktu menunjukkan pukul 23.30 wita.

Sedikit melebar dari fokus, bahwa lingkungan tempat tinggal kami terhitung aman dan bahkan sangat aman bila dibandingkan dengan lingkungan-lingkungan lain di wilayah kelurahan kami. Saking amannya, bahkan barang-barang milik kami seperti sandal dan sepatu, yang biasa kalau sepulang dari bepergian selalu di simpan begitu saja di emperan rumah tanpa ada yang hilang. Demikian juga jemuran yang seringkali kami tidak angkat berada di tempat jemuran sampai larut malam bahkan sampai pagi. Kami terlena, ternyata diam-diam mereka mengetahui keadaan tersebut, tapi yang diincar bukanlah barang-barang itu melainkan “Si biru-putih” motor honda kesayangan saya.

Kembali ke fokus pembicaraan semula, yaitu setelah mengunci semua pintu-pintu, saya lalu menuju ke laptop kesayangan saya, Toshiba tua pula dan segera saya menuju menu login untuk masuk ke mene-menu berikutnya. Ada beberapa pengunjung yang datang meninjau dan memberi komentar mereka pada malam itu. Saya segera membalas komentar-komentar mereka dan tidak terlalu banyak yang harus saya jawab, yang agak banyak adalah penyuka atau yang memberikan like-nya. Karena tidak banyak yang harus saya balas, maka sayapun segera menuju tempat tidur. Pada saat itu waktu menunjukkan pukul 24.30 wita, sayapun segera merebahkan tubuh untuk tidur.

Pada pukul 02.00 istri saya bangun untuk buang hajat (pipis) dan keadaan sekitar rumah kami masih dalam keadaan normal sebagaimana biasa, tidak ada keganjilan atau hal-hal yang mencurigakan, dia juga sempat menengok lewat jendela muka, semua dalam  keadaan aman dan biasa saja.

Pada pukul 03.10 wita saya terbangun namun saya tidak sampai beranjak dari tempat tidur karena tidak kepengen apa-apa hanya terbangun saja lalu kembali tidur. Namun tepat pada pukul 04.00 wita, istri saya bangun lagi untuk keperluan yang sama, dan pada saat itulah istri saya melihat pintu pagar sudah terbuka selebar untuk keluar sepeda motor. Melihat itu, istri lalu berteriak cukup keras sehingga membangunkan saya dan juga anak saya yang ada di kamar sebelah. Dengan keadaan pandangan mata dan juga pendengaran yang masih samar dan sayup, lalu saya mencoba melongok ke luar dan ternyata memang pintu pagar sudah dibuka si pencuri dan motor Honda Supra X 125 kesayangan saya telah raib dibawa kabur oleh pencuri. Kejadiannya kira-kira 30 menit sebelum istri saya bangun.

Dari kejadian ini, saya seperti tersadarkan, bahwa sewaspada apapun kita dalam mengamankan semua yang kita punya, kalau sudah menjadi kehendak Yang Maha Memiliki, tetaplah akan terjadi juga. Situasi lingkungan yang aman selama ini telah melenakan saya, sehingga tak ada keinginan atau pemikiran untuk memindahkan motor ke dalam kamar misalnya. Dan, yang ini adalah yang pertama kali saya alami selama hidup, karena itu juga mungkin yang  membuat kita terlena dengan keadaan dan kebiasaan yang telah berlangung cukup lama dalam hidup saya. Saya hanya bisa mengatakan kepada anak dan istri, bahwa ini satu peringatan supaya lebih berhati-hati lagi. Dan, syukur alhamdulillah kita semua masih selamat karena ternyata Allah Shubhanahu wata’ala  masih menginginkan kita hidup dan tidak membiarkan si pencuri masuk dan mencelakai kita. Kita masih bisa menghirup udara pagi yang segar dengan kandungan oksigen yang maksimal untuk bekal berbagai aktivitas kita ke depan berikutnya. Dan yang paling penting dari setiap kejadian semacam ini, adalah  mengambil hikmahnya, yaitu bisa lebih hati-hati dan waspada lagi ke depannya. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang kembali di masa-masa akan datang, amien.

SPARK OF CONTENT :

Whatever we have done in an attempt to secure our belongings, the decisive factor is the will of God. In a sense if Allah the Almighty God wants something happen, then something must have happened. And that is what has happened to my bike. I’ve been trying to save Honda Supra X motorcycle 125 of my favorite in the garage next to my house. It is an usual habit I do every day until today, and because it was used as it was then I fall asleep and is not expected if the event of loss or theft could occur. But however the incident has happened and I do not have a bike again. Buy a new one? if yes, there are only two choices, buy by cash or credit. Incidentally still had a balance of savings is enough to buy the cash and finally I decided to cash only. Without another thought, I went straight to the Honda dealership and now I have to get a replacement for my lost beloved with the same brand and cilinder honda. Thank God, now I can move back in the office with the help of my new honda, hahaa …

Persahabatan

imageedit_36_3099932659
Pixabay

Persahabatan, pertemanan atau perkawanan, itu adalah sebuah kata bahasa Indonesia yang bila dijadikan kata kerja menjadi bersahabat, berteman dan berkawan. Saya tidak atau belum tahu betul apa sebenarnya makna juga hikmah dibalik kata persahabatan. Tapi yang pasti, yang saya ketahui bahwa membangun persahabatan adalah sesuatu yang positif sifatnya. Terlepas dari apa maksud dan tujuan orang dalam membangun persahabatan itu sendiri. Di dunia maya yang kini sedang kita geluti begitu marak istilah ini muncul di berbagai komentar kita untuk menunjukkan rasa persahabatan ini. Seperti ucapan salam, salam kenal, salam persahabatan, salam hormat, salam takzim, salam untuk keluarga dan lain-lain.

Ada yang bilang atau kalau saya tidak salah, dalam satu puisi yang pernah saya baca di salah satu postingan teman mengatakan, bahwa pertemanan di dunia maya sekarang ini semakin marak, sementara dengan tetangga kiri-kanan jarang bertegur-sapa. Subhanallah, saya kira sebait puisi di atas adalah peringatan atau teguran yang sangat bermanfaat. Mengapa demikian, karena memang kecenderungan pola hidup atau gaya hidup manusia di era sekarang ini sedang mengarah atau bahkan sudah berada pada pola hidup yang individualistis dan hedonistis. Terutama dalam pola hidup dan gaya hidup masyarakat di perkotaan, yang mana sedikit demi sedikit akan merambat juga pada gaya hidup masyarakat pedesaan. Terkait dengan gaya hidup individualistik ini berikut saya mengutip pendapat seorang tokoh.

“Sikap individualistik tidak sejalan dengan nilai Islam. Dalam hidup bermasyarakat, Islam mengajarkan untuk hidup berdampingan secara harmonis, saling menghargai, toleran, dan tolong menolong,” seru Prof. Anas.Gaya hidup individualistik yang berujung pada materialistik kini telah merebak di Indonesia. Menurut Prof. Anas, gaya hidup ini lebih mengutamakan nafsu duniawi sebagai tujuan hidup. Akibatnya, kebahagiaan yang didapat justru hanya melahirkan sebuah kebahagiaan semu.”

Jadi, mari kita membangun pola hidup atau gaya hidup yang egaliter saja jangan yang individualistik, karena seperti kata beliau di atas bahwa gaya hidup individualistis tidak akan menghasilkan kecuali hanya kebahagiaan yang semu.

Kemudian terkait dengan arti atau makna dari kata pertemanan atau persahabatan saya mengutip dari http://www.bacaislam.com.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Maukah aku tunjukkan pada kalian tentang sesuatu yang derajatnya lebih utama daripada sholat, puasa, sedekah?”

Para sahabat: ‘Mau, wahai Rasulullah!’
Beliau saw: “perbaiki pergaulan, karena rusaknya hubungan baik berarti mencukur, aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur AGAMA”
(HR At-Tirmidzi)
Seorang ulama  mengatakan :
  1. Seorang sahabat adalah orang yang tidak ingin dirimu menderita, akan terus memberimu semangat ketika engkau sedang terpuruk.
  2. Tidak ikut mencaci ketika orang lain mencacimu.

Lalu bagaimana kriteria sahabat yang baik?

Lukman alhakim menasihati anaknya:
  1. Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
  2. Perumpamaan teman yg baik seperti “pohon” jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungimu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan.
  3. Jika ia tak bermanfaat untuk mu ia juga tak akan membahayakan-mu.

Kembali pada fokus pembicaraan kita tentang persahabatan, bahwa kita dalam hidup bisa bersahabat atau berteman dengan siapa saja, kapan saja  dan di mana saja. Mau di dunia maya atau dunia nyata yang penting dalam membangun persahabatan adalah dengan niat yang baik, syukur-syukur punya niat berteman karena Allah shubhanahu wata’ala dan berharap untuk mendapatkan pahala di akhirat kelak, yakni sama-sama diperkenankan untuk memasuki surga-Nya. Karena sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits, bahwa ” Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat.” Jadi, peranan niat dalam segala amal ibadah kita sangatlah vital.

Karena itu, kita bersahabat di mana saja dengan siapapun asalkan dengan niat seperti yang dijelaskan di atas adalah sesuatu yang baik (positif). Dan bagi saya, justru ada nilai plus bagi yang juga membangun persahabatan di dunia maya dari sekedar hanya punya sahabat atau teman di dunia nyata. Asalkan, sekali lagi dengan niat yang baik dan mengharapkan ridho dan kasih sayang dari Allah shubhanahu wata’ala. Wallahu a’lam.

Demikian catatan singkat saya mengenai persahabatan, mudah-mudahan bermanfaat. aamien.

Menanti Kelahiran Cucu Pertama

imageedit_2_5971544966Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Kehadirannya adalah sebuah anugerah sekaligus amanah bagi kedua orang tuanya, yang harus mereka jaga dengan baik dan merawat serta mendidiknya agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, kedua orang tua, masyarakat, bangsa dan agama. Artikel ini saya reblog dari blog saya yang lain, karena bagi kami sekeluarga kelahiran cucu pertama merupakan peristiwa yang sangat kami dambakan bersama, dan merupakan momen yang perlu selalu kami ingat karena punya kisah tersendiri. Apa yang terjadi dan bagaimana kisah yang kami alami dalam menantikan kelahiran cucu pertama kami, mari kita ikuti bersama kisah atau cerita singkatnya berikut ini, selamat membaca.

INSPIRASIKU

mata qTulisan ini sengaja saya posting untuk mengingatkan kami pada sebuah peristiwa yang begitu menegangkan. Peristiwa ini sebenarnya sudah berlalu lebih kurang empat tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Desember 2011, tetapi direkam ulang melalui postingan ini sebagai pengingat. Mengapa peristiwa ini begitu menegangkan kami semua? Jawabannya, adalah :

Lihat pos aslinya 217 kata lagi

Ijinkan Aku Bercerita

Oleh : Ar Syamsuddin

4824771251_ffaf803327_z

Amy, pada puisi ini ijinkan aku bercerita. Bercerita tentang kelabunya awan yang mengiringi kepergianmu. Atau gerimis yang membasahi batu nisanmu. Pohon kamboja yang mulai meranggas dan bunga-bunga kecil yang berteduh di bawahnya. Amy, pada puisi ini aku datang menemuimu. Aku datang bukan untuk menggugat takdir kematianmu. Atau menghujat Sang Pemilik maut. Aku datang hanya untuk mengatakan. Bahwa kepergianmu adalah pelajaran penuh makna. Perjalanan panjang untuk direnungkan.

Bahwa hidup adalah pembuktian. Atau perwujudan sabar dan ikhlas. Ketika harus menjalani skenario-Nya. Amy, pada puisi ini aku kembali menemuimu. Lewat goresan pena untuk menumpahkan segala rinduku padamu. Engkau telah pergi untuk menghadap Tuhan Pencipta. Kepergian yang juga mengajariku tentang hakikat kematian. Meski kepergianmu adalah kepedihan dalam hatiku.

Amy, aku akan kembali bersama mu lewat untaian kata-kata rinduku yang tak bertepi. Kau telah pergi, dan kini kewajibanku hanya tersisa doa. Sementara kelalaian dan kehilafanku hanya menjadi tumpukan sesal. Dalam helaan nafas saat kutulis puisi ini, aku berdoa. Semoga kau bahagia bersama teman-teman sebayamu dalam belain kasih sayang Ilahi di surga.

Di balik nisan yang mengukir namamu, kau hanya diam membisu. Kepada-Nya aku memohon semoga engkau selalu bahagia. Walau kini kita tak bisa bersua, namun kau selalu di hatiku. Amy, aku tak mampu menatap tempat-tempat di mana dulu kau bermain. Tempat-tempat di mana dulu kau bersekolah. Tempat-tempat di mana dulu kau kuantar untuk berobat. Bahkan, aku tak sanggup menatap jasadmu memasuki liang lahat. Langit mendung, meredup turut berduka. Riuh rendah orang-orang bercerita tentang kisah-kisah hidup mu. Walau masa hidupmu tak sepanjang kami merindukanmu.

Dompu, 17 Mei 2013

!

Cara Membuat Halaman Depan Statis Blog Wp Anda

autumn-1004868__340
Pixabay

Membuat halaman depan suatu website atau blog, sebenarnya merupakan pilihan (optional) sifatnya. Apakah anda ingin atau tidak, membuat halaman depan (Front page) pada blog WordPress, itu terserah anda saja. Tetapi jika anda menginginkan adanya satu halaman depan pada blog anda, maka ada beberapa tahapan yang perlu anda ketahui dan ikuti. Untuk jelasnya,  silakan ikuti penjelasan teknis berikut ini.

Read more

Bait-Bait Rindu

Oleh : Ar Syamsuddin

3708039769_52e531968b_m
Pixabay.com

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Hai Amy, sudah sekian lama kita tak bersama, apa kabar kau di sana? Amy, apa kau ingat hari apa ini ? Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke 15 (semestinya). Atau hari ulang tahun kepergianmu yang ke -2. Pada hari ini aku menemuimu kembali lewat goresan pena. Pena yang senatiasa mengukir setiap bait rinduku padamu. Amy, apa kau merasakan hembusan angin yang membawa seribu pesan rinduku untukmu?.

Apa kau melihat ribuan bintang yang melukiskan betapa besar kerinduanku padamu. Amy, masih terbayang tatapan lembut matamu. Dalam bingkai yang mengangtarku ke masa lalu. Melintas bayang ke saat itu. Saat kau terbaring lemah namun kau sabar menghadapi lara. Meski dengan nafas yang tersisa. Duka yang kau simpan, lebur dalam senyuman.

Kau yang tegar melawan pilu. Meski maut menantimu. Melewati detik demi detik yang menghantam harapan. Katika jerit tangis menjadi irama yang akan mengiringi kepergianmu. Hari ini, mata kembali tak dapat membendung linangannya. Selaras detik demi detik berjalan. Sejalan dengan menit demi menit yang terus berlalu. Seiring dengan jam demi jam yang terus bergulir. Seirama dengan waktu yang terus menampakkan kekejamannya.

Tanpa terasa, sudah hampir tiga tahun berlalu semenjak kepergianmu. Hari-hariku terasa begitu sepi dan hampa. Dan, hatiku masih sangat merindukanmu. Kata-katamu di hari-hari menjelang kepergianmu masih terngiang. Terayun lemah tanganmu menggapai dan merangkul tubuhku. Kau hendak berkata, “Maafkan Amy Papa”. Dan itu sudah terucap sayang. Aku membalas ucapanmu, ” Papa memaafkanmu Amy. Tapi kau belum ada dosa sayang”.

Saat itu, jiwaku menjerit. Hatiku hancur terkeping-keping. Aku sadar, saat-saat yang menakutkan itu akan segera tiba. Dan, Innalillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Aku membimbing roh mu dengan kalimat Laa ilaha illallah…Amy selamat jalan sayang. Selamat jalan anakku. Berbahagialah engkau di sisi Tuhanmu. Nafas rindu dan doa papa menyertaimu. Meski kau tidak lagi berada di sini, tapi di hatiku kau tak akan pernah sirna…Baca juga puisi ini !

Dompu, 17 Mei 2010

 

Mutiara Hikmah

board-953154__340Bersyukurlah atas apa yang telah anda peroleh dalam hidup ini. Jangan terlalu merisaukan yang belum ada. Karena tidak akan pernah ada yang bisa menghentikan keinginan anda. @arsyam’58

Hargailah orang lain, meskipun itu mungkin tidak penting bagi anda. Tetapi percayalah bahwa bagi mereka itu adalah amat berati. @arsyam’58

Lupakanlah sesuatu yang telah anda berikan kepada orang lain dan janganlah melupakan sekecil apapun pemberian mereka. @arsyam’58

Anda tidak akan bisa memperbaiki hidup anda jika tetap berada dalam kondisi yang menyandera diri anda. @arsyam’58

Terimalah apa adanya diri anda karena Tuhan telah berkehendak, yang pada saatnya anda akan mengetahui apa alasannya. @arsyam’58

Tuhan tidak melihat pada sukses atau gagalnya apa yang anda usahakan, tetapi Dia hanya melihat pada niat dan kontinuitas serta kesungguhan anda. @arsyam’58

Jangan pernah mengorbankan kebahagian anda yang langgeng dan abadi, hanya karena bujukan kesenangan semu kehidupan dunia yang akan segera berlalu. @arsyam’58

Berdzikir dan berdoalah kepada-Nya sebagai tanda rasa syukur atas segala pemberian Tuhan, bukan hanya pada saat anda membutuhkan-Nya. @arsyam’58

Jika anda tidak bisa atau sulit untuk menghargai orang lain, maka bayangkanlah apa yang akan terjadi pada anda tanpa mereka. @arsyam’58

Kegagalan tidak selalu karena faktor kesalahan, tetapi mungkin itulah yang terbaik yang bisa anda lakukan. Kesalahan yang sesungguhnya adalah apabila anda berhenti berusaha. @arsyam’58

Janganlah anda kafir atau berhenti beriman karena tidak bisa melihat Tuhan, karena nyatanya anda masih terus bisa bernafas meskipun anda tidak bisa melihat udara. @arsyam’58

Hidup ini terlalu singkat untuk menunda atau menyembunyikan perasaan-perasaan anda, karena itu janganlah takut dan nyatakanlah apa yang anda rasakan itu sekarang juga. @arsyam’58

Kebahagiaan itu bukanlah karena anda memperoleh apa yang anda inginkan sepanjang waktu, tetapi karena anda menerima dan mensyukuri pemberian Tuhan. @arsyam’58

Adalah sulit untuk menunggu sesuatu yang anda tahu itu tidak terlalu penting bagi anda, tetapi akan lebih sulit lagi untuk tidak menunggu sesuatu yang sangat berarti bagi anda. @arsyam’58