Islamlah Yang Terbaik

camel-316894__340.jpg
Pixabay.com

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Dulu ketika Islam disebut maka siapapun yang mendengar akan langsung berkata “woowww,, hebat, kotanya maju, ilmuwannya banyak, sistem pemerintahannya mantap.

Kini ketika Islam disebut maka kebanyakan yang terpikir adalah teroris, bodoh, tertinggal, dan sederet stigma negative lainnya.

Banyak yang menganggap bahwa kejayaan umat Islam hanyalah romantisme sejarah. Ok, tidak ada masalah. Yang jelasnya, saat ini tugas kita adalah ambil bagian untuk bergerak melawan musuh Islam dan menyadarkan kaum muslim akan kekeliruannya. Hingga Islam kembali berjaya dalam naungan Khilafah Islamiyah sesuai bisyarah Rasululah Muhammad SAW. Mari kita kembali ke Islam.

Awalnya saya pun tak pernah tahu bahwa ada suatu masa dimana kejayaan Islam meliputi 2/3 dunia selama 13 abad atau 1300 tahun. Silau sensai dunia barat membuat saya selalu berdecak kagum, terlebih setiap penemu dalam buku pelajaran pasti non muslim. Padahal peradaban itu baru beberapa saat saja. Hingga akhirnya saya seolah menemukan Islam melalui ceramah dan buku-buku karya Ust. Felix Y Siauw.

Baca teks selengkapnya di sini

Advertisements

Iman Adalah Energi Kehidupan

camel-train-163727__340.jpg
Pixabay.com

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Tulisan pendek ini mencoba mengajak kita pada penjelasan tentang satu kata yang sangat istimewa. Satu kata yang tidak bisa disebandingkan dengan dunia dan seisinya, apalagi jika hanya ditukar dengan nilai uang miliaran atau triliunan. Satu kata yang sangat istimewa itu tiada lain adalah IMAN. Iman itu tempatnya di dalam hati. Dialah yang menjadi kekuatan yang mengatur dan mengarahkan sikap dan perilaku seseorang. Pada saat situasi normal, datar dan aman, tidak banyak masalah, sikap seseorang belum terlihat. Tapi tatkala menghadapi banyak musibah, di situlah keimanan dan keyakinan yang ada dalam hati berbicara lewat sikap dan perilaku lahir.

Manusia, menurut Hasan Al Bashri, dalam situasi aman kondisinya sama. Tapi jika diturunkan ujian, maka seorang mukmin akan berlindung pada keimanannya, sedangkan munafik akan kembali pada kemunafikannya. Oleh karena itu, maka marilah saudaraku kita sama-sama menjaga dan memelihara iman kita agar jangan sampai hilang tergerus oleh arus deras globalisasi. Dan, itulah yang akan dibicarakan secara singkat dalam artikel berikut ini. Meskipun singkat namun cukup untuk mencerahkan dan menambahkan energi dan kekuatan kita dalam menjalani hidup dan keislaman kita di era globalisasi ini. Mari kita ikuti teks selengkapnya berikut ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Hanya ada satu cara untuk mensucikan hati dan mengusir kecemasan di saat tertimpa bencana dan kesulitan adalah dengan keyakinan dan keimanan yang sempurna kepada-Nya, Rabb segala sesuatu. Rabb yang memiliki janji yang pasti ditepati akan kebahagiaan di hari akhirat berupa surga bagi yang sukses melewati kesulitan itu dengan keimanan dan kesabaran.

Kehidupan ini tidak lagi memiliki arti dan makna yang hakiki jika keimanan dalam hati kita telah tiada. Orang yang celaka bukanlah orang yang kehilangan harta benda, kekuasaan dan jabatan karena kesulitan yang menimpanya. Tetapi orang yang celaka adalah orang yang kehilangan iman atau keimanannya karena kesulitan itu. Betapa hinanya kehidupan ini tanpa keimanan.

Dengan memperhatikan tingkat keimanan kita, maka kita akan dapat menentukan kebahagiaan dan ketenangan jiwa kita sendiri. “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” (QS.An Nahl :97). “Kehidupan yang baik ” yang dimaksud pada ayat di atas merujuk kepada keimanan yang kuat terhadap janji Allah dan hati yang teguh untuk mencintai-Nya. Orang yang menjalani kehidupan yang baik” ini juga akan memiliki jiwa yang tenang ketika tertimpa kesulitan. Mereka akan puas dengan segala sesuatu yang akan terjadi pada mereka, karena hal itu sudah ditentukan oleh takdirnya.

Ketegaran menghadapi kesulitan telah dibuktikan oleh mereka, para sahabat yang tergolong pertama kali masuk Islam. Mereka yang jumlahnya sangat terbatas itu, disiksa dengan siksaan yang luar biasa perihnya dan dipaksa meninggalkan agama barunya. Tetapi dengan keimanan yang menghunjam dalam dada mereka, mereka tetap tegar dan bahkan “tersenyum” menikmati siksaan itu. Sebagian mereka mendapatkan kemenangan sebagai syahid di jalan Allah, dan sebagian lagi mendapat kemenangan dengan pembebasan dari penyiksaan orang-orang kafir itu.

Anda tentu kenal atau pernah mendengar kisah ketegaran seorang Bilal yang disiksa oleh kafir Kuraisy di tengah padang pasir yang panas terik ditimpakan sebuah batu di dadanya. Dia tidak merasakan sakitnya siksaan itu kecuali hanya kenikmatan iman pada Allah, dengan mengucapkan satu kata ahad..ahad..ahad, hingga tercabut ruh dari jasadnya. Iman yang diliputi rasa cinta dan rindu yang begitu luar biasa pada Allah dan rasul-Nya. Kisah Bilal hanya satu dari beberapa kisah ketegaran dan dahsyatnya energi iman bagi kehidupan orang-orang beriman.

Demikian secuil goresan tentang energi iman bagi kehidupan kita, semoga bermanfaat, amien.

Sumber : Majalah Tarbawi edisi 1 Pebruari 2007

The Power Of Giving For Health

hand-1549224__340
Pixabay.com

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

[Yang dimaksud dengan giving adalah sedekah]. Dalam hidup ini banyak hal yang menurut logika kita sebagai manusia nampak seperti mustahil atau tidak mungkin terjadi. Tidak sedikit kita menyaksikan atau mengetahui, bahwa ada suatu penyakit atau sebut saja luka yang sudah sekian lama diderita oleh sesorang dan sudah sekian banyak pula macam obat yang digunakan untuk mengobatinya namun tidak kunjung sembuh. Tetapi setelah bertanya dan berkonsultasi kesana kemari pada orang-orang yang mengerti ilmu agama, dan menyarankan agar ia perlu bersedekah kemudian ia melaksanakan saran tersebut, maka penyakit luka tersebut akhirnya sembuh dan bahkan kesehatan orang tersebut secara ruhani dan jasmani menjadi jauh lebih baik dan segar dari sebelumnya.

Fenomena seperti ini nampaknya hanya bisa kita pahami dengan kacamata iman yang murni dan kuat kepada Zat Yang Maha Pencipta, yaitu Allah Swt. Karena iman itu sendiri adalah sebuah energi hidup yang memiliki daya atau kekuatan dahsyat menyemangati kita dalam menyikapi berbagai persoalan hidup. Dan, sedekah itu sendiri merupakan implementasi dari semangat yang digelorakan oleh kekuatan iman yang murni dan kuat hanya kepada Allah Swt.

Terkait dengan fenomena di atas, ada sebuah kisah di jaman Rasulullah Saw bahwa seseorang datang kepada Abdullah bin Mubarrak, memberitahukan bahwa,” sudah tujuh tahun lamanya ia menderita luka di lututnya tidak sembuh-sembuh, meski ia sudah mengobatinya dengan berbagai macam obat oleh tabib yang ahli, namun tidak sembuh juga.” Lalu Abdullah bin Mubarrak menyarankan, “Agar ia menggali sumur di tempat orang-orang yang kekurangan air. Saya berharap kepada Allah semoga ketika air memancar dari sumur, maka darah di lutut anda akan segera berhenti mengalir.” Dan, setelah anjuran itu dilaksanakan yaitu bersedekah dengan air, maka kemudian luka itu pun segera sembuh.

Kisah yang lain, Abu Abdullah Hakim ra adalah seorang ahli hadits yang terkenal. Ia sudah menderita luka di wajahnya selama satu tahun tidak sembuh-sembuh meski sudah diobati. Pada suatu hari Jum’at ia mendatangi Ustadz Abu Utsman Shabuni, untuk meminta didoakan. Dan Abu Utsman pun mendoakan dengan doa yang panjang sekali dan diamini oleh semua yang hadir di majlis. Kemudian, pada hari Jum’at berikutnya salah seorang wanita anggota majlis, datang memberitahukan bahwa sepulang dari mesjid hari Jum’at kemarin, ia mendoakan dengan sungguh-sunguh untuk kesembuhan Hakim. Pada malam harinya ia bermimpi didatangi oleh Rasulullah saw. Dalam mimpinya ia melihat Rasulullah saw bersabda :…Suruhlah Hakim agar memberikan kemudahan air bagi kaum muslimin…Begitu mendengar berita itu, Abu Abdullah Hakim segera membuat tangki di depan rumahnya yang selalu dipenuhi air dan es batu. Al hasil, setelah berlalu satu minggu, luka diwajahnya berangsur-angsur dan segera membaik, bahkan keadaannya menjadi lebih tanpan dari sebelumnya.

Al Faqih Abu Laits As Samarqandi berkata, “Rajinlah bersedekah sedikit atau banyak, karena sesungguhnya dalam sedekah itu ada sepuluh hal yang terpuji. Lima berlaku di dunia dan lima lagi berlaku di akhirat. Dan lima yang berlaku di dunia adalah :1). Sedekah bisa mensucikan harta, seperti dalam sabda Nabi Saw, “Ketahuilah, sesungguhnya jual beli itu tidak terlepas dari main-main, bersumpah, dan berbohong. Karena itu, bersihkanlah ia dengan sedekah.” 2). Sedekah bisa membersihkan badan dari dosa sebagaimana firman Allah Swt, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka (harta benda).” 3). Sedekah dapat menolak bala atau musibah danberbagai macam penyakit, seperti sabda Rasulullah Saw, “Obatilah penyakitmu dengan bersedekah.” 4). Sedekah bisa memberikan kegembiraan bagi orangt-orang miskin. Dan, itulah bentuk amal yang mulia dan yang paling utama. 5). Sedekah bisa mendatangkan berkah pada harta yang kita miliki dan melapangkan rezki, yang difirmankan Allah Swt, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.”

Kemudian lima yang akan berlaku di akhirat kelak adalah sebagai berikut : 1). Sedekah kelak akan menjadi tempat berteduh dari panas yang sangat membara bagi orang-orang yang mengelaurkannya. 2). Sedekah dapat meringankan proses hisab atau perhitungan amal. 3). Sedekah dapat menambah bobot pada amal kebaikan yang kita kerjakan selama hidup di dunia. 4). Sedekah dapat menolong kita dalam melewati jembatan neraka yang bergitu menakutkan. 5). Sedekah dapat meningkatkan derajat surga.

Jadi, jika keutamaan atau manfaat sedekah itu sedemikian besarnya bagi kita sebenarnya karena ia mendapatkan doa restu dari orang-orang yang fakir dan miskin yang bisa kita bayangkan betapa berbahagia dan senangnya mereka ketika mendapatkan sedekah dari sesamanya yang berkecukupan. Karena mereka setiap saat bergulat dengan berbagai persoalan apa yang harus dimakan di waktu pagi, siang dan sore. Sementara masih ada di sekitar mereka orang-orang yang berkecukupan dan bahkan berkelebihan. Subhaanallah…karena itu marilah kita segera bersedekah untuk mereka dengan apa saja yang bisa kita sedekahkan. Sedikit atau banyak tidak menjadi masalah karena tentu sangat bergantung pada kemampuan yang kita miliki, asalkan diberikan dengan keikhlasan hati pasti akan dicatat oleh Allah Swt sebagai amal kebaikan yang menolong kita di akhirat kelak. Wallaahu a’lam.

Kebenaran hanya milik Allah, semoga bermanfaat, amien ya Rabbal ‘Aalamien.

Benefits Of Prayer Movement

th
Yahoo image

Bismillahir Rahmanir Rahim !

Thank God for all the outpouring of His grace to this point where I can write again an article in English. Now I would like to offer you a rarely but very useful infomation about the benefits of the prayer movement for you physically as well as mentally. Surely among comrades still do not understand why should such prayer movement, which started from takbiratul ikhram, bowing, i’tidal, prostration, sit and greetings. The movement is not a movement that is arbitrary, but behind it all there is meaning and benefits are so great. Here are the contents .

The five daily prayers is one of the obligations for Muslims. Shalat turned out to not only be a major practice in the hereafter, but it turns out the movements of prayer is the most proportional movement to the anatomy of the human body. Even from the medical side, the prayer is the storehouse of drugs of various diseases.

During this prayer is performed five times daily by Muslims, have made an investment in health for those who perform the prayers. Prayer movement with regards to the meaning is amazingly good for physical health, mental and even spiritual and emotional balance. But unfortunately only a few of Muslims who understand it.

Here are some of the benefits of prayer movement for human health:

1. Prayer intentions

On meaningful prayer intentions to leave the decision to the heart to pray the totality of our humanity which is always physical and spiritual worship to Allah.

2. Takbiratul ihram.

Posture: upright, raised both arms parallel to the ear, and then folded in front of the abdomen or lower chest. By voicing takbir or Allahu Akbar, then it means that we leave and resigned on all matters that we have done and ask for protection and love of Allah

Benefits: This movement is blood flow, lymph and arm muscle strength. The position of the heart below the brain allows blood to flow smoothly to all part of the  body. When held up both hands, stretching the shoulder muscles so that the flow of oxygen-rich blood to be smooth. Then the hands folded in front of the abdomen or lower chest. This avoids the attitude of various joint problems, especially in the upper body. In takbiratul ihram, we stand upright position of the body, raising both hands parallel to the ear, and then folded the front area of the abdomen or lower chest. This position is beneficial for blood circulation, and to train the arm muscle strength. The position of the heart that is under the brain would allow blood to flow smoothly leads into the whole body. At the time raised both hands, shoulder muscles are stretched so that the flow of blood containing rich-oxygen will move smoothly. Then on both hands brought together closer to the front or chest area .This movement is to avoid of all kinds of joint problems, especially in the upper body.

3. Bow.

Posture: The perfect bow marked a straight spine so when placed in a glass of water on the back will not be spilled. Head position with the spine straight. In this position, the man representing the worship of angels who always worship God in this position by consistently and animals always stand in their four feet below them. Bowing interpret majesty of the Creator with the whole universe that always hang ourselves as human beings is creature the weak and did not have anything to mention “Subhana robbial ‘adzim” .. for always trying to instill Godly values in our hearts and when we looked up of bowing then we will obtain the grace of God by repeating Allah the great.

Benefits: This posture is to maintain the perfection of the position and function of the spine (vertebrae corpus) as a buffer body and nerve centers. Heart position parallel to the brain, the maximal blood flow in the middle of the body. At the position of bowing where that perfect bow marked the spine is straight so that when placed on the back of a glass of water then the water will not spill. Then the position of the head should be straight as straight as the spine. Bowing movement is beneficial for keeping the shape perfect position and function of the spine (vertebrae corpus) as a way to support the body and central nervous system. The position will align with the heart of the brain, so that blood can flow optimally in the middle of the body. Then the hands are resting on the knee will serve to relax the muscles of the shoulder to bottom, except that the bow is bladder training to prevent prostate disorders. Hand resting on the knee function of relaxation for the muscles shoulder to bottom. In addition, the bow is bladder training to prevent disruption of the prostate.

4. I’tidal

Posture: Wake up from the bow, the body back upright after, raised both hands as high as the ears.

Benefits: Itidal is a variation of posture after bowing and before prostration. The motion stood hunched standing bow down is exercise good digestion. Digestive organs in the abdomen experienced massage and relaxation alternately. In effect, the digestion becomes more smoothly. In i’tidal position or get up from bowing, which the body re-enforced, then raised both hands as high as the ear helpful to train our digestive tract where the organs contained in the abdomen will experience a massage and relaxation alternately and affect digestion.

5. Prostration

Posture: Prostration by putting both hands, knees, toes, and forehead on the floor.

Benefits: On the motion of prostration in which we will prostrate by putting both forehead, forehands, knees and ujung kaki on the floor. Prostration movement is beneficial to drain the lymph and pumping leads to the armpits and neck. Then for the position of the heart that are above the brain causing the brain to be fed oxygen-rich blood. Blood flow to the brain will affect a person’s thinking. Therefore, do prostrations with tuma’ninah, do not be in a hurry so that blood can fulfill all the spaces in the brain. In prostration also would avoid disruption of hemorrhoids. Especially for women, the bow and prostrate have extraordinary benefits for fertility and health of the female organs
lymph flow pumped into the neck and armpits. The position of the heart over the brain causes oxygen-rich blood to the brain flowing or circulating maximum. This flow effect on a person’s thinking. Therefore, do prostrations with tuma’ninah not to run – so that the blood rushed insufficient capacity in the brain. This posture is also avoiding disruption of hemorrhoids. Especially for women, both bowing and prostrating to have tremendous benefits for fertility and health of the female organs.

6. Sit

Posture: There are two kinds of sitting, namely iftirosy (tahiyyat early) and tawarruk (tahiyyat end). The difference lies in the position of the feet.

Benefits: When iftirosy, we rely on the groin that are connected with nerve Ischiadius. This position to avoid pain in the groin that often causes the sufferer unable to walk. Sitting tawarruk very good for men because the heel to suppress your bladder (urethra), male sex glands (prostate) and channel vas deferens. If done. correctly, posture IRFI prevent impotence. Variations in the position of the feet on iftirosy and tawarruk helped cause the entire limb muscles stretched and then relaxed again. Harmonic motion and pressure is keeping. Flexibility and strength organs of our movement in a sitting position consists of two kinds, namely begining tahiyat and ending tahiyat. The difference in the position of her feet. This movement which time iftrosy or tahiyya beginning where we rely diarea groin linking with nerve nerve Ischiadius. Tahiyyat initial position will also avoid pain in the groin that often causes the sufferer unable to walk. Then in a sitting position or tahiyyat end tawarruk have excellent benefits for men because the heel will suppress your bladder (urethra), male sex glands (prostataa) and channel vas deferens. If it can be done properly then this position may prevent impotence. The soles position of the feet on iffirosy and tawarruk will cause the entire limb muscles will also be stretched and relaxed again. Harmonious motion and pressure is what will keep the strength and elasticity of the organs of our body movement.

7. Regards

Movement: Rotate the head to the right and left to the fullest.

Benefits: Muscles relaxation around the neck and head improve blood flow in the head. This movement to prevent headaches and keep the facial skin firmness. Continuous worship manner is not only nourish the faith, but women beautify themselves outside and inside. In regards movement where we rotate the head pointing to the right and left maximally useful to relax the muscles in the neck and head area will optimize blood flow in the head. This movement can also prevent the occurrence of headaches and will be maintaining firmness on the skin.

If you perform it correctly and slowly and also sincere and patient, you will get the benefits of the prayer movement,  may God bless you.

This is the prayer times you can use to do the prayer five times daily.

PERCIKAN :

Shalat dapat mencegah kepikunan, karena gerakannya meningkatkan brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Yakni sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung lebih banyak informasi. Bila shalat dilakukan dengan terburu-buru maka akan memperberat kerja jantung dan paru-paru. Karena itu, lakukanlah sahalat dengan tenang. Peregangan otot perut saat sujud dan rukuk memperlancar sistem pencernaan karena organ pencernaan dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.

Sumber : Majalah Ummi No.2/XXI/April 2010/1431

Aku Menyambutmu Yaa Ramadhan

th (80)
Yahoo image

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Alhamdulillah masih bisa berjumpa lagi Ramadhan di tahun 2016. Ketika menulis artikel ini tepat pukul 03.00 wita jadi sambil menunggu menu santap sahur yang disediakan oleh istri, saya menulis artikel pendek ini untuk menyambut Ramadhan 2016, Marhaban Ya Ramadhan!

Saya sendiri dalam kondisi agak kurang fit karena terserang flu dan batuk-batuk juga sedikit demam. Badan terasa sakit pada semua sendi-sendi mulai dari pundak, punggung, pinggang, pinggul hingga lutut. Oleh karena itu pula, hari ini Senin tanggal 6 Juni 2016 saya terpaksa minta ijin untuk istirahat dari kantor, mudah-mudahan kondisi kesehatan saya bisa segera kembali pulih. Minggu-minggu ini ke depan memang cukup banyak kesibukan dengan pekerjaan di kantor, mulai merealisasikan semua rencana dan program yang ada, melakukan evaluasi pelaksanaannya dan juga membuat laporan pertanggungjawaban.

380124_354x50Itulah salah satu bentuk kesibukan duniawi kita yang tanpa terasa telah menghabiskan sekian banyak waktu dan tenaga kita. Kembali kita pada pembicaraan tentang Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan yang kehadirannya sangat dinanti-nantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Marhaban Ya Ramadhan. Ramadhan sudah  tiba menemui kita. Selamat datang wahai Ramadhan, bulan yang penuh berkah, maghfirah dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya Allah menurunkan kitab mulia, petunjuk dan cahaya. Di dalamnya pula Allah memberikan kemenangan besar bagi hamba-Nya pada saat perang Badar.

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa jika dibanding dengan bulan-bulan yang lain. Sungguh merupakan nikmat yang sangat besar jika seorang muslim dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Karena itu, memakmurkannya dengan berbagai amal shaleh demi mencapai ridha Allah, adalah sikap yang tepat sesuai tuntunan syariat.

Namun sebaliknya, sungguh sangatlah merugi orang-orang yang tidak bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut dan menyamakan bulan Ramadhan dengan bulan-bulan yang lain. Marilah kita berlomba-lomba untuk mendapatkan semua keutamaan tersebut agar kita mendapatkan ridha Allah subhanahu wata’ala.

Kini Ramadhan telah tiba kembali untuk menemui kita. Oleh karenanya, hal-hal yang sudah harus dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan, agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna dan kita bisa meraih kemuliaan Ramadhan adalah :

Pertama, Persiapan Rohani: Adalah suatu hal yang sangat penting untuk mengosongkan hati dan jiwa kita dari hal-hal yang mengotorinya, seperti rasa iri, dengki, hasad, atau rasa dendam yang mungkin masih tersimpan dalam hati kita terhadap sesorang. Jika rasa dendam itu memang masih ada sebaiknya kita meminta maaf dengan ikhlas padanya, mudah-mudahan dan insyaAllah jika dia orang yang beriman, maka pastilah dia akan menerima permintaan maaf kita dengan ikhlas pula. “Dan beruntunglah orang uang mensucikan jiwanya” (Asy-Syams :9)

Kedua, Pemahaman tentang Raamadhan : Segalah sesuatu pasti memerlukan pemahaman yang konperehensif tentang hal tersebut agar kita dapat mengaplikasikannya dengan lebih baik dan maksimal.

Begitu pula dengan ibadah di bulan Ramadhan, akan lebih maksimal dan meresap apabila kita mengerti dan memahami ilmu dan manfaat yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang dapat membekali kita untuk menjalani ibadah di bulan ini, terutama pemahaman tentang amalan-amalan di bulan Rammadha seperti hikmah puasa Rammadha, Tadarusan atau membaca Al ur’an, Shalat Taraweh, Lailatul Qodar, serta I’tikaf di Masjid.

Ketiga, Persiapan Fisik. Fisik yang kuat dan prima adalah prasyarat utama dalam melaksanakan setiap pekerjaan berat. Puasa identik dengan ibadah yang memerlukan fisik yang prima.

Orang yang fisiknya kuat akan lancar dalam menjalankan puasa.

Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan fisik kita dalam menjalankan ibadah Ramadhan kita, agar bisa menjalankannya  dengan lancar hingga selesai. “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR.Muslim, Baihaki, Ibnu Majah).

Keempat, Persiapan Harta : Persiapan harta yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan keperluan secukupnya untuk ibadah di bulan Ramadhan, bukan persiapan harta yang banyak dan berlebihan dalam bentuk membeli makanan yang banyak,

tetapi hanya untuk menambah kuantitas dan kualitas amal ibadah ramadhan kita misalnya infak/shadaqah, zakat mal dan zakat fitrah serta menyediakan makanan berbuka puasa untuk orang lain.

Kelima, Perbaharui Taubat : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون

“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”

Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.

Keutamaan Berpuasa 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda,” Puasa adalah perisai (dari api neraka). Maka orang yang berpuasa janganlah berhubungan badan dengan istrinya atau berbuat jahil, dan apabila seseorang memaki atau mengajak berkelahi, katakan kepadanya,’aku sedang berpuasa’. Nabi Muhammad Saw. menambahkan,”demi Dia yang menggenggam jiwaku, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi misk. (dan inilah perkataan Allah terhadap orang yang sedang berpuasa), ‘ia tidak makan dan minum dan meninggalkan nafsunya karena Aku. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya’.”

Diriwayatkan dari (Abu Hurairah r.a.) : Rasulullah SAW pernah bersabda, “ ketika Ramadhan tiba, semua gerbang surga dibuka, semua pintu neraka ditutup, semua setan dibelenggu”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,” siapa pun yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan jahat (pada bulan Ramadhan) Allah tidak membutuhkan puasanya”
“semua ibadah anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, (yang dilakukan) untuk Ku, dan Aku akan memberikan pahala untuknya”.
Ada dua kegembiraan untuk orang yang berpuasa ; pertama pada saat berbuka (ifthar) puasa, dan kedua pada saat bertemu dengan Tuhannya, pada saat itulah ia akan menemukan kegembiraan karena puasanya.

Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).

Taubat perlu kita lakukan setiap saat, karena sebenarnya sadar atau tidak sadar kita melakukan perbuatan dosa itu setiap saat, baik di kala seorang diri maupun ketika bersama banyak orang, baik dosa kecil maupun dosa besar.Wallahu A’lam Bish Shawab.

380124_354x50

Demikian catatan singkat menyambut Ramadhan kali ini mudah-mudahan bermanfaat, aamien ..Marhaban Ya Ramadhan Syahrul Mubarak!

SPARK OF CONTENT :

So many virtues and opportunities for change in the presence of Allah in Ramadan, so Ramadan often figured with the Great special guest parable. Parables and privilege it not only shows its holiness compared to other months. However, it contains a more tangible understanding of the important aspects of their opportunities for human education inwardly and outwardly to improve the quality of life of spiritual and physical a long his life. Therefore, the Month of Ramadan can be referred to as Syahrut Tarbiyah or Education Month. Emphasis on Education says this is important because in this we are taught directly by Allah SWT. The study includes the actual activity of a general nature such as meals on time so that our health is maintained. Or we taught in order to set the time in our lives. When to eat, when to work, when to rest and when to worship. So, education is directly related to the realignment of our lives in all areas.

Selalu Ada Kebahagiaan Di Penghujung Kesedihan

download (15)
pixabay.com

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Ini merupakan kelanjutan dari kisah sedih yang keluarga saya alami atas kematian putra tercinta kami Muhammad ‘Alauddin Ramiz, yang saya tulis pada postingan sebelumnya dengan judul “Semuanya Sudah Sangat Terlambat”. Ikutilah kisah selanjutnya berikut ini.

Malam itu, ba’da shalat maghrib, kami berempat, saya bersama istri dan anak serta bibi-nya berangkat menuju rumah sakit Bio Medika Mataram. Beberapa saat sesampai di sana dan mendaftarkan, saya langsung dipanggil masuk oleh dokter, lalu sayapun masuk bersama anak. Setelah memeriksa anak saya, dokter menyuruh saya untuk mengantarkan anak keluar ke ibunya di ruang tunggu, karena ada yang mau dibicarakan hanya berdua dengan saya saja. Melihat kejadian itu, rupanya istriku dan kakaknya yang berada di ruang tunggu merasa aneh dengan gelagat yang terjadi. Mereka merasa ada yang tak beres, mengapa dokter harus berbicara berdua saja dengan suamiku, tanpa boleh didengar oleh pasien (anakku).”Ini pasti ada yang dirahasiakan”. Itu perasaan mereka pada waktu itu.

Hal ini adalah wajar, karena sebelumnya mereka memang tak menyangka kalau penyakit yang diderita anak kami (Amy) belumlah separah itu. Sayapun sebenarnya punya anggapan seperti itu sebelum diberitahu oleh dokter. Mengapa demikian?karena pada kurung waktu kurang lebih 3 minggu sebelumnya, belum nampak perubahan drastis pada kondisi fisik putra kami, (seperti yang terjadi di saat-saat terakhir kami membawanya ke dokter). Namun, karena saya sudah terlebih dahulu mengetahui hasil pemeriksaan dokter, jadi saya sudah punya sedikit kesiapan mental untuk menghadapi apapun yang terjadi.

Ketika saya selesai berbicara dengan dokter,  saya pun keluar untuk menemui mereka di ruang tunggu. Saat itu saya bingung, bagaimana saya harus menjelaskan hal ini kepada mereka, agar mereka tidak sampai sok dan juga tidak sampai didengar oleh anak kami Amy. Pasti mereka akan sok jika saya langsung memberitahukan status penyakit anakku.

Karena itu, saya coba “bersandiwara” mengajak istri ke kamar kecil sebentar, sambil ke apotik untuk membayar obat agar masalah ini tidak sampai diketahui oleh anak kami dan di sana saya bisa menjelaskan masalah ini kepada istriku. Di situlah saya memberitahukan hal itu kepada istriku, bahwa penyakit anak kami sudah sangat parah dan sudah terlambat untuk bisa disembuhkan. Mendengar itu, istriku langsung berurai air matanya dan kami berdua saling berpelukan dalam kesedihan yang amat sangat.

Orang-orang yang melihat kami tidak ada yang bertanya, mungkin karena mereka tidak mengenal kami.  Karena tidak enak dengan banyak orang di tempat itu (toilet), kami pun kembali ke ruang tunggu sambil mengusap dan membersihkan bekas linangan air mata di wajah kami berdua. Setelah ngobrol sebentar dengan anak kami dan tantenya, lalu kamipun pulang. Dalam perjalanan pulang ke kos kakaknya tempat kami menginap selama di Mataram, kami mampir dulu di agen bis “Dunia Mas” untuk memesan tiket pulang ke Dompu lusa paginya. Waktu itu kami menginap lagi dua malam di Mataram, berhubung besok paginya kami harus menghadiri upacara wisuda kakaknya (anak saya yang pertama). Tentunya, dalam acara semacam itu, seharusnya kami semua merasa bahagia dan gembira, apalagi anak pertama kami yang diwisuda pada acara itu, lulus dengan predikat Cumlaude. Sesuatu yang tentunya, layak dibanggakan dan juga membanggakan kami kedua orang tuanya.

Akan tetapi apa yang terjadi? Suasana bahagia dan gembira yang dirasakan orang pada saat itu sama sekali tidak bisa kami rasakan. Yang kami rasakan dan pikirkan hanyalah nasib si bungsu yang telah divonis oleh dokter. Yang umurnya hanya tinggal tiga bulan lagi hidup bersama dengan kami. Meski demikian, kami dan terutama saya masih punya keyakinan, bahwa sesungguhnya di penghujung kesedihan itu akan selalu ada kebahagiaan. Karena sesuai dengan janji Allah yang saya yakini, bahwa kita tidak boleh putus asa dari rahmat Allah. Kita harus terus berusaha apa pun dan bagaimanapun kondisinya. Itulah kurang lebihnya, yang saya rasakan dan yakini dalam merawat anak kami sepulang dari Mataram. Kurang lebih satu setengah bulan setelah kami kembali dari Rumah Sakit Bio Medika Mataram dan merawatnya, si bungsu anak kami tercinta meninggal dunia. Hal ini berarti lebih cepat dari perkiraan dokter pada waktu itu, yaitu kurang lebih 3 bulan menurut vonis dokter.

Meskipun kami sekeluarga telah menemani dan merawatnya dengan segala usaha pengobatan alternatif yang ada di daerah kami, namun tetaplah Allah Swt yang menentukan. Pada hari itu, almarhum terakhir memberi tahu ibunya bahwa ia pengen istirahat dulu (tidur). Ibunya yang selalu setia menemani disampingnya mengiayakan. Iapun tidur, dan mamanya seperti biasa selalu standby di samping anaknya. Saya sendiri, pada hari itu kebetulan menyempatkan diri ke kantor karena sudah cukup lama tidak masuk kantor secara rutin selama menjaga dan merawat dia di rumah, dan pihak kantorpun memberikan dispensasi untuk itu. Pada waktu itu, sekitar jam 11.00 siang, saya pamit pulang sama teman-teman di kantor, karena ada perasaan tidak nyaman dalam hati, seperti ada yang “menyuruh” untuk segera pulang. Setiba di rumah, saya langsung ke kamar untuk mengecek keadaan, ternyata benar ia sedang tidur. Mamanya bilang, bahwa ia minta diri untuk istirahat tidur.

Mendengar itu sayapun ke belakang dan berwudhu’ untuk shalat sunnat dhuha. Selesai shalat sayapun langsung kembali melihat keadaannya. Apa yang terjadi, ternyata anak kami dalam sakratul maut. Dan saya pun segera membimbing ruhnya dengan kalimat Laa ilaaha illallaah, dan akhirnya iapun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Innaa lillaahi wa innaa ilaihiraaji’uun. Ia telah berpulang ke rahmatullah dengan damai. Suara tangisan dari semua anggota keuarga-pun segera bergema mengantarkan kepergian anak kami untuk selamanya.

Dia telah pergi meninggalkan kami. Kami semua dalam keadaan duka dan kesedihan yang amat dalam. Kami sekeluarga semuanya sangat berduka atas kehilangan ini. Namun yang paling terpukul adalah istriku. Sementara saya sendiri tidak bisa menangis secara terbuka seperti dia. Hanya bisa menangis dalam hati dan itulah yang membuat saya sedikit kurus pada saat itu.

Bagi istri, peristiwa ini betul-betul sangat membuatnya berduka hingga nyaris lupa diri. Tiada hari tanpa menangis, tanpa berurai air mata, bahkan meskipun peristiwa itu sudah berlangsung dalam kurun waktu bulanan hingga tahunan, dia belum bisa segera rikaveri.

Hari berganti minggu dan selanjutnya berganti bulan, sang waktu terus bergulir. Hingga tiba saatnya, kami sekeluarga diberi beberapa kegembiraan (hiburan) oleh Allah Swt. Di mana putri kami yang nomor 2 lulus dari SMA dan selanjutnya dalam proses mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, ia pun lulus di IKIP Mataram.

Kemudian hiburan yang cukup besar lagi adalah bahwa putri kami yang nomor 1 yang baru saja diwisuda beberapa bulan sebelumnya dan mendapat predikat cumlaude juga dalam proses mengikuti seleksi penerimaan PNS lulus test CPNS sebagai tenaga pendidikan Kimia. Itulah beberapa kejadian yang menurut saya merupakan hikmah di balik musibah yang menimpa keluarga saya. Subhaanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallaahuakbar. Dan kutulis puisi ini untuk mengenangnya.

SPARK OF CONTENT :

Having passed all this time, our grief because of the death of my beloved son was finally relieved. There was some consolation that God has given to us. Our daughter number two who has just graduated from high school accepted at a university and our daughter number 1 has passed the test as a candidate for a civil servant or a high school chemistry teacher. So this is the entertainment given by God to us so that we are increasingly convinced that in this life, there is always happy at the end of sadness, like the phrase that I use as the title of this article.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

download (36)
Yahoo image

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Berbagai penelitian telah mengungkapkan adanya mukjizat puasa ditinjau dari perspektif medis modern. Dalam penelitian ilmiah tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin hemotologi dan fungsi neuro psikiatri.

Penelitian untuk analisis atau penelitian terhadap berbagai abstrak terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait

Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehtan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi ke dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Bulan Ramadha adalah bulan yang paling dinanti oleh umaat muslim.Ia adalah bulan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Saat itu dianggap sebagai bulan yang penuh berkah, rahmah dan ampunan. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang, ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah Swt berupa kebahagiaan, pahala berlipat dan bahkan terdapat mukjizat dalam kesehatan

Bulan ramadhan adalah bulan yang spesial bagi umat Islam, kedatangannya merupakan suatu kegembiraan. Pantas saja, karena pada bulan ini Allah Subhanahu Wata’alamelimpahkan segala rahmat dan ampunan-Nya.

Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan Al-Baihaqi, dari Abu Mas’ud Rasulullah bersabda: “Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang tersedia di bulan Ramadhan, niscaya dia berharap bulan Ramadhan itu sepanjang tahun.”

Hadits tersebut jelas menggambarkan akan betapa banyaknya keutamaan yang terdapat pada bulan ramadhan. Namun ternyata, tidak saja keutamaan yang berdimensi ukhrowi, ramadhan dengan ibadah puasanya juga memberikan keutamaan ilmiah bagi kesehatan tubuh manusia yang menjalaninya.

Berbagai penelitian dan analisa medis telah menyebutkan bahwa puasa -sebagai salah satu ibadah utama pada bulan ramadhan- memiliki dampak positif yang sangat besar bagi kesehatan organ tubuh.

380124_354x50

Berikut adalah 10 manfaat puasa bagi kesehatan:

1. Membuang Racun Dalam Tubuh

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup pada zaman seperti sekarang ini cenderung lebih mengedepankan segala sesuatu yang bersifat instan, termasuk dalam hal makanan. Dan faktanya, makanan yang bersifat saji ini banyak mengandung zat kimia yang bisa menjadi racun serta berbahaya bagi tubuh.

Ternyata aktivitas puasa mampu menghilangkan racun yang sebagian besar tersimpan dalam lemak tubuh. Pada saat puasa lemak akan dibakar, dan terjadilah proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada saat berpuasa, terjadi peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) dan apoprotein alfa 1, serta penurunan LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang sering disebut koleterol jahat. Yang mana proses tersebut baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Tingginya kadar LDL akan berbahaya bagi jantung, dikarenakan hal tersebut berpotensi penumpukan di dinding pembuluh nadi koroner, yang akan menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran darah (arteriosclerosis). Akibatnya jantung akan kesulitan memompa darah. Namun aktivitas puasa mampu menurunkan LDL pada tubuh.

3. Baik untuk Kesehatan Mental

Dr. Ehret seorang ilmuwan bidang kejiwaan mengatakan: “Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik, dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.” Hal tersebut -sebagaimana pernyataan Dr. Ehret- terjadi, dikarenakan otak manusia memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang sakit atau mati akan “dimakan” oleh sel-sel neurogial ini, yang mana hal tersebut akan berdampak baik pada mental seseorang.

4. Memperlancar Sistem Pencernaan

Selama berpuasa, maka organ-organ pencernaan akan beristirahat. Namun fungsi fisiologis pencernaan tetap berjalan normal, terutama produksi sekresi pencernaan. Sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membersihkan tubuh dari sisa-sisa atau endapan makanan. Pengolahan makanan dalam sistem pencernaan juga relatif tetap stabil, pelepasan energi juga mengikuti pola yang bertahap.

Puasa juga akan membuat sistem pencernaan memperoleh waktu untuk merevitalisasi dan meningkatkan fungsinya. Namun untuk diperhatikan, aktivitas puasa tidak menghentikan produksi asam lambung. Sehingga bagi penderita maag terutama yang sudah akut, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan ahlinya sebelum memilih berpuasa.

5. Mengurangi Gula Darah dan Lemak

Selama berpuasa tubuh melakukan peningkatan glukosa agar bisa memperoleh energi. Glukagon juga diproduksi untuk membantu pemecahan glukosa. Hal ini berdampak pada pengurangan produksi insulin, yang dengan demikian maka akan mengurangi gula darah dalam tubuh. Dan ketika produksi glukosa habis, lemak yang tersimpan juga akan dibakar untuk menghasilkan energi. Ternyata puasa pun mampu membakar lemak tanpa harus melakukan diet berlebihan.

6. Menurunkan Hipertensi

Puasa juga menjadi salah satu metode untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Suasana spiritual yang tenang dan jauh dari amarah membuat adrenalin menurun dan menjadikan hormon lebih stabil. Hal ini mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Berdeda dengan Starvasi atau kelaparan yang dalam keadaan tertentu dapat mengganggu kesehatan tubuh, puasa justru sebaliknya. Ketika berpuasa maka terjadi peningkatan Limfosit dalam tubuh, yang mampu memberikan pengaruh sangat baik terhadap sistem kekebalan tubuh. Sehingga imunitas tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah terserang virus dan penyakit.

8. Meningkatkan Hormon Seksual

Dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa terdapat hubungan antara puasa dengan hormone dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati terjadinya penurunan kadar hormon kejantanan (testoteron_, perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) pada awal minggu pertama puasa. Namun dalam jangka panjang setelahnya, hormon testoteron dan performa seksual justru meningkat pesat melebihi sebelumnya.

9. Memperbaiki Fungsi Ginjal

Pengurangan konsumsi air selama puasa, ternyata sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal, juga meningkatkan kekuatan osmosis urin mencapai 12.000 ml osmosis/kg air. Hal ini sangat baik bagi kinerja dan fungsi ginjal. Selain itu, pengurangan konsumsi air juga dapat meminimalkan volume air dalam darah, sehingga mampu memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang akhirnya akan memacu fungi dan kerja sel darah merah.

10. Meningkatkan Kinerja Otak

Aktivitas puasa juga mampu meningkatkan neurotropik yang dapat membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel-sel otak, sehingga dapat meningkatkan fungsi otak. Juga kaitannya otak dengan pikiran, puasa yang mampu membuat pikiran menjadi lebih tenang dan melambat, ternyata justru mampu membuat pikiran menjadi lebih tajam.

Dalam penelitiannya, Mark Mattson, Ph.D ilmuwan bidang neurologi yang juga seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging menunjukkan bahwa secara signifikan puasa bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson.

Tidak hanya sebagai implementasi keimanan, dalam hal menjalankan perintah Allah. Ibadah puasa nyatanya juga mempunyai banyak keistimewaan termasuk manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Dengan niat yang lurus puasa tidak saja mengharap pahala, tetapi juga kesehatan yang harganya mahal itu. Semoga dengan ini, mampu membuat kita untuk lebih bersemangat dalam menjalani ibadah puasa. Wallahu ‘alam bishawab.

380124_354x50

Sumber : http://www.hidayatullah.com/

SPARKS :

Ramadan is a special month for Muslims, it’s arrival was a joy. No wonder, because in this month, God gives all the glory to Him bestow His mercy and forgiveness. As in the hadith narrated by Ath-Thabrani, Ibn Khuzaimah and Al-Bayhaqi, from Abu Mas’ud Prophet said: “If the man knows the amount of reward available in the month of Ramadan, surely he wished Ramadan was the time of year.” This hadith clearly will illustrate how many virtues contained in the month of ramadhan. However it turns out, not only virtue dimension ukhrowi, Ramadan with fasting worship also provide scientific primacy to human health is living it.

Dzikir Pagi Dan Petang Dan Keutamaannya

imageedit_93_8195141125
pixabay.com

Berdzikir berarti mengingat.  Berdzikir kepada Allah atau dzikrullah adalah mengingat kepada Allah shubhanahu wata’ala, zat yang maha pencipta alam semesta ini termasuk di dalamnya kita manusia. Pada dasarnya semua makhluk senantiasa berdzikir kepada Allah shubhanahu wata’ala dengan caranya masing-masing. Tetapi manusialah seharusnya yang paling berkewajiban untuk selalu mengingat atau berdzikir kepada Allah shubhanahu wata’ala. Mengapa, karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk-makhluk yang lain. Berikut ini saya sajikan sebuah artikel yang membahas tentang keutamaan dzikir pagi dan petang, semoga bermanafaat bagi kita dalam mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Straight Path

Sangat banyak ayat ataupun hadits yang menerangkan keutamaan berdzikir kepada Allah. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya (lihat edisi 29/III tentang dzikir-dzikir setelah shalat wajib). Jangan sampai harta, anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari berdzikir kepada Allah.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munaafiquun:9)

Di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk dibaca dan diamalkan adalah dzikir pagi dan sore. Dzikir pagi dilakukan setelah shalat shubuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Adapun dzikir sore dilakukan setelah shalat ‘ashar sampai terbenam matahari atau sampai menjelang waktu ‘isya.

Banyak sekali keutamaan dzikir pagi dan sore…

View original post 1,660 more words