Gerahamku Yang Ditambal Kumat lagi

dentist-428649__180
Pixabay.com

Kemarin sore, tepatnya jam 15.30 wita gigi gerahamku yang sebelah kanan atas kumat lagi. Dulu, kurang lebih 8 bulan yang lalu saya ke dokter untuk memeriksakan, dan pada waktu itu berniat untuk mencabutnya, karena sudah sangat menyiksa sekali yah. Pada saat itu, dokter  bilang gigi saya masih cukup kuat untuk mengunyah karena memang belum sampe goyang. Hanya masalahnya ada lobang kecil namun cukup dalam katanya.Karena itu, dokter bilang ditambal saja agar gigi saya masih bisa dipake mengunyah. Memang benar, seandainya gigi gerahamku yang satu itu dicabut saya sudah nggak bisa ngunyah makanan dengan sempurna lagi. Saat itu, saya agak bingung juga memutuskan ditambal atau dicabut.

Akhirnya, saya coba bilang sama dokter, bagaimana ya dok, kalau ditambal apa nanti nggak kumat lagi karena infeksi misalnya. Dokter bilang waktu itu, oh nggak pak, kan tambalannya yang bagus pake semen gigi yang berkualitas. Tapi hati saya kok nggak yakin yah dengan saran dokter.

Soalnya dulu, sewktu di SMA, waktu itu tahun 1976 saya pernah  ditambal gigi geraham saya yang sebelah kanan bawah, dan hanya bertahan beberapa tahun saja terus jebol. Baiklah kita lanjutkan cerita ini kembali, akhirnya setelah berpikir-pikir tentang apa yang dikatakan dokter tadi, yaitu agar gigi saya ditambal saja, saya setuju. Karena pada waktu itu bukan hanya sakit yang saya rasakan, tetapi juga muka saya bagian sebelah kanan sudah mulai gemuk eh bengkak. Lagi pula kalau gerahamku dicabut pastilah tidak ada lagi untuk mengunyah.

Tapi kata dokter waktu itu, tambalnya nggak bisa sekarang ya pak, karena masih sakit dan juga bengkaknya perlu disembuhkan dulu. Singkat cerita setelah doktder memberikan resep sayapun segera pulang ke rumah sembari ke apotik untuk membeli obat. Kurang lebih 3 hari kemudian rasa sakitnya sudah sembuh, namun bengkaknya masih nampak pada wajah saya sebelah kanan, sehingga membuat pemandangan yang asimetris juga pada wajahku pada saat itu.

Dengan penuh harap semoga kali ini gigiku benar-benar bisa ditambal oleh dokter dan saya bisa kembali beraktivitas dengan nyaman. Tapi apa yang terjadi, ternyata saya harus kembali minum obat untuk menyembuhkan bengkaknya. Ini berarti kali yang kedua saya pulang ke rumah tanpa hasil seperti yang saya harapkan tadi, yaitu gigi saya ditambal. Di sisi lain dompet kumalku terus memuntahkan isinya keluar, hehe…, dan itu memang sudah seharusnya begitu, gumamku dalam hati, dan tidak perlu harus menyakahkan siapa-siapa. Dan saya percaya, memang itulah prosedur kerja seorang dokter. Hanya mungkin saya pikir, kita perlu sedikit bersabar untuk bolak-balik ke dokter meski dengan kondisi yang cukup prihatin. Soal biaya tentu seberapapun kita harus ikhlas dan merelakannya, karena yang penting adalah kesehatan kita bisa pulih kembali.

Akhirnya, setelah minum obat selama kurang lebih 3 hari bengkaknya pun sembuh, dan saya segera kembali lagi ke dokter agar gigi saya bisa segera ditambal. Dalam hati, saya berdoa semoga tidak terjadi suatu kesalahan atau malpraktek pada proses penambalan gigi saya. Dan alhamdulillah, memang benar proses penambalan berjalan lancar. Selesai penambalan dokter hanya menyarankan agar saya tidak dulu mengunyah makanan keras karena kondisi tambalan belum sepenuhnya kuat.

Setelah berlalu 7 bulan saya merasakan adanya keanehan pada gigi saya yang ditambal. Yaitu seperti ada rasa ngilu ketika kena makanan yang keras. Ternyata memang benar, tambalannya udah jebol. Hanya yang dirasakan pada waktu itu adalah rasa ngilu dan tidak ada rasa sakit yang serius. Tapi bagaimanapun keadaan seperti itu cukup mengganggu bagi saya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke dokter tadi, dengan niat agar gigi saya dicabut saja, dan segera ke dokter untuk minta dicabut. Dokterpun menyetujuinya dan proses pencabutan segera dilakukan. Tapi apa yang terjadi, sekali lagi terjadi kesalahan pada proses pencabutan itu, dimana gigi saya yang seharusnya dicabut tidak dicabut, yang dicabut adalah gigi saya yang masih kuat dan sehat dan tidak berlobang. Tapi karena pada waktu itu saya tidak mengetahui gigi mana yang dicabut, karena tidak bisa melihat dan hanya merasakan ada gigi yang tercabut, maka tentu saya tidak mengajukan protes atau mempersoalkannya.

Anehnya lagi, gigi saya yang seharusnya dicabut itu dalam beberapa bulan lamannya bisa pulih kembali fungsinya untuk mengunyah makanan yang agak keras sekalipun. Cukup lama juga dia bertahan, hingga akhirnya iapun harus kembali bermasalah dan minta agar segera dicabut. Untuk pencabutan yang ini saya berniat untuk pergi ke dokter yang lain saja, bukan berarti saya berprasangka buruk pada dokter yang pertama, sama sekali tidaklah…Itu hanyalah ikhtiar saya, semoga berjalan lancar dan gigi saya bisa berfungsi kembali dengan baik, aamiin.

Mohon doa dari sahabat semua.

SPARK OF CONTENT :

Talk about tooth pain sometimes is annoying, especially if we want to pull the tooth was wrong revoked by the doctor. At that time I did not realize that the
deprived of even healthy teeth next to them. I realized after a few days treatment and appears to have started to recover and then I touch turns teeth would be revoked was still there. Finally I went to the doctor again and I protest, why my teeth are still healthy revoked while the pain is not revoked? The doctor said that it was also his teeth hurt and hollow. I say, then what should be stripped of my teeth that have already started hurting again because it hollow? The doctor said, I’ll give you medicine and you should be diligent brush your teeth every time after eating and when going to bed. And alhamdulillah as I follow the doctor’s advice my teeth no longer hurt and healthy until now.

Translate this !

inggris Espanol French Italian

Iklan

Tidak Meremehkan Hal-Hal Yang Berbahaya

burglar-1216195__180
Pixabay

Tulisan ini saya ambil dari Majalah Tarbawi-Edisi 149/15 Pebruari 2007. Saya kira ini bermanfaat sebagai bahan renungan bagi kita semua, karena apa yang dibahas dalamnya sangat relevan dengan aktivitas kehidupan kita semua, terutama tatkala  berada di luar rumah. Bagaimana seharusnya kita bersikap dan berperilaku dan apa konsekwensi jika kita bersikap dan berperilaku tertentu di luar sana…Ikuti teks selengkapnya berikut ini.

Pertarungan remeh-temeh yang kerap kita saksikan di jalan-jalan, sesungguhnya tidak jarang terjadi karena hal-hal yang memang berbahaya, tetapi sebagian orang menganggapnya sepele dan biasa saja. Ini barangkali masalah persepsi, kesenangan, atau kepentingan pribadi sehingga membuat seseorang merasa bebas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya.

Akan tetapi ketika kita sedang berada di tengah jalan, di mana keselamatan dan nyawa sedang kita pertaruhkan, maka egoisme tidak boleh lagi dikedepankan. Hal yang memang serius harus dianggap serius. Tidak boleh diremehkan. Kita tidak boleh berfikir bahwa, yang penting orang lain tidak tahu, atau alasan apa saja yang kesannya tidak menghargai kondisi dan situasi yang memang tidak kondusif un tuk melakukan hal-hal tertentu.

Ada berita menarik tentang situasi perjalanan yang dimuat oleh sebuah media harian untuk membuktikan hal ini. Di sana ditulas sebuah survey di Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa pengendara mobil menggunakan salah satu tangannya untuk memegang kemudi. Sebaliknya, tangan yang lain lagi usil melakukan aktivitas yang lain. Perilaku demikian, ternyata dilakukan oleh lebih dari 81 porsen pengemudi di negeri itu.

Survey yang dilakukan terhadap 1.200 penegmudi berusia antara 18 sampai 60 tahun, itu menunjukkan delapan dari sepuluh pengemudi mengaku mengubah stasiun radio saat mengemudi. Kemudian 73 porsen mengaku berbicara di telepon, 68 porsen makan,19 porsen mengirim SMS, dan 5 porsen membuka e-mail. Sebanyak 19 porsen pengemudi menyisir rambutnya, 12 porsen memakai riasan, dan 2 porsen mencukur kumis ketika mengemudi. Wakil presiden lembaga survey itu, Bil Windsor mengatakan, “Gejala itu menunjukkan bahwa saat ini orang mempunyai banyak kesibukan, tetapi hanya mempunyai waktu yang sangat sedikit.”

Orang boleh saja berpendapat seperti itu, yang seolah membenarkan dan mentoleransi perileku-perileku itu terjadi, dan setiap pengendara bisa semaunya beraktivitas untuk menuntaskan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan, meskipun di sela-sela waktunya di tengah perjalanan. Namun, semua kita pasti sepakat bahwa hal-hal itu tidak saja akan mengundang pertarungan-pertarungan kecil, bahkan bencana yang lebih besar pun bisa saja terjadi.

Sering ada hal-hal yang kita anggap kecil padahal berakibat pada masalah-masalah besar, haruslah dianggap sebagai perkara besar. Seperti yang difirmankan Allah swt, “Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal di sisi Allah dia adalah besar.” (QS.An Nur:15)

Tulisan ini mungkin hanya sebuah peringatan yang relatif biasa sifatnya bagi semua atau setiap orang, namun bagi saya pribadi ini menjadi pengingat ketika hendak melangkahkan kaki keluar meninggalkan rumah untuk selalu berdo’a memohon keselamatan dan perlindungan dari Allah subhanahu wata’ala untuk kita dan keluarga yang kita tinggalkan. Semoga bermanfaat.

Hiburan Bagi Orang Tua Yang Anaknya Meninggal Dunia

imageedit_27_8640467446

Kehilangan orang-orang yang kita cintai sudah pasti akan membawa kesedihan dan duka yang mendalam, seolah menghapus semua kebahagiaan yang selama ini kita rasakan ketika masih bersamanya. Itu yang kita rasakan ketika ada salah satu dari keluarga kita meninggal dunia, apalagi dia adalah tulang punggung dalam keluarga, misalnya ayah atau suami,atau juga anak-anak serta orang-orang yang sangat kita cintai dan mempunyai arti yang sangat signifikan dalam hidup kita (significant others).

th (39).jpg
Pixabay.com

Memang tidak ada yang menyangkal, bahwa kita pasti akan sangat sedih ketika anak, orang tua, saudara atau kerabat dekat kita tiba-tiba saja di panggil oleh sang Khaliq? Tentu sedih dan mungkin putus asa karena kehilangan seseorang yang kita sayangi dan bahkan menjadi tumpuan hidup kita. Kehilangan orang tercinta memang sungguh menyedihkan tapi taukah anda, ada berkah di balik setiap peristiwa, seperti juga kematian tentu jika kita mampu menyikapinya secara bijak, penuh kesabaran dan keikhlasan.

Coba renungkanlah lebih dalam makna sepotong ayat al Qur’an berikut ini,

”Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Sesungguhnya kita milik Allah, dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya, (Allah Ta’ala).

th (40)
Pixabay.com

Mungkin karena ayat ini sudah sangat familiar di telinga kita sehingga mungkin kita menggangapnya hal yang biasa, padahal sesungguhnya inilah hakikat keberadaan kita di dunia ini. Dengan menghayati ayat ini insya Allah kita akan dapat menyikapi setiap musibah yang menimpa kita dengan tenang dan bijak. Tidak berlebih-lebihan dalam kesedihan, karena sesungguhnya yang pergi atau hilang itu bukan milik kita, tapi milik Allah. Kita hanya dititipi amanat untuk merawat dan mendidiknya untuk sementara waktu dan pada saatnya Allah pasti akan mengambil kembali milik-Nya itu.

Lalu apa hiburan yang dijanjikan untuk orang tua yang anaknya meninggal dunia?

imageedit_13_8103248644
pixabay.com

Baiklah,  kita coba dengarkan sabda Rasulullah berikut ini: ’Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata : ”Rasulullah saw bersabda, tidaklah seorang muslim yang kematian tiga anaknya yang belum baligh, kecuali, Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayang-Nya kepada anak-anaknya tersebut, ”(HR Bukhori muslim).

Ada beberapa hal yang mesti diketahui oleh orang tua juga kita semua, agar kematian tersebut tidak hanya menjadi sebuah peristiwa yang menyedihkan, tetapi juga bisa membawa berkah bagi kedua orang tuanya dan mengantarkan kita menuju surga Allah. Diantaranya, seperti yang telah saya katakan diawal,

1. Orang tua mesti sabar dan iklas menerima kepergian sang anak, tidak meratapi kepergiannya secara berlebihan boleh menangis dan bersedih asal tidak berlarut-larut sehingga dapat menimbulkan keburukan bagi kesehatanya.

2). Sadar dan memuji Allah

imageedit_45_5963919360.jpg
pixabay.com

Yaitu dengan mengucapkan kalimat istirja (Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun) dan merenungi kandungan maknanya seperti yang singgung di atas.. Kita , anak kita, dan segala sesuatu yang ada disekitar kita semuanya adalah milik Allah. Anak adalah amanah, titipan dari Allah, yang mesti kita jaga dan pelihara dengan sebaik-baiknya. Karena anak ibarat barang titipan tentu suatu saat jika sang pemilik akan mengambil kembali miliknya tersebut kita mudan berlapang dada menyerahkan barang titipan tersebut kepada sang pemilik

3) Mengharap pahala atas kematian sang anak.

Seperti yang telah saya katakan diawal, bahwa, kematian seorang anak bukanlah suatu musibah melainkan himpunan berkah yang mesti dipetik oleh orang yang di tinggalkan. Orang tua semestinyalah memohon pahala dan keberkahan dari peristiwa tersebut, maka dengan senang hati Allah akan melimpahkan banyak kebaikan dan pahala kepada hambanya yang meminta dengan setulus hati.

imageedit_3_7720537137.jpg
pixabay.com

Nah, bukankah hal ini merupakan kabar gembira bagi orang tua yang ditinggal mati oleh anak-anaknya yang belum baligh dan janji Allah tersebut merupakan bukti karunia dan kemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan jika pun mendatangi neraka, itu hanya bagian dari janji Allah yang telah menjadi ketetapannya.

Lho, menetapi janji apa ?

Mungkin saudara bertanya-tanya akan hal ini. Janji ini berkaitan dengan firman Allah dalam surat maryam (19) : 71 ”dan tidak seorang pun dari kalian, melaikan dia pasti mendatangi neraka itu ”.

Belum jelas?

th (35)
Pixabay.com

Maksud mendatangi disini adalah menyeberanginya di atas shiraat, yaitu sebuah jembatan yang di bentangkan di atas neraka jahanam, tidaklah akan mencapai pintu surga, seorang hamba mesti melewati jembatan tersebut ? dan ketahuilah wahai para orang tua, anak-anak anda yang telah meninggalkan anda terlebih dahulu tersebut, kelak akan menunggu anda di pintu tersebut (surga-red).

Haruskah tiga anak ?

Apakah mesti tiga atau 2 anak baru orang tua dapat menikmati kemewahan surga? Kalau begitu bagaimana dengan orang tua yang kematian satu anak ? atau malah tidak kematian sama sekali?

Sesungguhnya Allah Maha pemurah lagi Maha Bijaksana, hal di atas ternyata tak hanya berlaku bagi orang tua yang kehilangan 3 atau 2 anaknya, maka orang tua yang hanya kehilangan satu anak pun dapat merasakan nikmatnya surga lalu bagaimana dengan orang yang tidak kematian anak sama sekali dari umat Rasullullah ? ingat ! Rasulullah adalah pemberi syafaat (pertolongan ). Dan syafaat Rasulullah ini akan di bagikan bagi umatnya yang Rasulullah kehendaki, jadi tenanglah orang tua yang tidak di tinggal mati oleh anaknya, karena syafaat Allah akan menjadi penolong kita di akhirat kelak.

Meski kematian anak membuka jalan bagi orang tua di taman surga, namun tidak diperkenankan orang tua kemudian mengharapkan agar anaknya meninggal dunia. Surga ini hanya pengganti anaknya yang di minta oleh Allah. Sesunguhnya anak merupakan ladang berkah, ketika masih hidup ataupun telah mati, anak senantiasa memberikan manfaat bagi orang tua…Wallaahu a’lam bishawab.

Demikian semoga artikel ini bisa bermanfaat.

SPARKS :

Kids are the most beautiful grace. Disappearance made untold grief. But our children are not ours, children are on loan from Allah the Creator. Allah can take it anytime he wants. Children can be a test for us and if we are patient accepts the provisions of Allah then Allah likes the servants of his patient