Bangga Menjadi Muslim

bangsa_arab_dakwah-730x430
Gambar: dari sini

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Sebagai muslim, kita memang sangat pantas untuk bangga. Mengapa kita harus bangga dan apa yang membuat kita bangga menjadi muslim? Salah satu alasannya adalah fakta bahwa Islam ini diturunkan sebagai misi di mana Muhammad sebagai Rasul-Nya, juga diturunkan ke muka bumi dengan misi membagi-bagikan dan menebarkan rahmat ke seluruh muka bumi ini. Dan fakta bahwa Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam raya ini. Karena itu, kita harus bangga dengan identitas ini dan kitalah yang dinanti-nantikan oleh umat manusia. Kitalah rahmat bagi alam semesta ini. Kitalah sungai rahmat yang mengalirkan air yang sangat dinantikan oleh manusia yang dalam kehausan. Kita adalah makanan yang sedang sangat diharapkan oleh manusia yang tengah dilanda kelaparan.

Selain itu ada fakta lain yang membuat kita bangga sebagai seorang muslim. Fakta itu adalah bahwa kita mempunyai kitab suci yang bernama Al-Qur’an. Kitab yang menjamin dirinya tetap terpelihara, tidak akan pernah ternodai, tidak satu huruf atau titikpun yang akan berubah dari keaslian dan kesuciannya. Itu karena Al-Qur’an sudah dipelihara oleh Allah subhanahu wata’ala. Al-Qur’an yang ada dan dibaca di Indonesia adalah juga Al-Qur’an yang ada dan dibaca di Arab Saudi, di Mesir, dan di berbagai tempat lainnya. Karena itu, Al-Qur’an terpelihara keaslian dan kesuciannya. Oleh karena itu, kitapun mempunyai alasan untuk mengklaim bahwa kita lah pihak yang paling berhak menyampaikan kebenaran dari Allah kepada manusia.

Kita dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan Al-Qur’an, sebuah kita suci yang mudah dimengerti.  Allah subhanahu wata’ala memuliakan kita dengan kemuliaan dan kesucian Al-Qur’an yang diturunkan di muka bumi ini. Allah subhanahu wata’ala memuliakan kita dengan utusan paling baik kepada manusia yaitu Muhammad sallallahu’alaihi wasallam, yang diutus dengan misi rahmatan lil’alamin.

Allah subhanahu wata’ala sungguh telah memberikan kepada kita nikmat yang luar biasa dan karunia yang tak terhitung jumlahnya. “Dan jika engkau menghitung nikmat Allah (kepadamu), niscaya engkau tak akan mampu menghitungnya.” Di antara nikmat yang tidak terhitung itu adalah, pertama, ni’matul wujud atau nikmat kehidupan. Kita dijadikan-Nya salah satu makhluk-Nya yang hidup di alam raya ini. Kedua, ni’matul insan atau nikmat dijadikan-Nya sebagai manusia yang ditetapkan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk-makhluk yang lain, di mana seluruh alam raya ini dihamparkan untuk manusia. Karunia, ketiga yang Allah berikan kepada kita adalah ni’matul ‘aql atau karunia akal. Kita diberikan kemampuan dengan akal itu mampu membaca dan menulis serta menjelaskan fenomena dan fakta-fakta yang ada di alam raya ini.

Tapi di atas semua karunia itu, ada karunia yang sangat besar, yaitu ni’matul hidayah ilal Islam, karunia petunjuk menjadi seorang muslim. Inilah nikmat yang paling mulia, dan ini tidak diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada semua manusia, melainkan hanya kepada kita. Karena itu, kita harus bersyukur dengan petunjuk ini. Inilah jalan satu-satunya yang Allah berikan kepada kita agar bisa mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.

Semoga kebanggaan kita sebagai muslim tidak hanya dalam kata-kata dan  pengakuan saja, kita tidak cukup hanya berkata-kata bahwa kita bangga menjadi muslim, tetapi kita harus bisa menyampaikan kepada orang, bahwa kita adalah terjemahan hidup dari Al-Qur’an, dan harus bisa memastikan bahwa sikap dan prilaku keseharian kita dalam masyarakat adalah cerminan dari ajaran dan akhlak Al-Qur’an yang mulia. Ya Allah muliakan kami dengan Al-Qur’an, amien.

Referensi : Tarbawi edisi 148 /1 Pebruari 2007

================

Baca juga :

Kisah Mualaf, Febi Kusuma Ariesta

Sisi lain perjalanan Mualaf, masuk Islam karena menikah.

Advertisements

Mutiara Hikmah

board-953154__340Bersyukurlah atas apa yang telah anda peroleh dalam hidup ini. Jangan terlalu merisaukan yang belum ada. Karena tidak akan pernah ada yang bisa menghentikan keinginan anda. @arsyam’58

Hargailah orang lain, meskipun itu mungkin tidak penting bagi anda. Tetapi percayalah bahwa bagi mereka itu adalah amat berati. @arsyam’58

Lupakanlah sesuatu yang telah anda berikan kepada orang lain dan janganlah melupakan sekecil apapun pemberian mereka. @arsyam’58

Anda tidak akan bisa memperbaiki hidup anda jika tetap berada dalam kondisi yang menyandera diri anda. @arsyam’58

Terimalah apa adanya diri anda karena Tuhan telah berkehendak, yang pada saatnya anda akan mengetahui apa alasannya. @arsyam’58

Tuhan tidak melihat pada sukses atau gagalnya apa yang anda usahakan, tetapi Dia hanya melihat pada niat dan kontinuitas serta kesungguhan anda. @arsyam’58

Jangan pernah mengorbankan kebahagian anda yang langgeng dan abadi, hanya karena bujukan kesenangan semu kehidupan dunia yang akan segera berlalu. @arsyam’58

Berdzikir dan berdoalah kepada-Nya sebagai tanda rasa syukur atas segala pemberian Tuhan, bukan hanya pada saat anda membutuhkan-Nya. @arsyam’58

Jika anda tidak bisa atau sulit untuk menghargai orang lain, maka bayangkanlah apa yang akan terjadi pada anda tanpa mereka. @arsyam’58

Kegagalan tidak selalu karena faktor kesalahan, tetapi mungkin itulah yang terbaik yang bisa anda lakukan. Kesalahan yang sesungguhnya adalah apabila anda berhenti berusaha. @arsyam’58

Janganlah anda kafir atau berhenti beriman karena tidak bisa melihat Tuhan, karena nyatanya anda masih terus bisa bernafas meskipun anda tidak bisa melihat udara. @arsyam’58

Hidup ini terlalu singkat untuk menunda atau menyembunyikan perasaan-perasaan anda, karena itu janganlah takut dan nyatakanlah apa yang anda rasakan itu sekarang juga. @arsyam’58

Kebahagiaan itu bukanlah karena anda memperoleh apa yang anda inginkan sepanjang waktu, tetapi karena anda menerima dan mensyukuri pemberian Tuhan. @arsyam’58

Adalah sulit untuk menunggu sesuatu yang anda tahu itu tidak terlalu penting bagi anda, tetapi akan lebih sulit lagi untuk tidak menunggu sesuatu yang sangat berarti bagi anda. @arsyam’58