Percikan

data-1683225__340
Pixabay.com

Empat Kunci Ketenangan Hidup

Ulama besar Al Imam Al Hasan Al Bashri mengatakan,” Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena empat hal.”  Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang. Kedua, aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya. Ketiga, aku tahu bahwa Allah selalu melihatku, maka aku malu jika aku menjerumuskan diriku dalam lumpur dosa. Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya. (Al Imam Al Hasan Al Bashri).

Hargai Orang Sesuai Kedudukannya

Hati-hati, menyentuh hak prinsip seseorang atau menghinakan keadaan seseorang. Barang siapa yang memberitakan kepadamu bahwa ada orang yang menganggap murah dirinya sendiri, ia pasti berdusta. Dan ketika engkau menganggap murah harga diri orang lain karena mereka dianggap tidak tahu, berarti engkau sedang menuai kemarahan dan permusuhan mereka. Mereka kelak akan berupaya memberi bahaya kepadamu dan membalas atas sikapmu. Karenanya, termasuk bijak adalah menghormati orang-orang yang memang layak dihormati dan mendudukkan orang sesuai kedudukan yang layak untuknya. Sedang meremehkan orang lain, dan menghinakan mereka, itu adalah bukti kurangnya pikiran dan lenyapnya kebijaksanaan.

Engkau tidak akan mendapatkan orang yang menghormati dan menghargai dirimu dengan benar, kecuali dari orang yang engkau hormati dan engkau muliakan. Sebaliknya, jangan terlalu tinggi dalam menghormati seseorang melebihi kedudukannya. Karena itu justru akan menjadikannya merendahkan kedudukanmu. Jika sebagian orang bersikap menjilat dan licik seperti ular, lalu melihatmu meninggikannya berlebihan, maka ia akan mulai mencari kekuranganmu dan mengecilkanmu. Maka, janganlah ada bahaya dan ada yang mengeluarkan bahaya. Letakkanlah timbangan yang adil dalam kebenaran. Muliakanlah orang yang memang berhak dimuliakan. Berjabatlah dengan baik dan menghindarlah dari orang-orang jahil. (DR.Aidh bin Abdullah al Qarni)

Informasi Tentang Dirimu Itu Hartamu. Peliharalah!

Nilaimu di mata orang lain adalah ketika berita tentang dirimu dan perilakumu baik. Maka, berhati-hatilah jangan sampai engkau menodai dan mengotorinya. Berita tentang dirimu bila sudah rusak, sulit diperbaiki meski dengan harta sekalipun atau dengan kedudukan. Sebab benteng terbaik dalam hidup ini adalah perihidupmu yang semerbak dan akhlakmu yang mulia. Jangan anggap remeh masalah ini sampai dalam bentuk engkau kata-kata dan gerak-gerik yang engkau lakukan. Semua perilaku yang menyimpang itu akan menumpuk hingga menjadi sebuah benda yang bisa dinilai keburukannya dan kejelekannya. Lalu itulah yang menggiring pelakunya sampai terperosok ke titik terendah. Bukankah Ibrahim alaihissalam juga meminta kepada Rabbnya dengan mengatakan, “Waj’al lii lisaana shidqin fil aakhirin…” (Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang kemudian) (QS.Asy Syu’araa:84).  Itu hanya karena membaguskan kenangan diri dalam diri orang lain dan peristiwa yang mengesankan. (DR.Aidh bin Abdullah al Qarni).

Tujuh Kunci Kebahagiaan

Menurut Sahabat Rasulullah saw Ali bin Abi Thalib ada tujuh kunci kebahagiaan yaitu, Pertama, Jangan pernah membenci siapapun walau ada yang menyalahi hakmu. Kedua, Jangan bersedih hati secara berlebihan, sekalipun musibah berat menimpamu. Ketiga. Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada. Keempat, Berbuatlah kebaikan walau banyak masalah. Kelima, Perbanyaklah memberi walau anda sedang susah. Keenam, Tersenyumlah walau hatimu sedang menangis. Ketujuh, Jangan memutus do’a untuk saudara seiman. (Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anh).

Empat Tanda Orang Yang Mengenal Allah

Tanda-tanda orang yang mengenal Allah ada empat macam.Pertama, hatinya selalu berada di antara rasa takut dan harap.Kedua, lidahnya selalu memuja dan memuji Allah.Ketiga,kedua matanya selalu tertunduk malu dan basah karena tangisan.Dan keempat, keinginannya senantiasa antara meninggalkan (kemewahan dunia) dan mencari ridha Allah.(Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu).

Tiga Cara Mencapai Zuhud

Aku mencapai derajat zuhud dengan melakukan perenungan kepada tiga hal.Pertama, aku melihat bahwa kuburan itu sunyi dan menakutkan, sementara aku tidak melihat bahwa tidak ada orang yang bisa menenteramkan hatiku di sana.Kedua,aku melihat bahwa perjalanan (menuju akhirat) itu sangat jauh, sedangkan aku tidak meiliki cukup bekal.Dan ketiga, aku melihat bahwa Rabb Yang Maha Perkasa akan menentukan satu keputusan atasku, sementara aku tidak punya satu alasan pun untuk menolak keputusan-Nya. (Ibrahim bin Adham rahimahullah).

Tiga Bagian Tubuh Manusia

Wahai anakku !Sesungguhnya manusia itu terdiri dari tiga bagian :Sepertiga untuk Allah;sepertiga untuk dirinya;dan sepertiga untuk ulat  dan cacing.Bagian pertama, yang akan kembali kepada Allah adalah ruhnya.Bagian kedua yang menjadi miliknya sendiri adalah amalnya.Dan bagian ketiga, yang akan menjadi santapan ulat dan cacing adalah jasadnya.(Lukman Al Hakim).

Empat Pengakuan Dan Buktinya

Siapa yang mengakui empat hal tetapi tidak disertai dengan bukti, maka ia telah berdusta.Pertama, mengaku cinta kepada Allah, tetapi tidak pernah berhenti melanggar larangan-Nya, maka ia telah berdusta.Kedua, mengaku cinta kepada Nabi, tetapi benci kepada fakir miskin, maka ia telah berdusta.Ketiga, mengaku cinta atau rindu surga, tetapi enggan bersedekah, maka ia telah bedusta.Dan keempat, mengaku takut kepada neraka, namun tidak berhenti berbuat dosa, maka ia telah berdusta. (Hatim Al Asham rahimahullah).

Empat Penopang Agama dan Dunia

Agama dan dunia akan tetap berdiri ntegak selama terpeliharanya empat hal.Pertama, selama orang-orang kaya tidak kikir dengan harta benda yang mereka miliki.Kedua, selama ulama masih mengamalkan ilmunya.Ketiga, selama orang-orang bodoh tidak bersikap sombong dengan sesuatu yang mereka tidak tahu.Dan keempat, selama orang-orang fakir tidak menukar akhiratnya dengan harta benda dunia. (Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anh).

Lima Keburukan Yang Saling Berkaitan

Ada lima perkara buruk yang saling berkaitan :Pertama, barang siapa selalu kenyang perutnya, maka bertambah banyak dagingnya.Kedua, barang siapa bertambah banyak dagingnya, maka bertambah besar syahwatnya.Ketiga, barang siapa besar syahwatnya, maka banyak dosanya.Keempat, barang siapa banyak dosanya, maka keras hatinya.Dan kelima, barang siapa keras hatinya, maka ia akan tenggelam dalam lautan kenistaan dan kemewahan dunia. (Yahya bin Mu;adz Ar Razi).

Lima Tanda Ketaqwaan

Ada lima tanda orang yang bertakwa,Pertama, enggan bergaul kecuali dengan orang yang dapat memperbaiki agamanya dan mengendalikan syahwat lisannya.Kedua, jika memperoleh dunia yang besar, dianggapnya sebagai beban dan ujian.Ketiga, jika ilmu agamanya bertambah meski sedikit, ia merasa sangat beruntung.Keempat, tidak mengisi perutnya secara penuh dengan makanan halal karena khawatir bercampur barang yang haram.Kelima, memandang semua orang sudah baik, sedang ia merasa dirinya masih kotor dan penuh dosa. (Khalifah Utsman bin Affan ra).

Empat Macam Pemimpin

Pemimpin itu ada empat macam.Pertama, pemimpin yang kuat dan yang mampu menahan dirinya dan aparatnya (dari kemewahan dunia),maka dialah  seorang muajhid yang berjuang di jalan Allah. Tangan Allah terbentang atasnya dengan rahmat dan kasih sayang.Kedua, pemimpin yang lemah, yaitu yang mampu menahan dirinya tetapi membiarkan aparatnya hidup dalam kemewahan dunia,maka ia berada di tepi jurang kehancuran kecuali jika Allah menyelamatkannya dengan rahmat-Nya.Ketiga, pemimpin yang mampu menahan aparatnya tetapi membiarkan dirinya berada dalam kemewahan,maka dialah yang disebut Al Huthamah, seperti yang disabdakan Rasulullah saw,”Seburuk-buruk pemimpin adalah Al Huthamah, yaitu pemimpin yang binasa dengan sendirnya.Dan keempat, pemimpin yang membiarkan dirinya  dan aparatnya hidup bergelimang harta,maka mereka semua binasa bersama-sama. (Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anh).

Manfaat Gerakan Shalat

Shalat dapat mencegah kepikunan, karena gerakannya meningkatkan brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Yakni sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung lebih banyak informasi. Bila shalat dilakukan dengan terburu-buru maka akan memperberat kerja jantung dan paru-paru. Karena itu, lakukanlah sahalat dengan tenang. Peregangan otot perut saat sujud dan rukuk memperlancar sistem pencernaan karena organ pencernaan dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.(Sumber : Majalah Ummi No.2/XXI/April 2010/1431).

Penyakit dan Dosa

Penyakit dapat menggugurkan dosa bila kita bersabar. Jadikanlah penyakit yang kita derita sebagai tiket ke surga dengan bersabar, berikhtiar di jalan Allah Swt, dan tidak putus asa dari rahmat Allah Swt. Bukan berkeluh kesah, kecewa dan marah, tetapi menerima ketetapan-Nya dan terus beristigfar memohon ampun pada Allah Swt. Bukan meminta segera diakhiri penderitaan yang dialami dengan kematian, tetapi bermohonlah yang terbaik menurut Allah Swt untuk diri kita.

Mencari Harta

Kita tidak dilarang untuk menjadi kaya. Harta yang kita cari di dunia akan kita jadikan perantara untuk mencapai surga. Meraih dunia untuk mencapai surga itulah yang kita lakukan, bukan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, lalu kita tinggalkan dan akhirnya  hanya menjadi sumber keributan ahli waris. Genggam dunia, kuasai harta, dan waspada selalu jangan sampai harta menguasai kita. Keluarkan sebanyak-banyaknya harta kita di jalan Allah Swt. maka kita akan menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

Look at your self

Lihatlah tubuh kita di cermin. Pernahkah berpikir tentang diri kita. Pernahkah berpikir mengapa bulu mata, alis, gigi dan tulang belulang tidak tumbuh terus menerus sebagaimana tumbuhnya rambut. Siapa yang memasukkan  hormon-hormon dan enzim-enzim yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ke dalam.tubuh sesuai dengan dosis yang dibutuhkan? Dan siapa yang mengontrol kadar dan waktu sekresi dari hormon dan enzim tersebut? Mustahil untuk mengatakan bahwa terjadi secara kebetulan. Tidaklah mungkin sel-sel atau atom-atom pembentuk manusia yang tidak mempunyai kesadaran tersebut melakukan hal demikian dengan sendirinya. Ini adalah bukti bahwa semua terjadi dengan kekuasaan Allah Swt yang telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dan semua karena cinta. Sudahkah kita membalas cinta-Nya? Sudahkah kita menjadi hamba yang dicintai-Nya?

Stress dan Pelukan

Ternyata, stres bisa diminimalisir dengan berpelukan. Hasil penelitian University of North Carolina terhadap 38 responden menunjukkan bahwa dengan berpelukan, hormon oksitoksin yang menumbuhkan rasa semangat dan perasaan bahagia meningkat dan mengurangi kadar hormon Kortisol atau biasa disebut hormon stres. Artinya, dengan berpelukan ternyata mampu menurunkan gejala penyakit jantung, hati dan darah tinggi. Dr.Charmaine Griffiths, pembicara dari The British Heart Foundation mengatakan, dengan berpelukan berarti menyalurkan energi positif yang baik untuk kesehatan. Dari penelitian itu kaum perempuan yang lebih banyak tertolong karena perempuan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dari pada laki-laki. Berpelukan selama 20 mdetik sehari terbukti ampuh menghalau stres.  Antara suami istri, orang tua dan anak, kakak dan adik, atau sesama teman perempuan. Jadi, Ibu peluklah anak-anakmu, para suami peluklah istrimu, demikian pula sebaliknya…..(Sumber : Majalah Ummi edisi spesial Maret-Mei 2010/1431 H)

Marah dan Penyakit Jantung

Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung dan kekentalan yang bertambah dari keping-keping darah yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan (marah) meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi. Oleh karenanya marah memperbesar kemungkinan terjadinya serangan jantung.

Kesungguhan dan Kesabaran

Siapa yang bersungguh-sungguh dalam usahanya  menemukan kebenaran, senantiasa bersabar dan tidak berputus asa maka Allah Swt akan menunjukkan jalan kepadanya. Kebaikan akan diperolehnya bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.

Dengan Petunjuk Allah

Keterbatasan keadaan yang ada pada diri kita, berupa materi atau fisik tidak menjadi penghalang untuk melakukan amal-amal saleh. Bila kita menerima ketetapan tersebut dengan sabar maka Allah Swt akan senantiasa memberikan petunjuk dan rahmat-Nya. Dengan petunjuk dari Allah Swt maka jalan yang sempit menjadi luas, sulit menjadi mudah dan yang gelap menjadi terang benderang.

Kehidupan Rumah Tangga

Menjalani kehidupan berumah tangga seperti mengarungi samudera. Airnya tidak selalu tenang, akan ada gelombang kecil, bahkan besar yang menghantam bahtera. Untuk itu, kesabaran sangat dibutuhkan karena ujian bisa datang dari arah mana saja, termasuk dari pasangan hidup kita. Bila kita mendahulukan Allah Swt di atas segalanya maka Allah Swt akan selalu menjaga kita dan Allah Swt tidak akan menyia-nyiakan amal saleh hamba-hamba-Nya.

Anak adalah Anugerah Terindah

Anak adalah anugerah terindah. Kehilangannya membuat duka tak terperi. Namun anak kita bukan milik kita, anak hanyalah titipan dari Allah Swt Yang Maha Pencipta. Allah Swt dapat mengambilnya kapan saja Dia mau. Anak bisa menjadi ujian buat kita dan bila kita bersabar menerima ketentuan Allah Swt maka Allah Swt menyukai hamba-hamba-nya yang sabar.

Setan Gusar Melihat Kebenaran

Setan gusar bukan main ketika melihat manusia mulai menemukan cahaya kebenaran. Dengan serta-merta mereka melancarkan berbagai aksinya untuk memalingkan kita dari jalan yang lurus. Hanya orang-orang yang mengenal Allah Swt, memiliki keimanan yang kuat disertai kesabaran yang tebal yang akan selamat dari perangkap setan. Keimanan dan kesabaran menjadikan manusia yang lemah menjadi perkasa. Siksaan yang keji, segala caci-maki, dan tawaran harta duniawi tidak berarti apa-apa karena kenikmatan surga sudah menanti jiwa-jiwa suci ini.(Sumber : Dahsyatnya Kekuatan Sabar, Nabiel Fuad Al-Musawa,Ir.,M.Si)

Antara Bekerja Dan Rezeki

Antara bekerja dan rezeki, bukanlah dua hal yang selalu harus menjadi hukum sebab akibat, karena rezeki kadang perlu kita tafakuri. Rasulullah pernah bersabda bahwa “Sesungguhnya rezeki itu akan mecari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.” (Salim A.Fillah)…

Imam Al Ghazali pernah mengucapkan bahwa bisa jadi engkau tidak tau dimana rezekimu, namun rezekimu tau dimana engkau. Jika rezeki itu ada dilangit maka Allah akan turunkan, jika rezeki itu berada didalam bumi maka Allah akan perintahkan untuk muncul supaya berjumpa dengan kita.