A Very Touching Story Of Two Orphans

child-60766__340
Pixabay

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Pada postingan kali ini saya hadirkan satu kisah inspiratif tentang dua orang anak kecil yang baru sebulan ditinggal mati oleh ayahnya. Tidak diketahui dalam kisah ini tentang ibunya, apakah masih hidup tapi berada di tempat yang jauh, atau apakah ibunya pun sudah meninggal. Mereka berdua tinggal di sebuah gubuk reot peninggalan orang tuanya di sebuah perkampungan kumuh. Tak ada lagi orang lain di rumah itu selain mereka berdua. Apa yang mereka lakukan untuk mempertahankan hidup mereka? Siapa atau adakah orang-orang yang melihat dan mengetahui keadaan mereka? Adakah orang-orang yang memberikan mereka makan dan minum? Jawaban nya ada pada kisah berikut ini, semoga bermanfaat.

Dunia memang aneh dan penuh dengan selimut misteri. Misteri dunia yang sungguh memang sudah menjadi rahasia Allah ini, hendaknya membuat manusia senantiasa waspada, mengontrol segala aktivitas, baik aktivitas yang positif maupun yang negatif. Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita esok hari. Kadang kala, tanpa diduga dan tanpa dinyana, kita dipertemukan dengan suatu peristiwa yang membuat hati kita tersentuh, terenyuh dan tergugah lalu kemudian melakukan satu kebaikan yang lebih besar dari sebelumnya.

Peristiwa yang sempat menyentuh perasaan ini, pernah dialami oleh seorang tokoh sufi yang bernama Abdullah bin Mubarrak. Pada suatu ketika dia pergi menempuh perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji sunat. Sebab ia telah melakukan ibadah haji fardu pada tahun sebelumnya dan pada tahun ini ia melakukan ibadah haji sunat.

Dalam perjalanannya menunaikan ibadah haji kali ini, ia melewati suatu perkampungan kumuh dan terpencil. Bekal yang dibawanya dalam perjalanan hajinya adalah termasuk seekor ayam, yang akan disembelihnya sewaktu-waktu apabila dirinya merasa lapar. Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Karena, ketika dia melewati perkampungan kumuh itu, ayam yang dibawanya mati. Apa boleh buat, tanpa pikir panjang lagi, Abdullah bin Mubarrak segera membuang bangkai ayam ke tempat sampah yang terdekat dengan posisinya pada saat itu. Agak menyesal juga dia, mengapa ayamnya harus mati sebelum dia sempat menikmati dagingnya. Andaikata ayam itu ia sembelih dari kemarin-kemarin, pastilah dia tidak akan membuang bangkai ayam seperti ini.

Cukup lama juga ia merenung, dan di tengah-tengah renungannya, alangkah terkejutnya ia karena bangkai ayam yang baru saja dibuangnya ke tempat sampah itu langsung disambut oleh seorang anak perempuan kecil, kemudian dibawanya lari dengan sangat kencangnya. Sungguh, ia benar-benar tersentak dan kaget setengah mati. Dengan perasaan yang penuh tanda tanya Abdullah bin Mubarrak segera lari menyusul anak kecil itu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Seperti bermain petak umpet, Abdullah bin Mubarrak berlari adu kecepatan dengan anak perempuan kecil itu. Bukannya hendak meminta kembali bangkai ayamnya yang dibawa lari, tetapi rasa ingin tahunya, untuk apakah anak itu membawa lari bangkai ayam yang baru saja dibuangnya..?

Setelah dekat dia segera memegang anak kecil itu dari belakang, lalu bertanya, “Wahai anakku sayang, apakah engkau mau memakan bangkai ayam ini?”.

Dengan bangkai ayam yang masih terpegang di tangannya, anak kecil itu menjawab, “Banar, aku akan memakannya karena sejak sebulan yang lalu bangkai dihalalkan bagi kami. Ayahku tercinta telah mati terbunuh, tak ada siapa pun di pondok ini kecuali aku dan adikku yang masih kecil. Kami berdua tidak memiliki keluarga. Untuk mendapatkan makanan, aku selalu duduk di tempat sampah itu. Jika ada orang yang melemparkan sesuatu, aku akan cepat-cepat mengambilnya, kemudian aku dan adikku makan !”

Rasa haru biru segera merambahi relung hati Abdullah bin Mubarrak, begitu mendengar penuturan anak perempuan kecil itu. Hatinya tergerak untuk membahagiakan anak kecil itu beserta adiknya dengan memberinya sedekah. Air matanya mengucur deras, karena rasa empati dan ikut merasakan betapa hebatnya penderitaan anak kecil dan adiknya dalam memperjuangkan hidup mereka yang harus tetap berlangsung. Mereka yatim piatu dan masih kecil. Tidak ada tempat untuk memperlindungkan diri mereka, kecuali gubuk reot warisan orang tua mereka. Tidak ada lagi tangan kekar ayah mereka dan tidak ada tangan lembut ibu mereka yang membelainya untuk menghapus duka laranya. Demi kelangsungan hidup dirinya sendiri dan juga adiknya yang harus tetap dipertahankan, dan demi memenuhi tuntutan perut keroncongan mereka, apa saja dimakan. Tak terkecuali sisa-sisa makan orang yang seharusnya menjadi bagian nya ulat-ulat sampah. Dan juga bangkai ayam yang bagi sebagian orang adalah haram. Yah,..hidup memang selalu diselimuti misteri tak terpecahkan akal dan pikiran manusia, kecuali dengan bimbingan iman kepada Allah Swt. Apakah kedua anak yatim piatu ini akan terus mengalami hidup yang seperti ini, ataukah dalam sekejap mereka akan mengalami hidup yang bahagia? Itu, rahasia Allah dan Dia pula yang punya kuasa dan berkehendak.

Rasa belas kasihan segera memenuhi rongga dada Abdullah bin Mubarrak. Kemudian dengan ucapan yang terbata-bata, dia berkata :”Demi Dzat yang memelihara diriku, aku akan menyedekahkan semua harta benda yang aku bawa ini, kecuali sebagian kecil saja untuk bekal pulang ke negeri ku. Akan aku sedekahkan biaya ibadah hajiku tahun ini kepada anak yatim piatu ini. Mudah-mudahan Engkau memberikan pahala ibadah haji kepada ku dan kepada kedua anak yatim piatu ini, ya Allah..!”

Dengan kemurahan hati Abdullah bin Mubarrak itu,senanglah hati kedua anak yatim-piatu ini. Dengan sedekah yang baru diterimanya, minimal ia tak usah lagi menunggui tong sampah, menanti ada orang yang melepar sesuatu, lalu diambilnya untuk dimakan bersama adik tercintanya.

Rupanya matinya ayam Abdullah bin Mubarrak, hanyalah isyarat dari Allah Ta’ala untuknya. dimana Dia hendak menunjukkan kepadanya sebuah amal yang paling utama di dunia, yakni bersedekah pada anak yatim-piatu. Dimana sedekahnya tersebut bisa memberikan kebahagiaan bagi keduanya.

Kejadian seperti ini bisa juga terjadi pada lingkungan masyarakat kita atau pada diri kita sendiri, yang hidup di zaman sekarang ini. Cuma konteksnya yang mungkin berbeda. Yang terpenting adalah intinya, yaitu menyedekahkan harta benda yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkannya atau membelanjakannya di jalan Allah, adalah sifat orang-orang yang berhati mulia, berakhlak agung yang dalam hatinya telah tertanan suatu keyakinan bahwa sedekah bisa mendatangkan berbagai keajaiban hidup di dunia.

Kisah ini tidak harus membuat kita malu untuk meneteskan air mata haru dan sedih serta tidak pula harus membuat kita ragu akan balasan pahala yang akan diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala nanti di akhirat kelak, atas sedekah tulus kita kepada yatim piatu seperti mereka. Allahu a’lam.

Wassalam, semoga bermanfaat.

*RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK, BAHKAN SETIAP ANAK DI DUNIA*

Rahasia besar seorang ayah. Mengapa disebut rahasia, karena kenyataan ini memang benar-benar nyata ada, akan tetapi seringkali mungkin tidak diketahui atau tidak disadari oleh setiap orang, tetapi pasti dan terutama oleh anak-anak kita karena sifatnya hanya tersirat. Karena perhatian, kepedulian, cinta dan kasih sayang seorang ayah pada anak-anaknya biasanya tidak nampak, namun disalurkan melalui ibunya dan jarang sekali ditunjukkan langsung oleh ayah kepada anak. Mengapa ini dikatakan besar, karena kehadiran seorang ayah mempunyai pengaruh besar pada kepribadian anak-anak di dalam satu keluarga, tentunya sama sekali tanpa meremehkan peranan dan pengaruh seorang ibu. Postingan di bawah ini saya reblog dari blog teman karena menurut saya tulisan ini bagus dan mempunyai nilai edukatif, dan saya turut menyebarkannya semoga bermanfaat dan selamat mengikuti kisah berikut ini.

Ummu Yasir|Syahrul|Hasna|Khansa|Tazkiya

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
Bismillahirrahmanirrahim

INI ADALAH SEPENGGAL KISAH. TENTANG AYAH. KUNCI SURGA YANG KERAP KITA…LUPA

RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK, BAHKAN SETIAP ANAK DI DUNIA

Mungkin ibuku lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibuku lah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat aku sakit demam, ayah membentakku Sudah diberitahu, Jangan minum es!

Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis di depan ibu.
Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan…

Lihat pos aslinya 471 kata lagi

My Honda Supra X 125 Stolen Last Night

imageedit_8_8874795950
pixabay.com

Tidak ada yang bisa mendeteksi apa yang akan terjadi pada diri kita ke depan. Tapi apapun yang telah terjadi pada diri saya atau pada siapapun, itu adalah sebuah ketetapan yang telah Allah tetapkan dan yang pasti terjadi, tidak bisa dimundurkan dan juga tidak bisa dimajukan waktunya. Tadi malam, hari Selasa 19 Januari 2016 sekitar pukul 03.30 wita honda kesayangan saya Supra X 125 dicuri, sedih juga rasanya. Ikhtiar untuk mengamankan segalanya sudah dilakukan, namun Tuhan berkehendak dan telah menentukan lain. Setelah shalat isya tadi malam saya biasa nonton beberapa acara di televisi kurang lebih satu jam. Lalu dilanjutkan dengan membaca beberapa halaman dari buku-buku literatur yang ada kurang lebih satu jam juga.

Sebelum berlanjut ke laptop saya terlebih dahulu mengunci pintu pagar dan juga pintu rumah. yang pada saat itu waktu menunjukkan pukul 23.30 wita.

Sedikit melebar dari fokus, bahwa lingkungan tempat tinggal kami terhitung aman dan bahkan sangat aman bila dibandingkan dengan lingkungan-lingkungan lain di wilayah kelurahan kami. Saking amannya, bahkan barang-barang milik kami seperti sandal dan sepatu, yang biasa kalau sepulang dari bepergian selalu di simpan begitu saja di emperan rumah tanpa ada yang hilang. Demikian juga jemuran yang seringkali kami tidak angkat berada di tempat jemuran sampai larut malam bahkan sampai pagi. Kami terlena, ternyata diam-diam mereka mengetahui keadaan tersebut, tapi yang diincar bukanlah barang-barang itu melainkan “Si biru-putih” motor honda kesayangan saya.

Kembali ke fokus pembicaraan semula, yaitu setelah mengunci semua pintu-pintu, saya lalu menuju ke laptop kesayangan saya, Toshiba tua pula dan segera saya menuju menu login untuk masuk ke mene-menu berikutnya. Ada beberapa pengunjung yang datang meninjau dan memberi komentar mereka pada malam itu. Saya segera membalas komentar-komentar mereka dan tidak terlalu banyak yang harus saya jawab, yang agak banyak adalah penyuka atau yang memberikan like-nya. Karena tidak banyak yang harus saya balas, maka sayapun segera menuju tempat tidur. Pada saat itu waktu menunjukkan pukul 24.30 wita, sayapun segera merebahkan tubuh untuk tidur.

Pada pukul 02.00 istri saya bangun untuk buang hajat (pipis) dan keadaan sekitar rumah kami masih dalam keadaan normal sebagaimana biasa, tidak ada keganjilan atau hal-hal yang mencurigakan, dia juga sempat menengok lewat jendela muka, semua dalam  keadaan aman dan biasa saja.

Pada pukul 03.10 wita saya terbangun namun saya tidak sampai beranjak dari tempat tidur karena tidak kepengen apa-apa hanya terbangun saja lalu kembali tidur. Namun tepat pada pukul 04.00 wita, istri saya bangun lagi untuk keperluan yang sama, dan pada saat itulah istri saya melihat pintu pagar sudah terbuka selebar untuk keluar sepeda motor. Melihat itu, istri lalu berteriak cukup keras sehingga membangunkan saya dan juga anak saya yang ada di kamar sebelah. Dengan keadaan pandangan mata dan juga pendengaran yang masih samar dan sayup, lalu saya mencoba melongok ke luar dan ternyata memang pintu pagar sudah dibuka si pencuri dan motor Honda Supra X 125 kesayangan saya telah raib dibawa kabur oleh pencuri. Kejadiannya kira-kira 30 menit sebelum istri saya bangun.

Dari kejadian ini, saya seperti tersadarkan, bahwa sewaspada apapun kita dalam mengamankan semua yang kita punya, kalau sudah menjadi kehendak Yang Maha Memiliki, tetaplah akan terjadi juga. Situasi lingkungan yang aman selama ini telah melenakan saya, sehingga tak ada keinginan atau pemikiran untuk memindahkan motor ke dalam kamar misalnya. Dan, yang ini adalah yang pertama kali saya alami selama hidup, karena itu juga mungkin yang  membuat kita terlena dengan keadaan dan kebiasaan yang telah berlangung cukup lama dalam hidup saya. Saya hanya bisa mengatakan kepada anak dan istri, bahwa ini satu peringatan supaya lebih berhati-hati lagi. Dan, syukur alhamdulillah kita semua masih selamat karena ternyata Allah Shubhanahu wata’ala  masih menginginkan kita hidup dan tidak membiarkan si pencuri masuk dan mencelakai kita. Kita masih bisa menghirup udara pagi yang segar dengan kandungan oksigen yang maksimal untuk bekal berbagai aktivitas kita ke depan berikutnya. Dan yang paling penting dari setiap kejadian semacam ini, adalah  mengambil hikmahnya, yaitu bisa lebih hati-hati dan waspada lagi ke depannya. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang kembali di masa-masa akan datang, amien.

SPARK OF CONTENT :

Whatever we have done in an attempt to secure our belongings, the decisive factor is the will of God. In a sense if Allah the Almighty God wants something happen, then something must have happened. And that is what has happened to my bike. I’ve been trying to save Honda Supra X motorcycle 125 of my favorite in the garage next to my house. It is an usual habit I do every day until today, and because it was used as it was then I fall asleep and is not expected if the event of loss or theft could occur. But however the incident has happened and I do not have a bike again. Buy a new one? if yes, there are only two choices, buy by cash or credit. Incidentally still had a balance of savings is enough to buy the cash and finally I decided to cash only. Without another thought, I went straight to the Honda dealership and now I have to get a replacement for my lost beloved with the same brand and cilinder honda. Thank God, now I can move back in the office with the help of my new honda, hahaa …

Menanti Kelahiran Cucu Pertama

imageedit_2_5971544966Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Kehadirannya adalah sebuah anugerah sekaligus amanah bagi kedua orang tuanya, yang harus mereka jaga dengan baik dan merawat serta mendidiknya agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, kedua orang tua, masyarakat, bangsa dan agama. Artikel ini saya reblog dari blog saya yang lain, karena bagi kami sekeluarga kelahiran cucu pertama merupakan peristiwa yang sangat kami dambakan bersama, dan merupakan momen yang perlu selalu kami ingat karena punya kisah tersendiri. Apa yang terjadi dan bagaimana kisah yang kami alami dalam menantikan kelahiran cucu pertama kami, mari kita ikuti bersama kisah atau cerita singkatnya berikut ini, selamat membaca.

INSPIRASIKU

mata qTulisan ini sengaja saya posting untuk mengingatkan kami pada sebuah peristiwa yang begitu menegangkan. Peristiwa ini sebenarnya sudah berlalu lebih kurang empat tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Desember 2011, tetapi direkam ulang melalui postingan ini sebagai pengingat. Mengapa peristiwa ini begitu menegangkan kami semua? Jawabannya, adalah :

Lihat pos aslinya 217 kata lagi